TRENGGALEK NJENGGELEK - Penurunan harga Samsung Galaxy A56 ke kisaran Rp4 jutaan membuat ponsel ini kembali jadi perbincangan.
Dari awalnya Rp5 jutaan, kini saat promo bisa ditebus sekitar Rp4,8 juta. Pertanyaannya, apakah Samsung Galaxy A56 benar-benar layak dibeli di 2026 ?
Di atas kertas, spesifikasi Samsung Galaxy A56 memang menggiurkan. Material frame metal dan Gorilla Glass Victus Plus memberikan kesan premium.
Sertifikasi IP67, dual speaker stereo, NFC, dan eSIM semakin melengkapi daya tariknya.
Namun ada satu keputusan yang cukup disayangkan, absennya slot microSD. Di saat banyak pengguna masih membutuhkan ekspansi memori, Samsung justru menghilangkannya.
Layar Besar, Tapi Bezel Masih Terasa
Layar Super AMOLED 6,7 inci dengan HDR10+ jadi nilai jual utama. Visual tajam dan warna khas Samsung tetap memanjakan mata. Brightness cukup aman untuk penggunaan luar ruangan.
Akan tetapi, bezel terutama di bagian bawah masih terlihat lebih tebal dibanding rival di kelas harga serupa.
Meski bukan masalah besar, detail ini bisa jadi pertimbangan bagi pengguna yang mengutamakan desain simetris.
Performa Kencang, Sinyal Perlu Ditingkatkan
Chipset Exynos 1580 dengan RAM 8GB sebenarnya sudah sangat cukup untuk kebutuhan harian.
Gaming seperti Mobile Legends, PUBG Mobile hingga Genshin Impact masih berjalan stabil.
Sayangnya, terdapat catatan pada sektor penangkapan sinyal yang sedikit di bawah beberapa kompetitor. Meski tidak sampai mengganggu drastis, perbedaan bar sinyal tetap terasa.
Kamera Oke di Siang Hari, Ultrawide Kurang di Low Light
Di kondisi terang, kamera utama dan selfie mampu menghasilkan foto detail dengan warna natural. Video 4K 30 FPS juga stabil dan nyaman dipakai berjalan.
Namun saat malam hari, kamera ultrawide menunjukkan penurunan kualitas cukup signifikan dengan noise berlebih. Night mode pun belum sepenuhnya membantu.
Baterai Awet, Charging Biasa Saja
Daya tahan baterai 5.000 mAh cukup impresif dengan screen on time mendekati 7 jam. Ini kabar baik bagi pengguna aktif.
Pengisian daya 45 watt tersedia, tetapi waktu 1 jam 20 menit dari 5 persen ke penuh tergolong standar, belum bisa disebut tercepat di kelasnya.
Update Panjang Jadi Senjata Utama
Nilai jual paling kuat Samsung Galaxy A56 justru ada di software. Dukungan update hingga Android 21 dan 6 tahun security patch jarang ditemui di kelas midrange.
Perangkat ini sudah menjalankan Android 16 dengan One UI 8.0. Fitur AI seperti Circle to Search, Gemini, hingga Object Eraser turut melengkapi pengalaman.
Kesimpulannya, dengan harga Rp4 jutaan, Samsung Galaxy A56 tetap menarik sebagai paket lengkap.
Namun calon pembeli perlu mempertimbangkan absennya slot SD card, bezel layar yang masih tebal, serta performa kamera ultrawide di malam hari.