JAKARTA – Tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia semakin menunjukkan taringnya di tahun 2026. Salah satu pemain utama yang kembali menjadi buah bibir adalah motor listrik Gesit. Sebagai karya asli anak bangsa, Gesit bukan sekadar kendaraan tanpa emisi, melainkan simbol kemandirian teknologi nasional yang kini mulai mendominasi jalanan perkotaan.
Lahir dari kolaborasi antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan industri nasional, motor ini mengusung nama besar Garansindo Electric Scooter ITS. Menariknya, motor listrik Gesit diproduksi di pabrik Cileungsi, Jawa Barat, dengan tingkat kandungan lokal (TKDN) mencapai 85 persen. Komponen vital mulai dari bodi, motor penggerak, hingga perangkat lunak pada dashboard semuanya merupakan hasil kreasi tangan-tangan kreatif dalam negeri.
Pemerintah pun tidak main-main dalam mendukung eksistensi kendaraan ini. Dengan subsidi hingga Rp7 juta yang masih digulirkan, harga motor listrik ini menjadi sangat kompetitif, bahkan setara dengan harga motor bebek konvensional. Hal ini memicu lonjakan minat masyarakat yang ingin beralih dari bahan bakar fosil ke tenaga elektrik yang lebih hemat biaya operasional.
Baca Juga: Rekomendasi Hp Kamera Bagus Harga Murah 2026, Sudah OIS, Video Stabil, Cocok untuk Foto dan Konten!
Performa Garang dan Teknologi Baterai "Power Bank"
Jangan tertipu dengan suaranya yang senyap, motor listrik Gesit dibekali tenaga 5.000 Watt atau 5 kW. Performa ini diklaim setara dengan motor bensin kelas 125cc ke atas. Akselerasinya pun tergolong impresif; untuk menembus kecepatan 0 hingga 50 km/jam, motor ini hanya membutuhkan waktu singkat yakni 5 detik saja, dengan kecepatan maksimal yang dibatasi pada 70 km/jam demi keamanan berkendara.
Sektor baterai menjadi keunggulan tersendiri bagi pengguna harian. Menggunakan teknologi Lithium Ion 72 Volt 20 Ah, satu baterai sanggup membawa pengendara sejauh 50 km. Jika ingin perjalanan lebih jauh, tersedia slot untuk baterai kedua yang mampu melipatgandakan jarak tempuh hingga 100 km. Uniknya, sistem baterai ini bersifat removable, sehingga pengguna bisa mencabut dan mengisi dayanya di mana saja layaknya sebuah "power bank" raksasa.
Fitur Pintar dan Keamanan Maksimal
Untuk menunjang kenyamanan, Gesit menyematkan tiga mode berkendara: Eco, Urban, dan Sport. Fitur yang paling disukai pengguna saat parkir adalah adanya mode mundur (reverse mode), yang sangat membantu ketika harus bermanuver di area tanjakan atau ruang sempit. Keselamatan berkendara pun tetap terjaga berkat penggunaan rem cakram pada kedua roda (depan dan belakang) serta sistem pencahayaan yang sudah Full LED.
Baca Juga: 7 Hp Kamera Bagus Harga Murah 2026, Sudah OIS dan 5G, Hasil Foto Jernih Bak Kamera Profesional!
Kecanggihan motor ini semakin terasa berkat Smart Dashboard yang dapat terkoneksi langsung ke aplikasi smartphone. Pengendara bisa memantau status kesehatan baterai, sisa jarak tempuh, hingga mendapatkan notifikasi jika terjadi gangguan teknis melalui layar ponsel. Di tahun 2026 ini, varian yang tersedia mulai dari Gesit Raya dengan harga sekitar Rp21 juta, hingga varian tertinggi Gesit G1x yang dibanderol Rp29,75 juta sebelum potongan subsidi.
Kelebihan dan Kekurangan untuk Pertimbangan Harian
Bicara soal biaya operasional, motor ini adalah juaranya. Biaya listrik yang dikeluarkan hanya berkisar Rp2.000 untuk setiap 10 kilometer perjalanan. Selain irit, pengguna juga dimanjakan dengan kebijakan bebas ganjil genap serta ketersediaan spare part yang mulai merata di berbagai daerah.
Namun, calon pembeli tetap harus mempertimbangkan waktu pengisian daya yang memakan waktu 3 hingga 4 jam. Meskipun bisa disiasati dengan sistem swap (tukar) baterai, distribusi stasiun penukaran baterai belum sepenuhnya merata di pelosok daerah jika dibandingkan dengan SPBU konvensional. Jika Anda mencari motor harian yang irit, bebas polusi, dan bangga menggunakan produk lokal, motor listrik Gesit adalah pilihan yang sangat layak dipertimbangkan.
Editor : Natasha Eka Safrina