JAKARTA - Tren mobil listrik termurah di Indonesia semakin menarik perhatian masyarakat. Selain ramah lingkungan, biaya operasional yang lebih hemat dibanding mobil bensin membuat kendaraan listrik mulai dilirik sebagai solusi mobilitas masa depan. Namun, harga yang masih relatif tinggi kerap menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.
Kabar baiknya, kini pilihan mobil listrik termurah di Indonesia semakin beragam. Sejumlah pabrikan menghadirkan model dengan harga lebih ramah kantong, tetapi tetap menawarkan kualitas dan jarak tempuh yang mumpuni. Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa dibeli dengan banderol di bawah Rp200 juta.
Berikut enam mobil listrik termurah di Indonesia yang bisa menjadi pertimbangan.
1. Wuling Air EV Lite – Mulai Rp184 Juta
Model mungil dari Wuling Motors ini menjadi salah satu opsi paling terjangkau. Wuling Air EV Lite dibanderol mulai Rp184 juta.
Mobil listrik ini dibekali baterai lithium ferro-phosphate berkapasitas 17,3 kWh dan mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian daya. Dimensinya yang ringkas sangat cocok untuk penggunaan di perkotaan, terutama bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan praktis dan efisien.
2. DFSK Seres E1 – Mulai Rp189 Juta
Pendatang baru dari DFSK ini juga masuk dalam daftar mobil listrik termurah di Indonesia. Seres E1 ditawarkan dengan harga mulai Rp189 juta.
Mobil ini mengusung desain kompak dan modern. Baterainya tersedia dalam kapasitas 13,8 kWh hingga 16,8 kWh, dengan jarak tempuh antara 180 hingga 220 kilometer. Seres E1 cocok untuk kebutuhan harian dalam kota dengan konsumsi energi yang efisien.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Trenggalek Genjot RSUD dr. Soedomo Buka Layanan Ring Jantung
3. VinFast VF3 – Rp227 Juta
Dari Vietnam, VinFast menghadirkan VF3 dengan banderol sekitar Rp227 juta. Desainnya unik dan kompak, membuatnya menarik bagi konsumen muda maupun keluarga kecil.
Mobil ini dibekali motor listrik bertenaga 43 horsepower dengan torsi 110 Nm. Untuk jarak tempuh, VF3 mampu melaju sekitar 210 kilometer dalam satu kali pengisian daya, cukup untuk mobilitas harian di dalam kota.
4. Neta V-II – Mulai Rp299 Juta
Selanjutnya ada Neta V-II dari Neta Auto yang dijual mulai Rp299 juta. Mobil ini hadir dengan desain futuristik serta fitur yang cukup lengkap di kelasnya.
Mengusung baterai lithium ferro-phosphate berkapasitas 36,1 kWh, Neta V-II mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Dengan daya jelajah tersebut, mobil ini sudah cukup untuk perjalanan luar kota tanpa khawatir kehabisan daya.
5. Wuling BinguoEV – Mulai Rp345 Juta
Masih dari Wuling Motors, BinguoEV menjadi opsi menarik bagi konsumen yang menginginkan kapasitas lima penumpang. Mobil ini dibanderol mulai Rp345 juta.
Tersedia dua pilihan baterai, yakni 31,8 kWh dengan jarak tempuh 333 kilometer dan 37,9 kWh yang mampu melaju hingga 410 kilometer. Dengan bentuk menyerupai city car modern, BinguoEV cocok untuk keluarga kecil yang menginginkan kendaraan listrik dengan daya jelajah lebih panjang.
6. Polytron G3 – Rp299 Juta
Nama terakhir adalah Polytron G3, hasil kolaborasi Polytron dengan Skyworth Auto dari Tiongkok. Mobil ini sudah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen.
Polytron G3 dibekali baterai lithium ferro-phosphate berkapasitas 51,9 kWh dan mampu menempuh jarak maksimal hingga 402 kilometer. Menariknya, harga yang ditawarkan mulai Rp299 juta, menjadikannya salah satu SUV listrik dengan jarak tempuh terpanjang di kelas harga tersebut.
Baca Juga: 7 HP 1 Jutaan dengan NFC dan Speaker Stereo Terbaik, Ada Kamera 108 MP dan Baterai 7.000 mAh!
Pilihan Semakin Banyak, Harga Makin Kompetitif
Kehadiran berbagai mobil listrik termurah di Indonesia ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar EV nasional. Konsumen kini memiliki banyak opsi, mulai dari city car kompak hingga SUV dengan jarak tempuh di atas 400 kilometer.
Dengan harga yang semakin kompetitif dan teknologi baterai yang terus berkembang, mobil listrik tak lagi menjadi barang mewah. Bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, enam model di atas bisa menjadi pilihan rasional.
Seiring meningkatnya infrastruktur pengisian daya dan insentif pemerintah, bukan tidak mungkin pasar mobil listrik Indonesia akan semakin tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan.
Editor : Dyah Wulandari