TRENGGALEK JENGGELEK - Ajang pameran teknologi terbesar dunia, Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat, biasanya menjadi tempat peluncuran inovasi terbaru dari berbagai perusahaan teknologi global. Namun pada penyelenggaraan tahun ini, sejumlah perangkat justru menuai kritik tajam hingga masuk dalam daftar produk teknologi terburuk CES 2026.
Penilaian terhadap produk teknologi terburuk CES 2026 dilakukan oleh sejumlah pakar teknologi, aktivis perlindungan konsumen, hingga organisasi yang memperjuangkan hak privasi digital. Mereka memberikan penghargaan satir bertajuk “Worst in Show” kepada produk yang dianggap tidak berguna, berisiko terhadap privasi, atau menimbulkan dampak lingkungan.
Beberapa perangkat yang masuk dalam daftar tersebut bahkan berasal dari perusahaan teknologi besar. Kritik utama yang muncul berkaitan dengan penggunaan kecerdasan buatan yang dinilai berlebihan, serta potensi meningkatnya limbah elektronik akibat produk sekali pakai.
Kulkas AI Samsung Jadi Sorotan Utama
Salah satu perangkat yang paling banyak mendapat kritik adalah Samsung Bespoke AI Family Hub Refrigerator. Kulkas pintar ini memiliki fitur unik yang memungkinkan pengguna membuka pintu hanya dengan perintah suara.
Meski terdengar futuristik, demonstrasi produk di pameran CES menunjukkan bahwa sistem tersebut sering gagal merespons perintah ketika berada di lingkungan yang ramai. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang keandalan teknologi yang digunakan.
Selain masalah teknis, kulkas ini juga dikritik karena potensi pelanggaran privasi. Perangkat tersebut dilengkapi kamera yang memantau isi kulkas dan aktivitas di dapur, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang pengumpulan data pengguna.
Para pengamat menilai inovasi seperti ini justru menambah kompleksitas pada perangkat rumah tangga yang seharusnya sederhana.
Kamera Bel Pintu Amazon Ring Dinilai Invasif
Perangkat lain yang masuk daftar produk teknologi terburuk CES 2026 adalah sistem kamera bel pintu dari Amazon, yaitu Ring Doorbell.
Teknologi ini sebenarnya dirancang untuk meningkatkan keamanan rumah. Namun para juri menilai fitur pengawasan yang dimilikinya terlalu invasif.
Kamera tersebut mampu merekam aktivitas di sekitar rumah, termasuk pergerakan orang di lingkungan sekitar. Bahkan perangkat ini dapat merekam aktivitas tetangga seperti kapan mereka datang atau pergi.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa teknologi ini dapat menciptakan lingkungan yang terasa selalu diawasi, sehingga mengganggu privasi masyarakat.
Robot AI Pasangan Hidup Dinilai Tidak Perlu
Produk lain yang menuai kritik adalah AI Soulmate Companion bernama Amy yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Tiongkok, Lepro.
Perangkat ini dirancang sebagai teman virtual berbasis kecerdasan buatan yang dapat berinteraksi secara personal dengan pengguna. Bahkan konsepnya digambarkan sebagai pasangan hidup digital berbasis AI.
Namun para juri menilai teknologi tersebut sebagai contoh penggunaan AI yang dipaksakan. Menurut mereka, kecerdasan buatan seharusnya difokuskan untuk membantu pekerjaan manusia, bukan menggantikan hubungan sosial atau emosional.
Kritik ini juga mencerminkan kekhawatiran terhadap arah perkembangan teknologi AI yang dinilai semakin jauh dari kebutuhan praktis masyarakat.
Permen Elektronik Sekali Pakai Picu Kekhawatiran Lingkungan
Salah satu produk yang paling mengejutkan dalam daftar produk teknologi terburuk CES 2026 adalah Lollipop Star, permen yang dilengkapi teknologi konduksi tulang untuk memutar musik.
Saat permen dijilat, getaran dari perangkat elektronik di dalamnya akan menghantarkan suara melalui tulang rahang pengguna sehingga musik dapat didengar tanpa menggunakan headphone.
Meski konsepnya unik, perangkat ini mendapat kritik keras karena hanya dapat digunakan sekitar satu jam sebelum akhirnya menjadi sampah elektronik.
Para pengamat lingkungan menilai produk seperti ini berpotensi memperburuk masalah limbah elektronik global. Pasalnya, komponen elektronik di dalamnya tidak dapat diisi ulang maupun digunakan kembali.
Kritik terhadap Tren Teknologi Berlebihan
Daftar produk teknologi terburuk CES 2026 ini menjadi pengingat bahwa tidak semua inovasi teknologi membawa manfaat nyata bagi pengguna.
Banyak pengamat menilai industri teknologi saat ini terlalu fokus menghadirkan fitur baru tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap privasi, keamanan data, maupun lingkungan.
Penghargaan “Worst in Show” diharapkan dapat menjadi peringatan bagi perusahaan teknologi agar lebih bijak dalam mengembangkan produk di masa depan.
Para pakar berharap inovasi teknologi ke depan tidak hanya mengedepankan kecanggihan, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, perlindungan data pengguna, serta kebutuhan nyata masyarakat.
Editor : Edo Trianto