Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

World Defense Show 2026 Riyadh Diramaikan China: J-10C, Drone Golden Eagle CR500B hingga Rudal Hongqi Dipamerkan

Ichaa Melinda Putri • Senin, 23 Februari 2026 | 21:40 WIB

World Defense Show 2026 Riyadh Diramaikan China: J-10C, Drone Golden Eagle CR500B hingga Rudal Hongqi Dipamerkan
World Defense Show 2026 Riyadh Diramaikan China: J-10C, Drone Golden Eagle CR500B hingga Rudal Hongqi Dipamerkan

RIYADH - World Defense Show 2026 di Riyadh Arab Saudi menjadi panggung unjuk kekuatan industri pertahanan China. Dalam ajang dua tahunan tersebut, delegasi Negeri Tirai Bambu memamerkan beragam sistem persenjataan canggih, mulai dari drone tempur, jet tempur J-10C, hingga rudal pertahanan udara berlapis.

World Defense Show 2026 yang resmi dibuka pada 8 Februari dan berlangsung hingga 12 Februari ini digelar oleh General Authority for Military Industries. Pameran tersebut menjadi salah satu ajang pertahanan terbesar di kawasan Timur Tengah, menampilkan teknologi militer terbaru dari berbagai negara.

Kehadiran perusahaan-perusahaan asal Tiongkok dimanfaatkan untuk menunjukkan perkembangan industri pertahanan nasional mereka kepada pasar internasional. Berbagai sistem untuk kebutuhan darat, laut, dan udara ditampilkan dalam satu panggung besar di Riyadh.

Drone Tempur Golden Eagle CR500B Jadi Sorotan

Salah satu yang paling mencuri perhatian di World Defense Show 2026 adalah penampilan China North Industries Corporation (Norinco). Perusahaan ini dikenal sebagai produsen utama alat utama sistem persenjataan (alutsista) darat China.

Di pameran tersebut, Norinco menonjolkan inovasi berbasis kendaraan udara tak berawak (UAV). Produk unggulannya adalah helikopter pengintai dan serang tanpa awak Golden Eagle CR500B.

Sistem ini dilaporkan mampu terintegrasi dengan kendaraan darat tanpa awak, kapal tanpa awak, serta sistem robotik lainnya melalui jaringan data terpadu. Integrasi ini mencerminkan arah baru strategi peperangan modern, di mana konektivitas dan sistem tanpa awak menjadi tulang punggung operasi militer.

Meski China tetap mempertahankan produksi tank dan artileri konvensional, fokus pada UAV dan sistem robotik menunjukkan pergeseran menuju konsep peperangan berbasis jaringan dan otomatisasi.

Kapal Amfibi hingga Rudal Hongqi

Tak hanya sektor darat dan udara, industri pertahanan laut China juga tampil agresif. China State Shipbuilding Corporation memamerkan kapal serbu amfibi dan berbagai platform pertahanan maritim lainnya.

Di sektor pertahanan udara, sejumlah perusahaan China menampilkan seri rudal Hongqi (HQ). Sistem ini diklaim mampu membentuk pertahanan berlapis untuk menghadapi ancaman di berbagai jarak, mulai dari jarak dekat hingga menengah dan jauh.

Teknologi pertahanan berlapis menjadi salah satu fokus utama dalam menghadapi ancaman modern seperti rudal jelajah dan drone tempur.

Senjata Laser dan Jet Tempur J-10C

Inovasi lain yang dipamerkan di World Defense Show 2026 adalah sistem senjata laser berenergi tinggi. Teknologi ini dinilai lebih ekonomis dalam operasional karena hanya mengandalkan sumber listrik untuk menetralisir ancaman, khususnya drone.

Dengan biaya per tembakan yang relatif rendah dibanding rudal konvensional, sistem laser dianggap efektif menghadapi tantangan peperangan modern yang kian didominasi drone dan serangan presisi.

Di sektor penerbangan, jet tempur Chengdu J-10C turut dipamerkan dan kembali menarik minat pengamat militer internasional. Pesawat tempur multirole ini dikenal sebagai salah satu andalan Angkatan Udara China.

Selain itu, pesawat latih L15A juga menjadi perhatian. Pesawat ini sebelumnya mendapat sorotan saat digunakan oleh tim aerobatik Forsan Al Emarat milik Angkatan Udara Uni Emirat Arab dalam ajang Dubai Air Show 2025.

Keikutsertaan L15A dalam tim aerobatik tersebut dinilai sebagai bukti keberhasilan China menembus pasar persenjataan global, tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai pemasok sistem yang digunakan secara aktif di luar negeri.

Ajang Diplomasi Pertahanan

World Defense Show 2026 bukan sekadar pameran teknologi, tetapi juga menjadi ajang diplomasi pertahanan dan peluang ekspor alutsista. Kehadiran China dengan beragam inovasi mutakhir menunjukkan ambisi untuk memperluas pengaruhnya di pasar pertahanan internasional.

Dari drone tempur hingga senjata laser, partisipasi Tiongkok di Riyadh mempertegas transformasi industri militernya menuju sistem yang lebih terintegrasi, otomatis, dan berbasis teknologi tinggi.

Dengan persaingan global yang semakin ketat, pameran seperti World Defense Show 2026 menjadi etalase penting bagi negara-negara produsen senjata untuk menunjukkan keunggulan dan menarik mitra baru di sektor pertahanan.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#World Defense Show 2026 #Industri pertahanan China #Golden Eagle CR500B #Rudal Hongqi #J 10C