TRENGGALEK NJENGGELEK - Indomobil EMotor Sprinto EV kembali diuji dalam perjalanan jarak jauh untuk melihat performa riilnya di kondisi penggunaan sehari-hari. Dalam pengujian ini, Indomobil EMotor Sprinto EV digunakan untuk perjalanan dari Ciledug, Tangerang menuju Bogor dengan kondisi berboncengan dua orang.
Pengujian Indomobil EMotor Sprinto EV ini menarik karena membawa beban total sekitar 120 kg, sehingga dapat memberikan gambaran realistis terkait konsumsi baterai dan performa motor listrik ini di jalanan.
Baca Juga: Pembangunan KDMP Belum Merata , Baru 14 Titik Terima Bantuan Sarpras
Start dari Tangerang, Baterai 100 Persen
Perjalanan dimulai dari Ciledug dengan kondisi baterai penuh 100 persen dan odometer di angka 1.018 km. Dalam beberapa kilometer awal, motor langsung menunjukkan karakter responsif, meski pengendara harus menyesuaikan mode berkendara sesuai kondisi jalan.
Saat memasuki kawasan Bintaro, dengan jarak tempuh sekitar 8 km, baterai turun ke 91 persen. Pengendara menyebut penggunaan mode comfort sangat penting saat kondisi macet untuk menghindari hentakan yang kurang nyaman.
Mode Berkendara Berpengaruh Besar
Indomobil EMotor Sprinto EV memiliki tiga mode berkendara, yakni comfort, sport, dan boost. Dalam pengujian ini, mode comfort digunakan saat jalan padat, sementara mode sport dan boost digunakan saat jalan mulai lengang.
Penggunaan mode boost memberikan akselerasi signifikan. Motor mampu melaju hingga kecepatan sekitar 78 km/jam dengan respons gas yang sangat cepat. Namun, perpindahan mode dari comfort ke sport dinilai membutuhkan adaptasi, terutama saat ingin akselerasi mendadak.
Baca Juga: Pisah Sambut Kepala SMAN 1 Trenggalek, Optimisme Baru untuk Peningkatan Prestasi
Konsumsi Baterai dan Jarak Tempuh
Memasuki kawasan Parung, tepatnya di Citraland, motor telah menempuh jarak 24 km dengan sisa baterai 68 persen. Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga 35 km dengan baterai tersisa 48 persen.
Melihat konsumsi tersebut, pengendara memutuskan untuk melakukan pengisian daya sebelum mencapai tujuan akhir di Kopi Nako Bogor. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan dengan dua penumpang cukup berpengaruh terhadap daya jelajah.
Fast Charging Jadi Andalan
Pengisian daya dilakukan di dealer Indomobil Yasmin, Bogor yang telah menyediakan fasilitas fast charging. Teknologi ini menjadi salah satu keunggulan Indomobil EMotor Sprinto EV.
Dengan daya fast charging hingga 35 ampere, waktu pengisian dari kondisi hampir habis hingga penuh hanya membutuhkan sekitar 30 hingga 45 menit. Bahkan dalam pengujian ini, baterai sudah kembali 100 persen dalam waktu kurang dari setengah jam.
Fasilitas fast charging ini juga tersedia untuk umum dan dapat digunakan 24 jam, memberikan kemudahan bagi pengguna motor listrik Indomobil.
Baca Juga: Pembangunan KDMP Belum Merata , Baru 14 Titik Terima Bantuan Sarpras
Lanjut Perjalanan Hingga Tujuan
Setelah pengisian daya, perjalanan dilanjutkan menuju Kopi Nako. Medan jalan yang dilalui cukup beragam, mulai dari jalan macet hingga tanjakan.
Indomobil EMotor Sprinto EV tetap mampu melibas tanjakan dengan dua penumpang tanpa kendala berarti. Hal ini membuktikan bahwa motor listrik ini cukup tangguh untuk penggunaan dalam kota hingga luar kota.
Setibanya di lokasi tujuan, odometer menunjukkan angka 1.085 km. Artinya, total perjalanan yang ditempuh mencapai 67 km dengan kondisi baterai masih tersisa sekitar 64 persen.
Kelebihan dan Kekurangan
Dari hasil pengujian, terdapat beberapa kelebihan yang menonjol dari Indomobil EMotor Sprinto EV. Di antaranya adalah akselerasi responsif, bodi ramping yang memudahkan manuver, serta kenyamanan yang masih terjaga meski digunakan berboncengan.
Selain itu, keberadaan fitur fast charging menjadi nilai tambah besar karena mampu memangkas waktu pengisian daya secara signifikan.
Namun, terdapat beberapa catatan. Suspensi atau shockbreaker dirasa cukup keras, baik saat berkendara sendiri maupun berboncengan. Selain itu, penggunaan mode sport atau boost di kondisi macet membuat motor terasa kurang halus.
Estimasi Jarak Tempuh Riil
Secara keseluruhan, Indomobil EMotor Sprinto EV diperkirakan memiliki jarak tempuh riil sekitar 80 km dalam kondisi berboncengan. Angka ini bisa lebih tinggi jika digunakan oleh satu orang dengan gaya berkendara lebih santai.
Dengan harga di kisaran Rp26 jutaan, motor ini dinilai masih sangat kompetitif di segmen motor listrik Indonesia.
Indomobil EMotor Sprinto EV pun menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan harian dengan performa cukup bertenaga serta dukungan teknologi pengisian cepat.
Editor : Fadhilah Salsa Bella