RADAR TRENGGALEK - Daidong GS100 Lite kembali mencuri perhatian di 2026 sebagai motor listrik asal Korea yang menawarkan performa setara 160 cc. Hadir dengan teknologi baterai swap dan desain skutik bongsor, Daidong GS100 Lite digadang-gadang siap menyasar segmen ojek online (ojol) di Indonesia.
Motor ini dibawa oleh PT DAT Mobility System bersama dua model lainnya, yakni E3 Mobility D7 dan Gesit GK5. Kehadiran Daidong GS100 Lite menjadi sorotan karena menawarkan solusi mobilitas listrik praktis dengan konsep “One Solution for Every Segment”.
Dengan tenaga 6 kW, Daidong GS100 Lite disebut memiliki performa yang sebanding dengan skutik populer seperti Honda PCX 160 dan Yamaha NMAX 155. Hal ini menjadikannya menarik, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan harian bertenaga namun tetap efisien.
Desain Bongsor dan Futuristik
Secara tampilan, Daidong GS100 Lite mengusung desain skutik maxi dengan bodi besar dan proporsi yang gagah. Bagian depan dilengkapi lampu LED berukuran besar dengan desain melebar hingga ke samping, memberikan kesan modern dan agresif.
Visor depan tampil lebar meski tidak terlalu tinggi, sementara detail bodi memiliki aksen garis tegas yang menambah kesan futuristik. Pada bagian kaki-kaki, motor ini menggunakan ban depan ukuran 110/70 ring 13 dan belakang 120/70 ring 12.
Suspensi depan teleskopik dipadukan dengan dual shockbreaker di belakang yang dapat diatur tingkat kekerasannya. Sistem pengereman sudah menggunakan cakram di kedua roda, memberikan rasa aman saat berkendara.
Performa 6 kW dan Mid Drive
Salah satu keunggulan Daidong GS100 Lite adalah penggunaan sistem mid-drive, di mana motor penggerak ditempatkan di tengah, bukan di roda belakang. Teknologi ini diklaim mampu memberikan distribusi tenaga yang lebih stabil.
Motor ini memiliki tiga mode berkendara, yaitu Eco, Normal, dan Sport. Perbedaan utama terletak pada respons akselerasi, di mana mode Eco terasa lebih hemat daya, sementara mode Sport memberikan tarikan lebih agresif.
Meski begitu, tenaga atas pada mode Sport disebut masih terasa terbatas. Namun untuk penggunaan dalam kota, performa bawah hingga menengah dinilai sudah cukup responsif dan nyaman.
Baterai Swap dengan Dua Unit
Daidong GS100 Lite mengusung sistem baterai swap yang memungkinkan pengguna mengganti baterai dengan cepat tanpa harus menunggu pengisian daya. Motor ini menggunakan dua baterai yang disusun secara seri dengan total tegangan sekitar 96 volt dan kapasitas 30 Ah.
Menariknya, motor tidak bisa berjalan hanya dengan satu baterai. Kedua baterai harus terpasang agar sistem dapat berfungsi secara optimal. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 100 km dalam kondisi penuh.
Ke depannya, PT DAT Mobility System berencana menghadirkan ekosistem penukaran baterai, terutama untuk wilayah Jabodetabek. Sistem ini sudah mulai berjalan di Bali dan ditargetkan berkembang ke kota besar lainnya.
Fitur Lengkap dan Ramah Pengguna
Dari sisi fitur, Daidong GS100 Lite dilengkapi speedometer digital dengan tampilan informatif. Pengguna juga dapat mengatur tingkat kecerahan layar serta mengaktifkan fitur regenerative braking untuk membantu efisiensi energi.
Tersedia pula port USB untuk pengisian daya perangkat serta ruang penyimpanan terbuka di bagian depan yang cukup luas untuk botol minuman atau barang kecil.
Posisi berkendara terasa ergonomis dengan dek kaki yang lega, memungkinkan pengendara duduk santai ala skutik premium. Joknya juga empuk dan cukup nyaman untuk penggunaan jarak menengah.
Dibidik untuk Pasar Ojol
Salah satu target utama Daidong GS100 Lite adalah segmen ojek online. Dengan sistem sewa atau sewa milik yang sedang disiapkan, motor ini berpotensi menjadi solusi kendaraan operasional yang efisien.
Baca Juga: Indomobil E-Motor Tirano Diserbu Warga Klaten, Motor Listrik Rasa ADV Ini Bikin Penasaran!
Selain itu, adanya fitur reverse (mundur) serta suara peringatan saat berjalan mundur menjadi nilai tambah dalam penggunaan sehari-hari, terutama di area sempit.
Dengan kombinasi desain modern, fitur lengkap, serta teknologi baterai swap, Daidong GS100 Lite berpotensi menjadi pesaing kuat di pasar motor listrik Indonesia. Tinggal menunggu harga resmi dan kesiapan infrastruktur yang akan menentukan seberapa besar penerimaannya di masyarakat.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina