Trenggalek - Klaim jarak tempuh motor listrik Davigo Dragon hingga 200 km akhirnya diuji secara langsung dalam perjalanan jarak jauh. Pengujian dilakukan dari Cibubur, Jakarta menuju Bandung melalui jalur Jonggol yang dikenal memiliki kontur jalan menantang, mulai dari tanjakan, turunan, hingga tikungan tajam.
Motor listrik Davigo Dragon ini menjadi sorotan karena disebut mampu menempuh jarak jauh tanpa perlu pengisian ulang baterai. Klaim tersebut tentu menarik perhatian, terutama bagi pengguna yang masih ragu menggunakan kendaraan listrik untuk perjalanan luar kota.
Dalam pengujian ini, unit yang digunakan adalah Davigo Dragon versi baterai lithium berkapasitas 72 volt 60 ampere. Motor ini dibekali tenaga 1800 watt dengan ukuran roda 10 inci di bagian depan dan belakang.
Perjalanan Dimulai dari Cibubur
Perjalanan dimulai dari Cibubur dengan odometer awal menunjukkan angka 65 km. Pengujian dilakukan dengan memantau jarak tempuh menggunakan perangkat GPS tambahan untuk memastikan akurasi.
Pada 20 km pertama, motor masih menunjukkan performa stabil dengan baterai dalam kondisi penuh. Kecepatan pada level 1 tercatat mencapai maksimal sekitar 45 km/jam.
Memasuki level 2, kecepatan meningkat hingga kisaran 55 km/jam. Sementara pada level 3 dan 4, motor mampu melaju hingga 60–70 km/jam, tergantung kondisi jalan.
Tanjakan Jonggol hingga Cianjur Jadi Ujian
Rute Jonggol hingga Cianjur menjadi tantangan utama dalam pengujian ini. Jalan yang berkelok dan menanjak membuat konsumsi daya meningkat. Meski begitu, motor tetap mampu mempertahankan performa.
Saat memasuki wilayah Cianjur, jarak tempuh sudah mencapai sekitar 71 km. Menariknya, baterai masih menunjukkan kondisi relatif stabil meskipun sudah melewati berbagai medan.
Di tanjakan, kecepatan memang sedikit turun, namun tetap berada di kisaran 40–50 km/jam. Hal ini menunjukkan motor masih cukup bertenaga untuk penggunaan luar kota.
Tembus 133 Km, Baterai Masih Tersisa
Setelah melewati Padalarang hingga masuk Kota Bandung, total jarak tempuh mencapai sekitar 133,4 km. Pada titik ini, indikator baterai masih menyisakan sekitar tiga bar.
Dengan sisa daya tersebut, motor diyakini masih mampu melanjutkan perjalanan lebih jauh. Artinya, klaim jarak tempuh hingga 200 km bukan sekadar teori, melainkan cukup realistis dalam penggunaan nyata.
Pengujian berakhir di showroom Davigo Bandung dengan total jarak sekitar 140 km dari titik awal. Kondisi baterai yang masih tersisa menjadi bukti efisiensi motor listrik ini.
Performa dan Kenyamanan Berkendara
Dari sisi performa, Davigo Dragon dinilai cukup mumpuni. Motor ini mampu menyalip kendaraan lain di jalan menanjak, termasuk mobil dan truk.
Untuk kenyamanan, posisi duduk cukup ergonomis. Pengendara bahkan masih bisa selonjoran saat berkendara jarak jauh, menambah kenyamanan selama perjalanan.
Suspensi depan dan belakang memang terasa sedikit kaku, terutama karena unit masih baru. Namun secara keseluruhan masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu pengalaman berkendara.
Catatan Kekurangan
Meski performa dan jarak tempuh cukup memuaskan, ada beberapa catatan. Salah satunya adalah akurasi odometer yang kurang konsisten.
Dari data awal 65 km hingga akhir perjalanan, angka odometer menunjukkan lonjakan yang tidak sesuai dengan jarak sebenarnya. Hal ini diduga karena sistem belum dikalibrasi dengan baik.
Harga dan Varian
Davigo Dragon tersedia dalam dua varian, yakni versi lithium ion dan grafen SLA. Untuk versi lithium yang diuji, dibanderol sekitar Rp21,97 juta off the road.
Sementara varian grafen SLA ditawarkan dengan harga lebih terjangkau, sekitar Rp17 jutaan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, motor listrik Davigo Dragon berhasil membuktikan kemampuannya dalam perjalanan jarak jauh. Dengan kondisi jalan yang beragam, motor ini tetap mampu menempuh lebih dari 130 km dengan sisa baterai yang cukup signifikan.
Hasil ini menunjukkan bahwa motor listrik bukan lagi sekadar kendaraan perkotaan, tetapi juga sudah layak digunakan untuk perjalanan antarkota.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh