Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Polytron Fox S Motor Listrik 11,5 Jutaan vs Fox R, Selisih Tipis Tapi Jarak Tempuh Setengah, Mana Lebih Worth It?

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Rabu, 15 April 2026 | 12:15 WIB
Polytron Fox S motor listrik 11,5 jutaan dibandingkan Fox R. Selisih Rp2 juta, tapi jarak tempuh beda jauh. Mana lebih worth it?(Pinterest)
Polytron Fox S motor listrik 11,5 jutaan dibandingkan Fox R. Selisih Rp2 juta, tapi jarak tempuh beda jauh. Mana lebih worth it?(Pinterest)

Trenggalek - Polytron Fox S motor listrik 11,5 jutaan kembali jadi perbincangan setelah dibandingkan langsung dengan saudaranya, Fox R. Meski hanya berbeda harga sekitar Rp2 juta, keduanya memiliki perbedaan signifikan, terutama pada jarak tempuh dan kapasitas baterai.

Di pasar kendaraan listrik Indonesia, Polytron Fox S motor listrik 11,5 jutaan menjadi salah satu pilihan paling terjangkau berkat subsidi pemerintah. Harga tersebut sudah berstatus on the road (OTR), namun belum termasuk baterai karena menggunakan sistem berlangganan.

Tak heran, Polytron Fox S motor listrik 11,5 jutaan sering disebut sebagai opsi entry-level bagi masyarakat yang ingin beralih ke motor listrik tanpa biaya awal besar. Namun, apakah benar lebih hemat dibanding Fox R?

Perbandingan Harga dan Jarak Tempuh

Secara harga, Polytron Fox S dibanderol Rp11,5 juta setelah subsidi, sementara Fox R berada di kisaran Rp13,5 juta. Selisih Rp2 juta ini terlihat kecil, tetapi perbedaan performanya cukup jauh.

Fox S hanya mampu menempuh jarak sekitar 70 kilometer dalam sekali pengisian, sedangkan Fox R bisa mencapai hingga 130 kilometer. Artinya, Fox R menawarkan jarak tempuh hampir dua kali lipat.

Perbedaan ini berasal dari kapasitas baterai. Fox S menggunakan baterai 1,9 kWh, sedangkan Fox R mencapai 3,7 kWh. Keduanya sama-sama menggunakan baterai jenis lithium ferrophosphate (LFP) yang dikenal aman dan tahan lama.

Baca Juga: Ekspor Beras ke Malaysia Makin Dekat, Stok Bulog Tembus 5 Juta Ton, Indonesia Siap Berubah dari Importir Jadi Eksportir!

Kenapa Harga Selisih Tipis?

Meski kapasitas baterai berbeda jauh, selisih harga kedua motor ini relatif kecil. Hal ini karena harga Rp11,5 juta pada Fox S belum termasuk baterai.

Polytron menerapkan sistem sewa baterai sebesar Rp125.000 per bulan. Dengan skema ini, harga awal motor menjadi lebih murah, tetapi pengguna tetap harus membayar biaya berlangganan selama penggunaan.

Jika baterai dibeli secara langsung, harga Fox S bisa mencapai sekitar Rp27 juta. Sedangkan Fox R bisa menyentuh angka Rp37 jutaan. Perbandingan ini dinilai lebih realistis untuk melihat selisih sebenarnya.

Desain Hampir Identik

Dari sisi desain, Fox S dan Fox R nyaris tidak memiliki perbedaan signifikan. Keduanya mengusung gaya maxi scooter yang terinspirasi dari motor premium seperti Honda PCX.

Perbedaan hanya terlihat pada detail kecil seperti windshield, warna velg, dan dudukan plat nomor depan. Secara dimensi, ukuran dan postur keduanya identik, termasuk penggunaan ban lebar ring 13.

Fitur-fitur seperti lampu LED, panel instrumen digital, dan mode berkendara juga tetap dipertahankan di kedua model.

Fitur Modern dan Mode Berkendara

Polytron Fox S dilengkapi dua mode berkendara, yaitu Drive dan Sport. Mode Drive membatasi kecepatan sekitar 50 km/jam untuk efisiensi energi, sementara mode Sport memungkinkan motor melaju hingga 80 km/jam.

Motor ini juga memiliki fitur reverse atau mundur, yang memudahkan pengguna saat parkir. Selain itu, tersedia port USB untuk mengisi daya smartphone serta sistem keyless dengan remote.

Menariknya, motor ini sudah memiliki rating IP67, yang berarti tahan air dan diklaim aman melewati genangan hingga 50 cm.

Biaya Operasional Lebih Hemat

Salah satu keunggulan utama Polytron Fox S motor listrik 11,5 jutaan adalah efisiensi biaya operasional. Untuk pengisian daya penuh, biaya listrik hanya sekitar Rp2.500 hingga Rp3.000.

Dengan jarak tempuh 70 km, biaya per kilometer menjadi jauh lebih murah dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Bahkan, dalam simulasi penggunaan harian, pengguna bisa menghemat hingga Rp100.000 per bulan.

Namun, perlu diingat bahwa biaya tersebut belum termasuk langganan baterai. Jika ditotal, pengeluaran bulanan tetap lebih rendah dibanding penggunaan BBM, tetapi tidak sepenuhnya “gratis”.

Cocok untuk Siapa?

Polytron Fox S lebih cocok bagi pengguna dengan kebutuhan mobilitas jarak pendek dan penggunaan dalam kota. Selain itu, motor ini juga ideal bagi mereka yang memiliki daya listrik rumah terbatas, karena charger hanya membutuhkan sekitar 360 watt.

Sebaliknya, Fox R lebih cocok bagi pengguna yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh dan performa lebih tinggi.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Polytron Fox S motor listrik 11,5 jutaan menawarkan solusi ekonomis bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Namun, jika mempertimbangkan selisih harga yang tidak terlalu jauh, Fox R bisa menjadi pilihan lebih menarik dari sisi performa.

Pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing pengguna, terutama dalam hal jarak tempuh dan kemampuan finansial untuk menanggung biaya langganan baterai.

 

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#harga 11 #5 jutaan #Polytron fox s #motor listrik