(Kredit Foto:Gemini Ai)
TRENGGALEK - Pengalaman penggunaan motor listrik selama tiga tahun kembali mengungkap fakta menarik terkait biaya perawatan dan penggantian baterai motor listrik yang selama ini dianggap mahal oleh sebagian pengguna.
Dalam sebuah pengalaman nyata pengguna motor listrik, kekhawatiran soal mahalnya ganti baterai motor listrik ternyata tidak sepenuhnya benar karena harga komponen tersebut justru mengalami penurunan signifikan dibanding beberapa tahun lalu. Hal ini menjadi sorotan karena banyak anggapan bahwa biaya tersembunyi motor listrik baru terasa setelah masa pemakaian tertentu.
Motor listrik tersebut digunakan hampir 13.000 km dengan pemakaian harian selama sekitar tiga tahun. Pada fase tersebut barulah dilakukan penggantian baterai motor listrik setelah performanya menurun drastis, terutama saat melewati 10.000 km hingga akhirnya tidak lagi optimal di angka 12.500 km.
Baca Juga: 7 Rekomendasi HP Baterai Besar 2025 untuk Ojol, Nomor Terakhir Paling Tahan Banting!
Pengalaman Pemakaian Motor Listrik Selama 3 Tahun
Pengguna mengungkapkan bahwa pada awal pemakaian, motor listrik terasa sangat efisien untuk mobilitas harian di jalan datar. Bahkan saat kondisi baterai mulai menurun, kendaraan masih dapat digunakan secara normal untuk perjalanan ringan.
Namun, masalah mulai terasa ketika motor sering digunakan untuk perjalanan dengan tanjakan tinggi dan kondisi berboncengan. Dalam situasi tersebut, performa motor listrik menjadi lebih cepat menurun, bahkan terasa kurang bertenaga meskipun baterai belum benar-benar habis.
Baterai yang digunakan merupakan tipe SLA (Sealed Lead Acid) atau aki kering, yang memang dikenal memiliki harga lebih murah dibanding baterai lithium. Pada awal pembelian, harga satu set baterai berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta, namun kini turun menjadi sekitar Rp1,5 juta lebih.
Penurunan Performa dan Siklus Pengisian
Seiring pemakaian, performa motor listrik mengalami penurunan bertahap sesuai siklus pengisian daya. Konsep 1.000 cycle yang sering disebut bukan berarti baterai langsung rusak di akhir siklus, melainkan kapasitasnya menurun perlahan.
Awalnya, satu kali pengisian bisa bertahan hingga dua hari pemakaian. Namun seiring waktu, durasi tersebut menurun menjadi satu hari, hingga akhirnya hanya cukup untuk perjalanan singkat sekitar 10 km sebelum harus diisi ulang. Meski demikian, biaya pengisian daya tetap relatif stabil karena konsumsi listrik tidak meningkat drastis.
Perbandingan Motor Listrik dan Motor Bensin
Dari sisi biaya, motor listrik dinilai jauh lebih hemat dibanding motor bensin. Total pengeluaran selama tiga tahun untuk motor listrik ini hanya sekitar Rp2,71 juta, sudah termasuk biaya perawatan, pajak, dan listrik pengisian baterai.
Jika dirata-ratakan, biaya operasional motor listrik hanya sekitar Rp75 ribu per bulan. Sementara itu, perbandingan dengan motor bensin menunjukkan selisih yang cukup besar, yakni sekitar Rp323 ribu per bulan untuk penggunaan dengan jarak tempuh serupa, termasuk bensin, servis rutin, oli, dan penggantian komponen.
Pertimbangan Upgrade ke Baterai Lithium
Meski sempat mempertimbangkan upgrade ke baterai lithium, pengguna akhirnya memutuskan tetap menggunakan SLA. Alasan utamanya adalah biaya yang tidak jauh berbeda, risiko teknis pada sistem kelistrikan motor, serta keterbatasan ruang baterai.
Selain itu, modifikasi ke baterai lithium juga berpotensi menimbulkan masalah kompatibilitas hingga risiko keamanan seperti korsleting atau bahkan kebakaran jika tidak sesuai standar pabrikan.
Baca Juga: 10 HP 1 Jutaan Terbaik 2026, Spek Gahar Harga Murah! Ada yang Baterai 7000 mAh dan Kamera 108 MP
Kesimpulan: Motor Listrik Masih Menarik untuk Jangka Panjang
Dari pengalaman ini, motor listrik tetap dinilai sebagai pilihan yang ekonomis untuk penggunaan jangka panjang, terutama jika harga baterai terus mengalami penurunan di masa depan.
Dengan biaya operasional rendah, minim perawatan, serta efisiensi energi yang stabil, motor listrik masih menjadi alternatif kuat dibandingkan motor bensin, meski tantangan utama tetap berada pada umur dan harga baterai.
Ke depan, penurunan harga baterai serta peningkatan teknologi diprediksi akan semakin memperkuat posisi motor listrik di pasar kendaraan roda dua Indonesia.
Editor : Izahra Nurrafidah