JAKARTA – Perdebatan soal akurasi GPS jam tangan lari kembali mencuat, terutama di kelas entry-level. Dua model yang paling sering dibandingkan adalah Garmin Forerunner 55 dan Forerunner 165. Meski terpaut generasi, banyak pelari pemula hingga menengah masih mempertimbangkan Forerunner 55 karena harga yang kini semakin terjangkau.
Dalam sebuah video uji coba, kreator konten Rizal Fauzi membagikan hasil tes GPS Garmin Forerunner 55 yang dibandingkan langsung dengan Forerunner 165. Pengujian dilakukan bukan dengan lari, melainkan jalan kaki, untuk melihat konsistensi pencatatan jarak, kecepatan, hingga data fisiologis.
Hasilnya cukup menarik. Meski Forerunner 55 merupakan produk lama, performa GPS-nya ternyata masih mampu bersaing dengan model yang lebih baru. Namun, ada beberapa catatan penting yang patut dipertimbangkan sebelum memilih.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Optimalisasi Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Lock GPS Sama-sama Cepat
Temuan pertama adalah proses penguncian GPS (GPS lock). Baik Garmin Forerunner 55 maupun Forerunner 165 menunjukkan waktu lock yang relatif sama dan tergolong cepat. Tidak ada perbedaan signifikan saat digunakan di area terbuka.
Namun, ada satu perbedaan kecil dari sisi tampilan data. Pada Forerunner 55, data aktivitas terakhir tidak langsung muncul di jam setelah olahraga selesai. Pengguna harus membuka aplikasi Garmin Connect untuk melihat ringkasan aktivitas. Sementara pada Forerunner 165, data dapat langsung dicek dari perangkat.
Catatan Jarak Hampir Identik
Pada uji jalan kaki yang sama, Forerunner 55 mencatat jarak 3,16 km, sedangkan Forerunner 165 mencatat 3,15 km. Selisihnya hanya sekitar 1–10 meter.
Menariknya, setelah data diekspor ke format GPX dan dianalisis ulang, kedua jam menunjukkan jarak yang sama persis, yakni 3,18 km. Artinya, dari sisi pencatatan jarak total, GPS Garmin Forerunner 55 masih sangat bisa diandalkan.
Tracking GPS: Forerunner 165 Lebih Rapi
Meski jarak total sama, perbedaan mulai terlihat saat tracking GPS diperbesar. Forerunner 165 menampilkan jalur yang lebih rapi dan konsisten mengikuti jalan. Sementara Forerunner 55 beberapa kali terlihat keluar jalur, bahkan “menabrak” area rumah di peta.
Meski demikian, Rizal menilai hal ini tidak terlalu berpengaruh bagi kebanyakan pengguna. Bagi pelari harian, akurasi jarak dan pace jauh lebih penting dibanding visual jalur di peta.
Fitur Training Effect Jadi Pembeda
Perbedaan signifikan lainnya adalah fitur Training Effect. Garmin Forerunner 55 tidak memiliki data efek latihan (aerobic dan anaerobic). Sebaliknya, Forerunner 165 sudah menampilkan Training Effect yang membantu pengguna memahami dampak latihan terhadap kebugaran.
Bagi pengguna yang fokus pada latihan terstruktur dan progres performa, fitur ini bisa menjadi nilai tambah yang cukup penting.
Pace Hampir Sama, Detik Jadi Penentu
Dari sisi pace, kedua jam menunjukkan hasil yang hampir identik. Pace rata-rata tercatat 15 menit 11 detik di Forerunner 165 dan 15 menit 10 detik di Forerunner 55. Selisihnya hanya satu detik.
Pace terbaik pun tidak terpaut jauh. Forerunner 165 mencatat 11 menit 27 detik, sementara Forerunner 55 mencatat 11 menit 23 detik. Perbedaan empat detik ini masih tergolong wajar dalam pengukuran GPS.
Heart Rate dan Cadence, Forerunner 165 Lebih Stabil
Perbedaan cukup terasa muncul pada data detak jantung. Rata-rata heart rate relatif sama, yakni 102–103 BPM. Namun, heart rate maksimal di Forerunner 55 tercatat hingga 136 BPM, sementara Forerunner 165 hanya 125 BPM.
Lonjakan tiba-tiba pada Forerunner 55 ini diduga sebagai error pembacaan sensor. Hal serupa juga terlihat pada cadence maksimal dan elevasi minimum yang sedikit lebih ekstrem di Forerunner 55 dibandingkan Forerunner 165.
Baca Juga: BYD M6: Mobil Listrik Seven Seater Termurah di Indonesia, Cocok untuk Pribadi dan Fleet
Masih Layak Dipilih?
Dari hasil pengujian ini, Garmin Forerunner 55 terbukti masih memiliki akurasi jarak yang sangat baik. Kekurangannya lebih terasa pada visual tracking GPS dan fitur analisis latihan yang lebih terbatas.
Sebagai produk entry-level dari Garmin, Forerunner 55 tetap relevan untuk pengguna yang fokus pada lari harian dan tidak terlalu membutuhkan data analisis mendalam. Sementara Forerunner 165 lebih cocok bagi pengguna yang ingin data lebih lengkap dan stabil.
Editor : Natasha Eka Safrina