Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Garmin Forerunner 55 vs Amazfit Active 2: Beda Usia 4 Tahun, Kenapa Garmin Forerunner 55 Masih Banyak Dipakai?

Natasha Eka Safrina • Selasa, 24 Februari 2026 | 15:45 WIB

Garmin Forerunner 55 dibanding Amazfit Active 2. Meski lebih tua, jam lari Garmin ini masih diminati. Ini alasan dan perbandingannya.
Garmin Forerunner 55 dibanding Amazfit Active 2. Meski lebih tua, jam lari Garmin ini masih diminati. Ini alasan dan perbandingannya.

JAKARTA – Meski terpaut usia rilis hingga empat tahun, Garmin Forerunner 55 masih menjadi sportwatch favorit banyak pelari di Indonesia. Padahal, di kelas harga yang hampir sama, sudah hadir pesaing dengan fitur lebih modern seperti Amazfit Active 2. Kondisi ini memunculkan pertanyaan menarik: apakah fitur Garmin Forerunner 55 benar-benar sudah tertinggal jauh, atau justru ada daya tarik khusus yang membuatnya tetap relevan?

Dalam sebuah video ulasan perbandingan, pembuat konten teknologi membedah langsung kelebihan dan kekurangan Garmin Forerunner 55 dibanding Amazfit Active 2. Meski lahir di generasi berbeda, keduanya sengaja dibandingkan karena saat ini dibanderol di harga yang nyaris sama, yakni di kisaran Rp1,6 jutaan.

Sejak awal, Garmin Forerunner 55 memang diposisikan sebagai jam olahraga murni. Desainnya sederhana, tanpa aksen berlebihan, dan jelas menyasar pelari. Secara dimensi, jam ini memiliki ukuran 42 x 42 x 11,6 mm dengan bobot hanya 37 gram. Angka tersebut membuatnya terasa ringan dan nyaman digunakan untuk latihan jarak jauh maupun pemakaian harian.

Baca Juga: Review 2026 BYD M6 MPV Full Listrik dan Hybrid: Mampu Tantang Toyota Alphard dengan Desain Futuristik & Fitur Mewah

Desain dan Kenyamanan Pakai

Berbeda dengan Garmin, Amazfit Active 2 tampil lebih fleksibel. Desainnya dinilai lebih universal karena bisa dipakai untuk kebutuhan kasual, olahraga, bahkan acara semi-formal. Ukurannya sedikit lebih besar, 43,9 x 43,9 x 9 mm, dengan bobot 29,5 gram tanpa strap. Keduanya sama-sama ringan di pergelangan tangan, sehingga faktor kenyamanan relatif seimbang.

Dari sisi strap, kedua jam menggunakan bahan silikon. Namun Amazfit menawarkan opsi strap leather di varian premium, memberikan kesan lebih elegan. Sementara itu, Garmin tetap konsisten dengan pendekatan fungsional khas jam lari.

Layar dan Mode Olahraga

Di sektor layar, Garmin Forerunner 55 mulai terlihat tertinggal. Jam ini masih menggunakan layar MIP (Memory in Pixel) atau transflective, yang unggul dalam efisiensi daya dan visibilitas luar ruangan, tetapi kalah atraktif dibanding layar AMOLED milik Amazfit Active 2.

Baca Juga: Review Jujur BYD M6 MPV Full Listrik Indonesia: Dari Bebas Ganjil‑Genap Hingga Masalah Casan di Rumah, Ini Pengalaman Pemilik Setelah Ribuan

Untuk mode olahraga, perbedaan semakin terasa. Garmin Forerunner 55 menyediakan mode esensial seperti lari, treadmill, gym, dan renang. Sebaliknya, Amazfit Active 2 menawarkan lebih dari 160 mode olahraga, termasuk yoga, padel, hingga bersepeda, menjadikannya lebih fleksibel bagi pengguna dengan aktivitas beragam.

Meski begitu, Garmin Forerunner 55 unggul dalam fitur latihan lari. Jam ini dibekali Daily Suggested Workout, Cadence Alert, PacePro, Finish Time Estimator, Track Run Mode, serta Garmin Coach. Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu pelari meningkatkan performa secara terstruktur.

Fitur Pintar dan Sensor Kesehatan

Dari sisi kecerdasan buatan, Garmin harus mengakui keunggulan Amazfit. Active 2 dibekali Zap Coach berbasis AI dan ZepFlow, asisten pintar yang bisa membalas chat, mengetik via suara, hingga mengoperasikan jam. Garmin Forerunner 55 belum mendukung pemutaran musik Spotify dan fitur pintar sejenis, berbeda dengan seri lebih baru seperti Forerunner 165.

Sensor kesehatan Garmin Forerunner 55 mencakup pemantauan detak jantung, stres, respirasi, dan sleep tracking. Namun, sensor SpO2 belum tersedia. Di sisi lain, Amazfit Active 2 sudah dibekali pemantauan oksigen darah, sleep analysis RestoreIQ, serta BioTracker generasi terbaru.

Baca Juga: BYD M6 MPV Full Listrik Indonesia: Review Lengkap, Performa dan Fitur untuk Keluarga

Navigasi dan Baterai

Dalam urusan navigasi, Garmin Forerunner 55 hanya mengandalkan pelacakan rute tanpa peta. Meski mendukung GPS, GLONASS, dan Galileo, fitur breadcrumb trail pun belum tersedia. Amazfit Active 2 melangkah lebih jauh dengan offline maps, fitur yang jarang ditemukan di jam Rp1 jutaan.

Namun, keunggulan besar Garmin ada di baterai. Garmin Forerunner 55 mampu bertahan hingga 14 hari dalam mode smartwatch dan sekitar 20 jam dengan GPS aktif. Amazfit Active 2 hanya bertahan sekitar 10 hari, meski bisa diperpanjang hingga 19 hari lewat mode hemat daya.

Masih Layak Dipilih?

Dengan harga yang kini setara, pilihan kembali ke kebutuhan pengguna. Garmin Forerunner 55 cocok bagi pelari yang mengutamakan baterai awet, akurasi GPS, dan ekosistem latihan matang dari Garmin. Sementara Amazfit Active 2 lebih pas bagi pengguna yang menginginkan fitur pintar, layar AMOLED, dan navigasi peta.

Editor : Natasha Eka Safrina
#perbandingan smartwatch murah #garmin forerunner 55 #Amazfit Active 2