TRENGGALEK JENGGELEK - Honda IMS 2026 diprediksi bakal jadi sorotan utama di tengah panasnya persaingan mobil listrik dan hybrid di Indonesia. Di ajang Indonesia Motor Show (IMS) 2026, PT Honda Prospect Motor (HPM) dikabarkan menyiapkan tiga SUV baru sekaligus untuk melawan dominasi merek-merek China yang kian agresif.
Kehadiran Honda IMS 2026 bukan sekadar peluncuran produk biasa. Tema yang diusung disebut-sebut “Electric Evolution”, menandakan keseriusan Honda memasuki era elektrifikasi. Booth Honda dikabarkan tampil beda dengan nuansa gelap, lampu LED biru, dan logo H terbaru tanpa bingkai sebagai simbol era baru.
Langkah Honda di IMS 2026 ini dianggap sebagai titik balik. Setelah sempat dinilai lambat dalam transisi elektrifikasi pada 2024–2025, kini pabrikan asal Jepang itu bersiap melakukan gebrakan besar lewat tiga SUV dari segmen entry level hingga flagship EV.
Honda e:N1, Penantang Serius SUV Listrik China
Model pertama yang diprediksi tampil di Honda IMS 2026 adalah Honda e:N1. SUV listrik kompak ini dibangun di atas platform e:N Architecture F yang memang dirancang khusus untuk EV.
Secara desain, e:N1 memang sekilas mirip HR-V. Namun di balik tampilannya, struktur sasis sudah diperkuat untuk menampung baterai besar tanpa mengorbankan karakter fun to drive khas Honda.
Bocoran menyebutkan varian yang masuk Indonesia berkapasitas baterai 68,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 500 km lebih dalam sekali pengisian. Angka tersebut membuatnya head to head dengan rival dari China di kelas compact SUV listrik.
Interiornya mengusung layar vertikal 15,1 inci yang terbagi dalam tiga zona: navigasi dan multimedia, informasi kendaraan, serta kontrol AC. Fitur Honda Sensing dan Honda Connect generasi terbaru juga disematkan, termasuk traffic jam assist dan konektivitas smartphone.
Jika dirakit lokal (CKD) di Karawang, harga Honda e:N1 diprediksi bisa ditekan di kisaran Rp 500–600 jutaan. Strategi ini berpotensi menarik loyalis HR-V untuk beralih ke mobil listrik tanpa harus pindah merek.
WR-V Hybrid, Senjata Volume Penjualan
Selain EV, Honda IMS 2026 juga diprediksi menghadirkan New Honda WR-V Hybrid. Model ini disebut menjadi mesin pencetak uang Honda di segmen small SUV hybrid.
Teknologi e:HEV kemungkinan dipadukan dengan mesin 1.5 liter Atkinson Cycle dan dua motor listrik. Torsinya bisa menyentuh lebih dari 250 Nm, dengan konsumsi BBM diklaim tembus 25–28 km per liter dalam kondisi tertentu.
Berbeda dengan EV murni, WR-V Hybrid menyasar konsumen yang ingin irit tanpa repot mencari charging station. Di kelas ini, Toyota Yaris Cross Hybrid praktis belum punya banyak pesaing langsung.
Honda menjanjikan sensasi berkendara yang lebih halus dan responsif berkat sistem i-MMD. Mesin bensin lebih sering berperan sebagai generator, sementara roda digerakkan motor listrik di kecepatan rendah hingga menengah.
Jika dipasarkan di kisaran Rp 400–450 jutaan, WR-V Hybrid berpotensi menjadi “people’s hybrid” yang diminati masyarakat perkotaan.
Honda YS7, Flagship EV yang Revolusioner
Bintang utama Honda IMS 2026 diprediksi adalah Honda YS7. SUV listrik murni ini diposisikan di atas CR-V dan menjadi simbol keseriusan Honda di segmen EV global.
Desainnya radikal dengan lampu LED berbentuk huruf H memanjang dan siluet coupe SUV. Platformnya benar-benar baru, bukan adaptasi sasis bensin.
Varian standar disebut menggunakan penggerak roda belakang (RWD), sementara versi performa hadir dengan AWD dan tenaga yang dikabarkan bisa menembus 400–500 hp.
Teknologi baterainya hasil kolaborasi dengan CATL, dengan klaim jarak tempuh di atas 600 km. Fast charging 10 menit dikabarkan mampu menambah jarak hingga 200 km.
Interiornya mengusung AI powered cockpit tanpa banyak tombol fisik. Fitur semi autonomous driving Honda Sensing 360 Plus juga disematkan, termasuk kemampuan pindah jalur otomatis dan parkir mandiri.
Titik Balik Honda di Indonesia?
Honda IMS 2026 dipandang sebagai ajang pembuktian. Di tengah gempuran fitur melimpah dan harga agresif dari pabrikan China, Honda harus tampil all out.
Respons publik terbelah. Loyalis Honda antusias menanti opsi EV dengan karakter handling khas Jepang. Namun ada pula yang skeptis soal harga dan potensi pengurangan fitur saat masuk pasar Indonesia.
Jika strategi harga dan fitur tepat, tiga SUV ini bisa menjadi momentum kebangkitan Honda di era elektrifikasi. IMS 2026 pun berpotensi menjadi panggung besar bagi kembalinya “The Power of Dreams” di pasar otomotif nasional.
Editor : Edo Trianto