Trenggalek - Persaingan smartphone murah kembali memanas setelah hadirnya Samsung Galaxy A15 LTE, perangkat entry-level yang mengejutkan karena membawa spesifikasi cukup kencang di kelas harga Rp2 jutaan.
Kehadiran Samsung Galaxy A15 LTE langsung menarik perhatian karena menggunakan chipset Helio G99, yang biasanya ditemukan di HP kelas menengah. Hal ini membuat Samsung Galaxy A15 LTE dianggap sebagai salah satu HP paling “value for money” di segmennya.
Namun, meski Samsung Galaxy A15 LTE menawarkan performa menarik, perangkat ini juga memiliki beberapa kekurangan yang cukup signifikan, terutama bagi pengguna gaming kompetitif.
Desain Sederhana Tapi Tetap Elegan
Samsung Galaxy A15 LTE hadir dengan desain khas Samsung: bodi membulat, tiga kamera vertikal, serta pilihan warna biru, hitam, dan kuning. Bagian belakang terlihat glossy seperti kaca, sementara frame dibuat matte agar tidak licin.
Meskipun terlihat sederhana, HP ini tetap memberikan kesan rapi dan nyaman digunakan untuk aktivitas harian.
Layar Super AMOLED Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu keunggulan Samsung Galaxy A15 LTE adalah layar Super AMOLED 6,5 inci Full HD+ dengan refresh rate 90 Hz. Layar ini memberikan tampilan tajam, cerah, dan smooth saat scrolling media sosial.
Kecerahan hingga 800 nits juga membuatnya tetap nyaman digunakan di luar ruangan.
Performa Helio G99 yang Masih Tangguh
Ditenagai chipset MediaTek Helio G99, Samsung Galaxy A15 LTE mampu memberikan performa stabil di kelas harga Rp2 jutaan. RAM 8 GB LPDDR4X dan penyimpanan UFS 2.2 membuatnya cukup responsif untuk multitasking.
Untuk gaming, HP ini mampu menjalankan Mobile Legends hingga 90 FPS, meski tidak selalu stabil di angka tersebut.
Gaming: Kuat di MLBB, Terbatas di Game Berat
Dalam pengujian, Samsung Galaxy A15 LTE mampu menjalankan PUBG Mobile di 40 FPS dan Genshin Impact di atas 40 FPS pada setting terendah.
Namun, kekurangannya adalah tidak adanya gyroscope, yang membuat pengalaman gaming kompetitif menjadi kurang optimal.
Masalah Touch Delay Jadi Sorotan
Salah satu kelemahan yang cukup terasa adalah touch delay pada layar. Meski tidak terlalu mengganggu untuk penggunaan santai, gamer kompetitif bisa merasakan perbedaan respons dibanding HP lain di kelasnya.
Menariknya, masalah ini disebut bisa berkurang dengan aplikasi pihak ketiga di Play Store yang melakukan kalibrasi layar.
Kamera Cukup Solid di Kelasnya
Samsung Galaxy A15 LTE dibekali kamera utama 50 MP, ultrawide 5 MP, dan makro 2 MP. Hasil foto tergolong bagus untuk kelas harga Rp2 jutaan, dengan warna yang cukup natural dan detail yang masih terjaga.
Untuk video, hasilnya stabil meski tanpa gyroscope, dan tetap layak digunakan untuk konten ringan.
Baterai Tahan Lama dan Charging Cepat
Baterai 5000 mAh menjadi salah satu kekuatan utama perangkat ini. Konsumsi daya tergolong hemat, dengan pemakaian seharian untuk gaming ringan, streaming, dan media sosial.
Pengisian daya 25W mampu mengisi hingga sekitar 45% dalam 30 menit.
Fitur Tambahan dan Kekurangan
Samsung Galaxy A15 LTE sudah dilengkapi NFC, fingerprint, headphone jack, dan One UI 6 yang ringan dan rapi. Namun, absennya gyroscope dan adanya touch delay menjadi catatan penting.
Kesimpulan
Samsung Galaxy A15 LTE adalah HP Rp2 jutaan dengan performa mengejutkan berkat Helio G99 dan layar AMOLED berkualitas tinggi. Meski begitu, kekurangan di sisi gaming kompetitif seperti gyroscope dan touch delay membuatnya lebih cocok untuk pengguna kasual.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh