JAKARTA - Persaingan pasar ponsel pintar kelas menengah (midrange) di awal tahun 2026 dipastikan bakal memanas. Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, baru saja memberikan kode keras terkait kehadiran dua jagoan terbarunya di tanah air. Samsung Galaxy A57 dan Samsung Galaxy A37 dilaporkan telah resmi mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai impresif mencapai 39,60 persen.
Lolosnya uji TKDN ini menjadi sinyal kuat bahwa kedua perangkat tersebut tinggal menunggu waktu singkat sebelum resmi dipasarkan secara luas di Indonesia. Kehadiran Samsung Galaxy A57 dan A37 diprediksi menjadi senjata utama Samsung untuk membendung dominasi brand kompetitor seperti Xiaomi dan Poco yang selama ini sangat agresif di segmen harga serupa.
Sebagai model yang diposisikan lebih tinggi, Samsung Galaxy A57 tampil menonjol dengan aura premium ala ponsel flagship. Dari sisi visual, Samsung membekali perangkat ini dengan layar Super AMOLED seluas 6,7 inci yang sudah mendukung refresh rate 120 Hz. Perpaduan ini menjanjikan reproduksi warna yang tajam serta pergerakan layar yang sangat mulus, sangat ideal bagi pengguna yang hobi menonton konten streaming maupun bermain game.
Performa Exynos 1680 dan Desain Slick
Dapur pacu Samsung Galaxy A57 dikabarkan bakal ditenagai oleh chipset Exynos 1680 Octa-core. Peningkatan performa ini diharapkan mampu memberikan persaingan ketat bagi chipset yang biasa digunakan kompetitor di kelas menengah 5G. Untuk mendukung multitasking tanpa kendala, Samsung menyediakan opsi RAM hingga 12 GB dengan kapasitas penyimpanan internal (storage) mulai dari 256 GB.
Tak hanya bertenaga, aspek estetika juga menjadi perhatian. Dengan ketebalan hanya 6,9 mm, ponsel ini memiliki profil yang sangat tipis dan modern. Modul kamera belakangnya pun dibuat minimalis, mengikuti bahasa desain seri S yang elegan. Di sektor fotografi, sensor utama 50 MP yang dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS) menjadi jaminan hasil foto yang stabil meski dalam kondisi minim cahaya.
Galaxy A37: Opsi Seimbang dengan Fast Charging 45W
Sementara itu, Samsung Galaxy A37 hadir sebagai pilihan yang lebih terjangkau namun tetap mengusung spesifikasi yang kompetitif. Meski dibanderol lebih ekonomis, Galaxy A37 tetap mendapatkan layar Super AMOLED 6,7 inci FHD+ 120 Hz. Di sektor mesin, perangkat ini diprediksi menggunakan Exynos 1480 yang sudah teruji stabilitasnya untuk penggunaan harian dan media sosial.
Menariknya, baik Galaxy A57 maupun A37 sama-sama dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 45 watt. Langkah ini tergolong agresif bagi Samsung, mengingat kecepatan pengisian daya tersebut biasanya hanya ditemukan pada seri kelas atas mereka. Fitur kekinian lainnya seperti dukungan eSIM, koneksi 5G, serta NFC juga sudah tersedia lengkap pada kedua model ini.
Prediksi Rilis dan Persaingan Pasar
Kedua ponsel ini diperkirakan akan langsung mengoperasikan sistem operasi Android 16 dengan antarmuka One UI terbaru. Keunggulan dukungan pembaruan software jangka panjang khas Samsung tetap menjadi nilai jual utama yang sulit ditandingi brand lain.
Meski performa chipset Exynos sering menjadi bahan diskusi di kalangan hardcore gamer jika dibandingkan dengan Snapdragon, optimasi sistem yang dilakukan Samsung biasanya memberikan pengalaman penggunaan yang lebih stabil untuk jangka panjang. Berdasarkan polanya, kemungkinan besar momen peluncuran resmi akan terjadi pada periode Februari hingga Maret 2026. Kini, konsumen hanya tinggal menyiapkan anggaran untuk menyambut kehadiran duo jawara 5G ini.
3. Deskripsi (Meta Description)
Samsung Galaxy A57 dan A37 lolos TKDN! Intip bocoran spek Exynos 1680, layar AMOLED 120Hz, dan fast charging 45W yang siap tantang Xiaomi di 2026.
Editor : Natasha Eka Safrina