Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kisah iPhone 5C iPhone Murah Pertama Apple: Pernah Dijual Lebih Terjangkau, Tapi Kenapa Justru Gagal di Pasaran?

Edo Trianto • Senin, 9 Maret 2026 | 19:25 WIB

 

Kisah iPhone 5C iPhone Murah Pertama Apple: Pernah Dijual Lebih Terjangkau, Tapi Kenapa Justru Gagal di Pasaran?
Kisah iPhone 5C iPhone Murah Pertama Apple: Pernah Dijual Lebih Terjangkau, Tapi Kenapa Justru Gagal di Pasaran?

TRENGGALEK JENGGELEK – Tidak banyak yang tahu bahwa Apple pernah mencoba menjual iPhone murah pertama melalui produk bernama iPhone 5C. Smartphone yang dirilis pada 2013 ini menjadi eksperimen Apple untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama negara yang sensitif terhadap harga seperti Indonesia dan India.

Namun alih-alih sukses besar, iPhone 5C iPhone murah pertama Apple justru dianggap sebagai produk yang kurang berhasil. Bahkan Apple tidak pernah lagi melanjutkan seri “C” setelah perangkat ini dirilis.

Meski begitu, perangkat yang kini berusia lebih dari satu dekade ini masih menarik untuk dibahas karena menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan iPhone.

Awal Mula iPhone Murah Pertama Apple

Saat diluncurkan pada 2013, Apple sedang menghadapi persaingan ketat dari berbagai produsen smartphone, terutama Android yang mulai menguasai pasar global.

Untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, Apple merilis iPhone 5C sebagai iPhone murah pertama yang diposisikan di bawah iPhone flagship saat itu.

Strateginya cukup jelas: menghadirkan iPhone dengan harga lebih terjangkau tanpa menghilangkan pengalaman khas Apple. Target pasar utamanya adalah negara berkembang seperti India dan Indonesia yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap harga.

Namun ternyata strategi tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Desain Berwarna yang Berbeda dari iPhone Lain

Salah satu hal paling mencolok dari iPhone 5C adalah desainnya yang berbeda dari generasi iPhone sebelumnya.

Jika biasanya iPhone menggunakan material kaca atau metal dengan warna yang cenderung elegan, iPhone 5C hadir dengan bodi plastik berwarna cerah.

Apple menawarkan berbagai pilihan warna seperti:

Kuning

Biru

Hijau

Pink

Putih


Konsep ini membuat iPhone 5C dikenal sebagai iPhone colorful pertama dari Apple.

Bahkan kemasannya dibuat transparan agar warna perangkat dapat langsung terlihat dari luar kotak.

Walaupun tampil unik, sebagian pengguna menilai material plastik tersebut membuat perangkat terasa kurang premium dibanding iPhone lain.

Spesifikasi iPhone 5C di Masanya

Meski diposisikan sebagai iPhone yang lebih murah, spesifikasi iPhone 5C sebenarnya masih cukup kuat pada zamannya.

Perangkat ini menggunakan chipset Apple A6 yang juga digunakan pada iPhone 5. Dengan spesifikasi tersebut, performanya masih tergolong cepat pada saat dirilis.

Beberapa spesifikasi utama iPhone 5C antara lain:

Layar 4 inci Retina Display

Resolusi 640p dengan kepadatan 326 PPI

Chipset Apple A6 dual core

RAM 1 GB

Kamera belakang 8 MP

Kamera depan 1,2 MP

Baterai 1510 mAh


Pada masa itu, spesifikasi tersebut masih tergolong kelas flagship.

Bahkan hingga sekarang, beberapa unit iPhone 5C masih dapat menyala dan berjalan cukup lancar meski usianya sudah lebih dari 10 tahun.

Harga yang Justru Tidak Terlalu Murah

Salah satu penyebab utama kegagalan iPhone murah pertama Apple ini adalah soal harga.

Saat pertama dijual di Indonesia, harga iPhone 5C ternyata tidak terpaut jauh dari iPhone 5S yang merupakan model flagship.

Sebagai gambaran:

iPhone 5S 16 GB: sekitar Rp9,5 juta

iPhone 5C 16 GB: sekitar Rp8,7 juta


Selisih harga yang terlalu kecil membuat banyak konsumen lebih memilih iPhone 5S yang memiliki spesifikasi lebih baik dan fitur Touch ID.

Dengan perbedaan harga yang tipis, iPhone 5C akhirnya dianggap memiliki posisi yang kurang jelas di pasar.

Minim Fitur Premium Dibanding iPhone 5S

Masalah lain yang membuat iPhone 5C kurang diminati adalah karena diluncurkan bersamaan dengan iPhone 5S.

Padahal iPhone 5S membawa sejumlah fitur baru yang cukup revolusioner pada masanya, seperti:

Touch ID (sensor sidik jari)

Chipset yang lebih cepat

Material bodi metal yang lebih premium


Sementara itu, iPhone 5C tetap menggunakan sistem keamanan PIN biasa tanpa fitur biometrik.

Kombinasi antara harga yang tidak jauh berbeda dan fitur yang kalah membuat banyak pengguna lebih memilih iPhone 5S.

Apple Belajar dari Kegagalan iPhone 5C

Meski dianggap gagal, iPhone 5C tetap memberikan pelajaran penting bagi Apple.

Setelah produk ini, Apple mencoba pendekatan berbeda dengan merilis seri iPhone SE yang menawarkan chipset terbaru namun menggunakan desain lama agar harga bisa lebih terjangkau.

Selain itu, Apple juga kembali menghadirkan iPhone dengan warna beragam melalui seri seperti iPhone XR.

Dari pengalaman tersebut, Apple tampaknya memahami bahwa pengguna menyukai iPhone yang berwarna cerah, tetapi tetap menginginkan material premium dan harga yang benar-benar kompetitif.

Editor : Edo Trianto
#iPhone murah Apple #Sejarah iphone #iPhone 5C #Apple smartphone lawas #iPhone 2013