Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Humanoid China 2026 Makin Gila! Robot Kecil Q1, Rekor Dunia A2 hingga Siap Patroli Perbatasan Vietnam

Ichaa Melinda Putri • Senin, 23 Februari 2026 | 22:00 WIB

Humanoid China 2026 Makin Gila! Robot Kecil Q1, Rekor Dunia A2 hingga Siap Patroli Perbatasan Vietnam
Humanoid China 2026 Makin Gila! Robot Kecil Q1, Rekor Dunia A2 hingga Siap Patroli Perbatasan Vietnam

JAKARTA - Humanoid China 2026 kian menunjukkan dominasinya dalam perlombaan robot global. Memasuki tahun baru, sejumlah perusahaan robotika Negeri Tirai Bambu memamerkan inovasi terbaru, mulai dari robot mungil seukuran balita hingga humanoid industri yang siap berpatroli di perbatasan.

Perkembangan humanoid China 2026 bahkan disebut sebagai salah satu yang paling agresif di dunia. Target pemerintah memproduksi 10.000 unit robot humanoid pada 2025 hampir tercapai, dengan ribuan unit sudah dikirim ke berbagai sektor industri dan layanan publik.

Di tengah persaingan global, humanoid China 2026 tak hanya fokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga produksi massal dan harga yang kompetitif untuk memperluas pasar.

Agibot Luncurkan Robot Mungil Q1

Startup robotika asal Shanghai, Agibot, meluncurkan humanoid terbaru bernama Q1. Tingginya hanya 80 cm atau sekitar 2 kaki 7 inci—jauh lebih pendek dibanding humanoid kompak lain yang umumnya di atas 120 cm.

Meski bertubuh kecil, Q1 bukan mainan. Robot ini dibekali miniatur quasi-direct drive joint, aktuator bertenaga, sensor canggih, serta komputasi onboard untuk kontrol gerak tingkat riset. Dalam video peluncurannya, Q1 mampu melakukan gerakan bela diri dan salto dengan stabil.

Agibot memasarkan Q1 sebagai “personal lab humanoid” dengan dukungan open-source software, hardware development kit, serta alat tanpa coding. Sistem kecerdasannya ditenagai platform Link Soul yang memungkinkan interaksi suara natural, termasuk fitur tutor bahasa Inggris dan pelatih tari.

Harga resmi belum diumumkan. Namun humanoid entry-level Agibot sebelumnya dibanderol sekitar USD 14.000. Jika Q1 dijual di bawah USD 5.000, posisinya akan sangat kompetitif dibanding robot mungil lain seperti K1 dari Booster Robotics atau Boommy dari Noetics.

Rekor Dunia dan Ambisi IPO

Nama Agibot makin melejit setelah humanoid andalannya, A2, mencetak Guinness World Record untuk jarak jalan terjauh oleh robot humanoid. A2 menempuh lebih dari 106 kilometer dalam tiga hari dari Suzhou ke Shanghai.

Didirikan tiga tahun lalu oleh mantan insinyur Huawei, perusahaan ini mengklaim telah mengirim lebih dari 5.000 robot humanoid sepanjang 2025—setengah dari target nasional China. Agibot kini disebut-sebut menuju initial public offering (IPO) di Bursa Hong Kong.

Langkah ini membuatnya sejajar dengan produsen humanoid lain seperti Shenzhen UBTech Robotics dan Unitree yang juga agresif meningkatkan produksi.

Robot Industri Siap Jaga Perbatasan

Perusahaan robotika Shenzhen, UBTech Robotics, turut memperlihatkan robot industri ke-1000 yang keluar dari lini produksi pabriknya. Lebih dari 500 unit Walker humanoid telah dikirim, dengan target 10.000 unit pada 2026.

Salah satu kontrak terbesarnya adalah penempatan Walker S2 di fasilitas perbatasan Quanshi, wilayah selatan China yang berbatasan dengan Vietnam. Dalam proyek senilai USD 37 juta, robot ini akan membantu patroli, inspeksi, logistik, hingga layanan panduan.

Langkah ini menandai pemanfaatan humanoid secara nyata dalam sistem keamanan dan operasional strategis.

Vietnam Ikut Panas dengan Motion 2

Tak hanya China, anak perusahaan VinGroup, VinMotion, memperkenalkan humanoid generasi kedua bernama Motion 2. Robot ini mampu mengangkat beban hingga 40 kilogram dan melakukan pengisian daya otomatis sebelum kembali bekerja.

VinMotion mengembangkan humanoid untuk tugas industri ringan seperti transportasi material dan inspeksi visual. Divisi robotika ini diluncurkan awal 2025 dengan modal awal USD 39 juta.

Adu Ketangkasan di Menara Guangzhou

Sementara itu, humanoid OI dari LimX Dynamics mencuri perhatian setelah menjuarai tantangan panjat tangga di Guangzhou Tower. Robot bipedal ini menyelesaikan 30 anak tangga melengkung hanya dalam 12 detik.

Sebanyak 11 robot dari berbagai kategori berkompetisi, dan OI keluar sebagai juara kategori bipedal. LimX Dynamics yang berdiri sejak 2022 kini menjadi salah satu pemain utama di industri humanoid China, dengan harga robot full-size mulai USD 22.000.

Dominasi humanoid China 2026 menunjukkan bahwa persaingan tak lagi sekadar inovasi prototipe. Produksi massal, integrasi AI, serta penetrasi ke sektor industri dan keamanan menjadi kunci.

Dengan langkah agresif menuju IPO, ekspansi lintas sektor, hingga penggunaan di wilayah strategis, China tampak serius ingin menguasai pasar humanoid global pada 2027. Dunia kini menunggu: mampukah raksasa teknologi lain mengejar ketertinggalan?

Editor : Ichaa Melinda Putri
#humanoid China 2026 #robot Q1 #UBTech Robotics #robot industri China #Agibot