Di tengah persaingan ketat HP murah, OPPO A6X mencoba tampil berbeda.
Namun, apakah benar perangkat ini bisa menjadi pilihan terbaik, atau justru hanya mengandalkan nama besar brand?
Secara tampilan, OPPO A6X memang cukup menarik. Desainnya simpel dengan varian warna ungu yang memiliki efek visual unik.
Namun secara keseluruhan, tidak ada elemen desain yang benar-benar istimewa.
Material plastik masih mendominasi, sesuatu yang lumrah di kelas harga ini.
Baca Juga: Kenapa HP RAM 12 GB Murah Jadi Buruan ? Ini 7 Pilihan Terbaik 2026 dengan Spek Dewa !
Fitur Penting Justru Absen
Salah satu kelemahan paling terasa dari OPPO A6X adalah absennya fitur penting seperti NFC dan gyroscope.
Padahal, beberapa kompetitor di kelas harga serupa sudah mulai menyertakan fitur tersebut.
Ketiadaan NFC membuat pengguna tidak bisa melakukan top up e money dengan mudah, sementara absennya gyro berdampak pada pengalaman gaming tertentu yang membutuhkan sensor gerak.
Layar Mulus, Tapi Resolusi Rendah
OPPO A6X memang menawarkan refresh rate 120Hz, namun resolusinya masih HD+.
Ini menjadi kompromi yang cukup signifikan. Visual mungkin terasa mulus saat scrolling, tetapi ketajaman gambar masih kalah dibandingkan layar Full HD.
Performa Cukup, Tapi Tidak Konsisten
Penggunaan Snapdragon 685 memang terlihat menjanjikan. Namun dalam praktiknya, performa OPPO A6X masih belum stabil, terutama untuk gaming.
Frame rate bisa turun drastis saat momen penting, yang tentu mengganggu pengalaman bermain.
RAM 4GB juga menjadi batasan tersendiri, terutama bagi pengguna yang sering multitasking.
Baterai Besar, Charging Lambat
Dengan kapasitas 6500 mAh, OPPO A6X unggul dalam daya tahan. Namun keunggulan ini dibayangi oleh kecepatan charging yang lambat.
Dibutuhkan waktu hampir 3 jam untuk mengisi penuh baterai, yang bisa menjadi masalah bagi pengguna aktif.
Kamera Kurang Memuaskan
Sektor kamera menjadi titik lemah lainnya. Dengan sensor utama 13MP, hasil foto terlihat biasa saja, bahkan cenderung kusam. Dalam kondisi minim cahaya, kualitasnya semakin menurun drastis.
Tanpa stabilisasi video, hasil rekaman juga terlihat goyang, membuatnya kurang ideal untuk kebutuhan konten.
Kesimpulan
OPPO A6X bukanlah HP buruk, tetapi juga bukan yang terbaik di kelasnya.
Perangkat ini cocok untuk pengguna dengan kebutuhan dasar seperti chatting, media sosial, dan konsumsi konten ringan.
Namun, bagi yang menginginkan fitur lengkap atau performa lebih stabil, ada banyak pilihan lain yang lebih kompetitif.
Terutama pada varian harga di atas Rp2 juta, OPPO A6X justru terasa kurang worth it.