Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Perjanjian New START Berakhir 2026, Putin Siap Perpanjang Setahun, Ancaman Senjata Nuklir Rusia Bikin Dunia Waspada

Ichaa Melinda Putri • Senin, 23 Februari 2026 | 21:10 WIB

Perjanjian New START Berakhir 2026, Putin Siap Perpanjang Setahun, Ancaman Senjata Nuklir Rusia Bikin Dunia Waspada
Perjanjian New START Berakhir 2026, Putin Siap Perpanjang Setahun, Ancaman Senjata Nuklir Rusia Bikin Dunia Waspada

JAKARTA - Perjanjian New START antara Amerika Serikat dan Rusia dipastikan akan berakhir pada 5 Februari 2026. Berakhirnya Perjanjian New START ini memicu kekhawatiran global, karena tanpa kesepakatan tersebut, pembatasan senjata nuklir Rusia dan Amerika Serikat berpotensi tidak lagi terkendali.

Perjanjian New START yang diteken pada April 2010 menjadi salah satu pilar utama pengendalian senjata nuklir dunia. Dengan masa berlaku yang akan habis pada 2026, masa depan stabilitas strategis global kembali dipertanyakan. Terlebih, hubungan kedua negara adidaya itu tengah memanas akibat perang Rusia-Ukraina.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam pernyataan terbarunya pada Senin, 22 September 2025, menyatakan bahwa Moskwa bersedia tetap mematuhi batasan utama dalam Perjanjian New START selama satu tahun setelah perjanjian resmi berakhir. Langkah ini, menurutnya, dilakukan demi menghindari perlombaan senjata strategis yang lebih luas.

Isi dan Batasan Perjanjian New START

New START ditandatangani oleh Presiden AS saat itu, Barack Obama, dan Presiden Rusia kala itu, Dmitry Medvedev. Perjanjian ini membatasi masing-masing negara untuk mengerahkan maksimal 1.550 hulu ledak nuklir strategis, serta tidak lebih dari 700 rudal balistik antarbenua, rudal balistik kapal selam, dan pesawat pengebom berat.

Kesepakatan tersebut dirancang untuk menjaga transparansi, prediktabilitas, serta mencegah eskalasi perlombaan senjata nuklir antara dua negara dengan arsenal nuklir terbesar di dunia.

Namun pada Februari 2023, di tengah konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina, Putin mengumumkan penangguhan partisipasi Rusia dalam perjanjian tersebut. Meski demikian, Moskwa tidak secara resmi menarik diri dan tetap menyatakan akan menghormati batas kuantitatif yang telah disepakati.

Putin: Hindari Perlombaan Senjata Strategis

Dalam pernyataan terbarunya, Putin menegaskan bahwa Rusia siap mempertahankan batasan jumlah hulu ledak dan sistem peluncur selama satu tahun pasca-5 Februari 2026. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga tingkat prediktabilitas dan stabilitas di tengah situasi global yang disebutnya “turbulen”.

Putin juga memperingatkan bahwa berakhirnya Perjanjian New START tanpa perpanjangan atau kesepakatan baru dapat berdampak negatif terhadap stabilitas global. Rusia berharap Amerika Serikat akan mengikuti langkah Moskwa untuk tetap mematuhi batasan tersebut.

Meski demikian, Putin tidak menutup kemungkinan respons militer jika Rusia menilai ada ancaman dari pihak lain. Ia meminta lembaga-lembaga terkait untuk terus memantau aktivitas Amerika Serikat, khususnya terkait komitmen terhadap pembatasan senjata strategis.

Baca Juga: Rekomendasi Smartwatch Garmin di Bawah 5 Juta, Fitur Canggih dan GPS Akurat Cocok untuk Olahraga hingga Harian

Dampak Global Jika Perjanjian New START Berakhir

Berakhirnya Perjanjian New START tanpa mekanisme pengganti akan menandai berakhirnya satu-satunya perjanjian besar pengendalian senjata nuklir antara Washington dan Moskwa yang masih berlaku. Para analis menilai kondisi ini berisiko memicu perlombaan senjata baru, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Tanpa batasan resmi, kedua negara secara teoritis dapat meningkatkan jumlah hulu ledak dan sistem peluncur mereka. Hal ini tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral, tetapi juga pada arsitektur keamanan global secara keseluruhan.

Sejumlah pengamat keamanan internasional menilai bahwa meski perpanjangan satu tahun yang ditawarkan Rusia bersifat sementara, langkah itu bisa menjadi ruang negosiasi baru untuk membahas perjanjian pengganti yang lebih komprehensif.

Namun, hingga kini belum ada sinyal jelas dari pihak Amerika Serikat mengenai respons terhadap tawaran tersebut. Ketidakpastian ini membuat masa depan pengendalian senjata nuklir dunia berada dalam posisi yang rapuh.

Dengan waktu kurang dari setahun sebelum tenggat 5 Februari 2026, dunia kini menanti apakah Washington dan Moskwa mampu menemukan titik temu baru. Jika tidak, berakhirnya Perjanjian New START bisa menjadi titik balik dalam dinamika keamanan global abad ke-21.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#amerika serikat #Perjanjian New START #Vladimir Putin #senjata nuklir Rusia #Perlombaan Senjata Nuklir