Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Polytron Fox Air vs Alpha N3, Duel Motor Listrik Rp18 Jutaan Ini Bikin Bingung! Bandingkan Spek, Fitur, dan Jarak Tempuhnya

Edo Trianto • Rabu, 11 Maret 2026 | 20:45 WIB

Polytron Fox Air vs Alpha N3, Duel Motor Listrik Rp18 Jutaan Ini Bikin Bingung! Bandingkan Spek, Fitur, dan Jarak Tempuhnya
Polytron Fox Air vs Alpha N3, Duel Motor Listrik Rp18 Jutaan Ini Bikin Bingung! Bandingkan Spek, Fitur, dan Jarak Tempuhnya

TRENGGALEK JENGGELEK - Persaingan motor listrik di Indonesia semakin ketat. Salah satu yang menarik perhatian adalah perbandingan Polytron Fox Air vs Alpha N3, dua motor listrik yang memiliki spesifikasi dan harga hampir sama di kelas Rp18 jutaan.

Kedua motor listrik ini sering dianggap sebagai rival langsung di pasar kendaraan listrik nasional. Selain sama-sama menggunakan motor hub 3.000 watt, Polytron Fox Air vs Alpha N3 juga memiliki dimensi bodi yang mirip dengan skuter matik konvensional.

Dalam sebuah ulasan di kanal YouTube otomotif, kedua motor listrik tersebut dibandingkan dari berbagai aspek mulai dari dimensi, performa, baterai hingga fitur keamanan. Hasilnya menunjukkan bahwa masing-masing motor memiliki keunggulan yang berbeda.

Dimensi dan Desain Bodi

Dari sisi ukuran, Alpha N3 memiliki dimensi yang sedikit lebih ramping dengan panjang sekitar 1.920 mm, lebar 710 mm dan tinggi 1.100 mm.

Sementara Polytron Fox Air memiliki ukuran lebih besar dengan panjang sekitar 1.950 mm, lebar 810 mm dan tinggi 1.200 mm. Perbedaan ini membuat Fox Air terlihat lebih besar dan sedikit lebih bongsor dibandingkan Alpha N3.

Ukuran ban juga berbeda. Alpha N3 menggunakan velg berdiameter 14 inci, sedangkan Fox Air memakai velg 13 inci. Perbedaan ini membuat Alpha N3 terasa lebih kompak dan lincah saat digunakan di jalan sempit atau kondisi macet.

Performa Motor dan Kecepatan

Dalam hal tenaga, kedua motor listrik ini menggunakan dinamo hub motor 3.000 watt. Namun, terdapat perbedaan pada tenaga puncaknya.

Alpha N3 memiliki peak power sekitar 4.500 watt dengan kecepatan maksimal sekitar 80 km/jam. Sedangkan Polytron Fox Air memiliki tenaga puncak yang lebih besar mencapai 6.409 watt dengan top speed hingga 95 km/jam.

Perbedaan tenaga ini membuat Fox Air terasa lebih agresif saat akselerasi. Saat mode berkendara sport diaktifkan, motor listrik ini memiliki hentakan tenaga yang cukup terasa.

Sebaliknya, Alpha N3 lebih halus saat berakselerasi. Motor ini memiliki tiga mode berkendara yang membuat akselerasi terasa lebih lembut, sehingga cocok untuk pemula atau pengguna yang baru beralih ke kendaraan listrik.

Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh

Perbandingan Polytron Fox Air vs Alpha N3 juga terlihat jelas pada sektor baterai.

Alpha N3 menggunakan baterai lithium 72 volt 25 Ah dengan jarak tempuh sekitar 70 kilometer untuk satu baterai. Jika menggunakan dua baterai, jaraknya bisa mencapai sekitar 140 kilometer.

Sementara itu, Fox Air menggunakan baterai LiFePO4 berkapasitas 72 volt 52 Ah dengan klaim jarak tempuh hingga 130 kilometer. Bahkan dalam pengujian, motor ini mampu menempuh jarak lebih dari 130 kilometer.

Namun terdapat perbedaan sistem kepemilikan baterai. Baterai Alpha N3 menjadi hak milik pengguna, sedangkan baterai Fox Air menggunakan sistem sewa dengan biaya sekitar Rp200 ribu per bulan.

Fitur Keamanan dan Teknologi

Alpha N3 memiliki beberapa fitur keamanan tambahan yang cukup menarik. Motor ini sudah dilengkapi sistem CBS (Combi Brake System) yang membantu pengereman lebih stabil karena rem depan dan belakang bekerja bersamaan.

Selain itu, Alpha N3 juga memiliki alarm, buzzer, serta side stand sensor yang membuat motor tidak bisa dijalankan saat standar samping masih turun.

Fox Air juga memiliki fitur keamanan seperti alarm dan side stand sensor. Namun motor ini belum dilengkapi sistem CBS seperti Alpha N3.

Keduanya sudah menggunakan lampu LED di seluruh bagian, mulai dari lampu utama hingga lampu sein. Panel instrumen juga sama-sama menggunakan layar negatif LCD yang mudah dibaca saat berkendara.

Fitur Modern dan Aplikasi

Alpha N3 menawarkan beberapa fitur tambahan seperti tiga mode berkendara, tombol mundur, lampu hazard, serta kompartemen penyimpanan yang cukup besar. Motor ini juga memiliki tempat khusus untuk smartphone yang dilengkapi USB Type-A dan Type-C.

Sementara itu, Polytron Fox Air dilengkapi aplikasi Polytron EV yang memungkinkan pengguna memantau posisi motor, jarak tempuh, hingga lokasi stasiun fast charging terdekat.

Fitur fast charging ini menjadi salah satu keunggulan Fox Air karena memungkinkan pengisian baterai lebih cepat saat perjalanan jauh.

Mana yang Lebih Layak Dipilih?

Jika melihat harga, kedua motor listrik ini memang sangat berdekatan. Alpha N3 dijual sekitar Rp18,5 juta tanpa baterai, sedangkan Polytron Fox Air sekitar Rp18,1 juta untuk unit motor saja tanpa biaya sewa baterai.

Secara keseluruhan, Polytron Fox Air vs Alpha N3 memiliki karakter yang berbeda. Alpha N3 cocok bagi pengguna yang menginginkan sensasi berkendara seperti motor matik biasa dengan baterai milik sendiri.

Sedangkan Fox Air lebih cocok bagi pengguna yang membutuhkan tenaga lebih besar, jarak tempuh lebih jauh, serta dukungan fast charging untuk perjalanan yang lebih panjang.

Dengan spesifikasi yang hampir seimbang, pilihan akhirnya kembali pada kebutuhan dan preferensi masing-masing pengguna motor listrik di Indonesia

 

Editor : Edo Trianto
#Alpha N3 #Polytron Fox Air #harga motor listrik Indonesia #Perbandingan motor listrik #review motor listrik