TRENGGALEK JENGGELEK - Motor listrik Indomobil Sprinto EV kembali mencuri perhatian setelah diuji langsung di jalan raya. Motor listrik Indomobil Sprinto EV ini digadang-gadang sebagai model yang paling “aman” secara desain sekaligus paling siap bersaing di pasar Indonesia yang didominasi skutik seperti Vario dan Beat.
Motor listrik Indomobil Sprinto EV sebelumnya telah diperkenalkan dalam ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) dan kini mulai banyak diuji oleh berbagai reviewer. Hasilnya cukup menarik, terutama dari sisi rasa berkendara yang disebut mirip motor konvensional Jepang.
Sejak awal, motor listrik Indomobil Sprinto EV memang dirancang untuk menarik pengguna motor bensin yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus beradaptasi terlalu jauh.
Baca Juga: 7 HP Gaming 3 Jutaan Terbaik 2026: Performa Ngebut, Layar AMOLED, Cocok Push Rank Tanpa Lag!
Desain “Aman”, Mirip Skutik Populer
Secara tampilan, motor listrik Indomobil Sprinto EV mengusung desain khas Asia Tenggara dengan garis tajam dan agresif. Bagian depan bahkan kerap disebut mirip Honda Vario atau Beat, terutama pada desain lampu LED dan DRL-nya.
Meski demikian, terdapat perbedaan detail seperti bentuk moncong yang lebih lebar dibanding skutik Jepang. Velg 14 inci dan ban ukuran 90/90 juga membuatnya mudah dalam hal perawatan karena ukuran yang umum di pasaran.
Bagian belakang memang masih menyisakan nuansa desain model sebelumnya seperti Adora, namun secara keseluruhan tampilannya tetap modern dan sporty.
Fitur Melimpah, Panel Touchscreen Jadi Sorotan
Salah satu keunggulan utama motor listrik Indomobil Sprinto EV adalah fitur yang sangat lengkap di kelasnya. Panel instrumen sudah menggunakan layar TFT touchscreen yang bisa menampilkan berbagai informasi, mulai dari kecepatan, tanggal, hingga fitur hiburan seperti musik.
Motor ini juga mendukung mirroring smartphone, dilengkapi speaker Bluetooth, hingga indikator unik seperti G-Force. Selain itu, fitur keselamatan seperti Traction Control System (TCS), hill start assist, hingga regenerative braking juga sudah tersedia.
Namun, ada catatan kecil pada layar touchscreen yang dinilai cukup reflektif saat terkena sinar matahari langsung, sehingga sedikit mengganggu visibilitas di siang hari.
Baca Juga: Rekomendasi HP Snapdragon 1 Jutaan 2026: Murah tapi Ngebut, Baterai Badak dan Tahan Banting!
Performa 3,5 kW, Mode Boost Jadi Andalan
Dari sisi performa, motor listrik Indomobil Sprinto EV dibekali motor hub drive bertenaga 3,5 kW dengan torsi besar di roda belakang. Tersedia tiga mode berkendara, yaitu Comfort, Sport, dan Boost.
Mode Comfort cocok untuk penggunaan santai dengan kecepatan sekitar 40 km/jam. Mode Sport menjadi pilihan ideal untuk harian dengan kecepatan hingga 60 km/jam lebih. Sementara mode Boost mampu membawa motor hingga 90 km/jam.
Saat diuji, mode Boost terasa paling impresif dengan akselerasi yang responsif, bahkan saat digunakan di tanjakan atau berboncengan.
Handling Stabil, Tapi Suspensi Cenderung Kaku
Dari sisi handling, motor listrik Indomobil Sprinto EV terasa stabil dan cukup lincah untuk penggunaan di perkotaan. Ban lebar serta posisi stang yang agak lebar memberikan rasa percaya diri saat bermanuver.
Namun, saat menggunakan setelan suspensi paling keras, bantingan terasa cukup kaku, terutama di jalan tidak rata. Untungnya, suspensi belakang sudah dilengkapi pengaturan preload sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Jarak Tempuh dan Efisiensi
Motor listrik Indomobil Sprinto EV memiliki klaim jarak tempuh sekitar 110 km dalam sekali pengisian daya. Dalam penggunaan nyata dengan kombinasi mode berkendara, angka ini dinilai masih cukup realistis untuk kebutuhan harian.
Namun, penggunaan mode Boost secara intens akan membuat baterai lebih cepat terkuras. Sebaliknya, mode Comfort menawarkan efisiensi terbaik untuk perjalanan jarak jauh.
Ergonomi Nyaman, Rasa Motor Konvensional
Salah satu poin paling menonjol adalah ergonomi yang terasa seperti motor konvensional. Dengan tinggi jok 770 mm dan posisi duduk yang natural, pengguna tidak perlu banyak adaptasi saat beralih dari motor bensin.
Posisi stang yang tidak terlalu tinggi juga membuatnya terasa seperti skutik biasa, bukan motor listrik yang cenderung “aneh” secara ergonomi.
Kesimpulan: Cocok untuk Peralihan ke Motor Listrik
Secara keseluruhan, motor listrik Indomobil Sprinto EV menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa kehilangan sensasi berkendara motor konvensional.
Dengan desain yang familiar, fitur melimpah, serta performa yang cukup mumpuni, motor ini berpotensi menjadi salah satu pemain penting di pasar motor listrik Indonesia.
Namun, beberapa catatan seperti visibilitas layar dan setelan suspensi tetap perlu diperhatikan oleh calon pengguna.
Editor : Edo Trianto