TRENGGALEK NJENGGELEK - Motor hybrid Monkey Baha menjadi sorotan karena menghadirkan konsep unik yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dalam satu kendaraan. Motor hybrid Monkey Baha ini bukan produk massal pabrikan, melainkan hasil modifikasi custom yang menawarkan teknologi hybrid sesungguhnya di roda dua.
Dalam pengujian dan review, motor hybrid Monkey Baha terbukti mampu berjalan menggunakan dua sumber tenaga, yakni mesin bensin 100 cc dan motor listrik berbasis hub BLDC. Kombinasi ini memberikan fleksibilitas bagi pengendara untuk memilih mode berkendara sesuai kebutuhan.
Keunikan motor hybrid Monkey Baha terletak pada sistem pengisian baterainya yang tidak biasa. Saat mesin bensin digunakan, sistem dapat sekaligus mengisi ulang baterai layaknya teknologi regenerative charging dengan kapasitas besar.
Konsep Hybrid Sesungguhnya di Motor Kecil
Motor hybrid Monkey Baha mengusung konsep mirip plug-in hybrid pada mobil. Namun, bedanya, pengisian baterai tidak hanya mengandalkan charger eksternal, tetapi juga dari putaran roda saat mesin bensin aktif.
Dengan bantuan controller khusus, energi dari putaran roda belakang dapat dikonversi menjadi listrik untuk mengisi baterai. Bahkan, arus pengisian bisa diatur hingga puluhan ampere, membuat proses charging jauh lebih cepat dibanding sistem regenerative biasa.
Dalam kondisi tertentu, motor ini mampu mengisi hingga 50 persen baterai hanya dalam waktu sekitar satu jam perjalanan menggunakan mesin bensin.
Spesifikasi Mesin dan Motor Listrik
Motor hybrid Monkey Baha menggunakan mesin bensin 100 cc berbasis Honda Legenda dengan sistem karburator dan transmisi manual empat percepatan. Mesin ini dikenal sederhana namun tangguh.
Sementara untuk tenaga listrik, disematkan motor hub BLDC berkekuatan hingga 10.000 watt. Tenaga tersebut memberikan akselerasi instan khas kendaraan listrik.
Baterai yang digunakan berkapasitas 60 volt 50 Ah, dengan opsi penambahan baterai untuk meningkatkan jarak tempuh. Dalam kondisi standar, motor listriknya mampu menjangkau 50 hingga 80 km.
Jarak Tempuh Bisa Lebih dari 200 KM
Dengan kombinasi mesin bensin dan listrik, motor hybrid Monkey Baha menawarkan jarak tempuh yang impresif. Dalam kondisi penuh, tangki bensin sekitar 4 liter mampu membawa motor sejauh 120 hingga 160 km.
Jika ditambah dengan tenaga listrik, total jarak tempuh bisa menembus lebih dari 200 km. Bahkan, dengan tambahan baterai, jarak tempuh berpotensi lebih jauh lagi.
Konsep ini membuat motor hybrid Monkey Baha sangat cocok untuk perjalanan jarak menengah tanpa khawatir kehabisan daya.
Performa dan Sensasi Berkendara
Dalam penggunaan, motor hybrid Monkey Baha menawarkan dua karakter berbeda. Saat menggunakan mesin bensin, performanya terasa seperti motor bebek klasik dengan kecepatan ideal sekitar 40–45 km/jam.
Namun ketika beralih ke mode listrik, akselerasi terasa jauh lebih responsif. Motor ini mampu mencapai kecepatan hingga 70 km/jam dalam mode listrik, memberikan sensasi berkendara yang lebih modern.
Meski begitu, penggunaan kedua sistem secara bersamaan tidak disarankan karena perbedaan torsi yang signifikan.
Baca Juga: Polytron Fox S 2026, Motor Listrik Stylish Ini Ternyata Hemat Banget, Sekali Cas Cuma Rp2.500 !
Desain Kompak dan Fungsional
Mengusung basis Monkey Baha, motor ini memiliki dimensi kecil dan ringkas. Hal ini membuatnya mudah dikendalikan, terutama di jalanan sempit atau medan ringan.
Posisi duduk yang rendah juga memberikan kenyamanan bagi pengendara dengan tinggi badan beragam. Ground clearance yang cukup tinggi membuatnya tetap aman saat melintasi jalan tidak rata.
Penempatan baterai di bagian belakang memang memengaruhi distribusi bobot, namun masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu kenyamanan secara signifikan.
Biaya Modifikasi dan Potensi Pengembangan
Untuk membangun motor hybrid Monkey Baha, biaya modifikasi diperkirakan tidak terlalu mahal. Komponen utama seperti motor listrik, controller, dan baterai bisa dirakit dengan kisaran belasan juta rupiah di luar harga motor dasar.
Konsep ini membuka peluang besar bagi pengembangan motor hybrid di masa depan, terutama untuk pengguna yang menginginkan efisiensi sekaligus fleksibilitas.
Dengan inovasi seperti ini, motor hybrid Monkey Baha membuktikan bahwa teknologi hybrid tidak hanya milik mobil, tetapi juga bisa diterapkan secara efektif pada kendaraan roda dua.
Editor : Fadhilah Salsa Bella