TRENGGALEK JENGGELEK - Review Oppo A6 mulai ramai dibahas karena smartphone ini hadir di segmen harga Rp1 jutaan namun membawa spesifikasi yang cukup menarik. Dengan kombinasi baterai besar 6500 mAh, layar refresh rate 120Hz, hingga chipset Snapdragon 685, perangkat ini mencoba menawarkan pengalaman yang lebih baik di kelas entry level.
Seri Oppo A6 sendiri merupakan bagian dari lini A Series yang selama ini dikenal sebagai smartphone terjangkau dengan fokus pada desain stylish, baterai besar, serta performa yang cukup untuk penggunaan harian.
Dalam segmen harga Rp1 jutaan, Oppo mencoba memberikan nilai lebih melalui desain premium, penyimpanan cepat, hingga layar dengan refresh rate tinggi yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel kelas menengah.
Namun apakah spesifikasi tersebut benar-benar membuat Oppo A6 layak dibeli? Berikut ulasan lengkapnya.
Desain Premium untuk Kelas Entry Level
Salah satu keunggulan utama dari Oppo A6 adalah desainnya yang terlihat jauh lebih mahal dari harga sebenarnya.
Meski menggunakan material polikarbonat pada frame dan penutup belakang, smartphone ini tetap terasa solid ketika digenggam. Bahkan sekilas perangkat ini terlihat seperti menggunakan material kaca.
Bagian belakang memiliki finishing halus dengan tekstur yang menyerupai pola ombak, sehingga memberikan kesan elegan. Pilihan warna yang tersedia juga terlihat modern dan tidak terkesan murahan.
Smartphone ini memiliki dimensi panjang sekitar 166 mm dengan bobot 210 gram. Berat tersebut masih tergolong wajar mengingat kapasitas baterai yang cukup besar.
Menariknya, Oppo A6 juga sudah memiliki sertifikasi IP64. Artinya perangkat ini cukup tahan terhadap debu dan percikan air, meskipun tidak dirancang untuk direndam dalam air.
Di sisi kanan terdapat tombol power yang sekaligus berfungsi sebagai sensor sidik jari. Sementara di sisi kiri terdapat slot SIM triple yang memungkinkan pengguna memasang dua kartu SIM sekaligus kartu microSD.
Layar 120Hz yang Terang
Bagian layar menjadi salah satu nilai jual utama Oppo A6.
Smartphone ini menggunakan layar IPS berukuran 6,75 inci dengan resolusi HD Plus. Meski resolusinya belum Full HD, layar tersebut sudah mendukung refresh rate hingga 120Hz.
Refresh rate ini bahkan bersifat adaptif, sehingga bisa berpindah antara 60Hz, 90Hz, hingga 120Hz sesuai kebutuhan.
Kecerahan layar juga tergolong tinggi untuk kelas harganya. Dalam pengujian, tingkat brightness maksimum dapat mencapai hampir 1000 nits ketika digunakan di luar ruangan.
Dengan tingkat kecerahan tersebut, layar masih cukup nyaman digunakan di bawah sinar matahari.
Performa Snapdragon 685 dan Storage UFS
Dari sisi performa, Oppo A6 ditenagai chipset Snapdragon 685 yang cukup populer di kelas entry level hingga menengah.
Chipset ini dipadukan dengan RAM hingga 6 GB serta penyimpanan internal 128 GB. Yang menarik, Oppo sudah menggunakan teknologi penyimpanan UFS 2.2, bukan eMMC seperti kebanyakan ponsel murah.
Penggunaan UFS membuat proses membuka aplikasi terasa lebih cepat dan responsif.
Dalam pengujian benchmark, skor AnTuTu smartphone ini berada di kisaran 360 ribu poin. Performa tersebut cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi harian seperti media sosial, e-commerce, hingga multitasking ringan.
Untuk gaming, beberapa game populer seperti Mobile Legends masih dapat berjalan cukup lancar pada 60 FPS. PUBG Mobile dapat dimainkan di pengaturan grafis Smooth dengan frame rate sekitar 40 FPS.
Sementara untuk game berat seperti Genshin Impact, performanya berada di kisaran 30 FPS dengan pengaturan grafis terendah.
Kamera Masih Sangat Basic
Meski memiliki beberapa keunggulan di sektor lain, kamera Oppo A6 tergolong sangat standar.
Kamera belakang utama memiliki resolusi 13 MP, sementara kamera depan hanya 5 MP. Keduanya mampu merekam video hingga resolusi 1080p pada 30 FPS.
Sayangnya, fitur stabilisasi video belum tersedia baik pada kamera depan maupun belakang.
Hasil foto masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari, namun kualitasnya belum terlalu menonjol terutama dalam kondisi cahaya rendah.
Baterai Besar Tapi Pengisian Lambat
Keunggulan lain dari Oppo A6 adalah kapasitas baterai yang mencapai 6500 mAh.
Dengan baterai sebesar ini, smartphone mampu memutar video hingga sekitar 24 jam dalam pengujian pemutaran lokal.
Namun di sisi lain, kecepatan pengisian daya menjadi salah satu kelemahan. Charger bawaan hanya memiliki daya 15 watt.
Akibatnya, pengisian baterai dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 2 jam 37 menit.
Cocok untuk Pengguna Pemula
Dengan harga mulai sekitar Rp1,5 juta, Oppo A6 bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang mencari smartphone murah dengan desain bagus dan performa cukup untuk aktivitas harian.
Perangkat ini cocok digunakan sebagai smartphone pertama, ponsel untuk anak sekolah, maupun perangkat bagi orang tua yang membutuhkan ponsel sederhana namun tetap nyaman digunakan.
Meski masih memiliki beberapa kekurangan seperti kamera basic, speaker mono, dan belum adanya NFC, secara keseluruhan Oppo A6 tetap menawarkan nilai yang cukup menarik di kelas entry level.
Editor : Edo Trianto