Trenggalek - Harga Samsung Galaxy A Series kembali jadi sorotan. Di tengah tren kenaikan harga smartphone, sejumlah model Galaxy A justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Kondisi ini membuat banyak pengguna kembali melirik lini mid-range dari Samsung tersebut karena dinilai semakin worth it dari sisi spesifikasi dan dukungan jangka panjang.
Samsung Galaxy A Series dikenal sebagai salah satu lini favorit di pasar Indonesia. Selain desain premium, seri ini juga menawarkan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun, yang jarang ditemukan di kelas harga menengah. Dengan turunnya harga beberapa model, konsumen kini punya lebih banyak opsi menarik.
Berikut lima HP Samsung Galaxy A Series yang mengalami penurunan harga cukup dalam dan layak dipertimbangkan saat ini.
Galaxy A16: Murah dengan Update Panjang
Samsung Galaxy A16 menjadi pilihan menarik di kelas entry-level. Smartphone ini sudah dibekali layar Super AMOLED 90 Hz dengan resolusi Full HD Plus yang cukup tajam untuk penggunaan harian.
Dari sisi performa, Galaxy A16 mengandalkan chipset Helio G99 yang dipadukan dengan RAM 8 GB serta penyimpanan hingga 256 GB. Baterai 5.000 mAh dengan fast charging 25 watt juga menjadi nilai tambah.
Meski masih menggunakan desain poni berbentuk U yang terkesan lawas dan belum memiliki fitur OIS, perangkat ini tetap kompetitif. Harga Galaxy A16 kini turun dari Rp3 juta menjadi sekitar Rp2,7 jutaan.
Galaxy A36 5G: Snapdragon dan Layar 120 Hz
Bagi pengguna yang menghindari chipset Exynos, Galaxy A36 5G bisa jadi alternatif. Smartphone ini sudah menggunakan Snapdragon 6 Gen 3 yang cukup tangguh untuk multitasking hingga gaming kelas menengah.
Galaxy A36 5G juga dilengkapi layar Super AMOLED 120 Hz dengan perlindungan Gorilla Glass Victus Plus. Bahkan, bodi belakangnya sudah menggunakan material kaca premium meski frame masih berbahan plastik.
Baca Juga: Ganti Baterai Motor Listrik Tak Semahal yang Dibayangkan, Ini Rincian Biaya 3 Tahun yang Mengejutkan
Kemampuan kamera juga cukup baik dengan dukungan perekaman video hingga 4K di kamera depan dan belakang. Harga Galaxy A36 5G turun dari Rp5,7 juta menjadi sekitar Rp5,1 jutaan.
Galaxy A56: Premium dengan IP67
Galaxy A56 hadir dengan desain lebih premium berkat penggunaan material kaca dan frame aluminium. Smartphone ini juga sudah mengantongi sertifikasi IP67 yang membuatnya tahan air hingga kedalaman tertentu.
Performa Galaxy A56 ditopang chipset Exynos 1580 yang cukup mumpuni untuk gaming berat seperti PUBG dan Genshin Impact. Layarnya menggunakan panel Super AMOLED 120 Hz yang responsif.
Untuk kebutuhan fotografi, kamera Galaxy A56 mampu menghasilkan gambar dengan warna detail dan video stabil. Harga perangkat ini kini turun dari Rp6,7 juta menjadi sekitar Rp6,2 jutaan.
Galaxy A37: Fitur AI dan IP68
Galaxy A37 menawarkan peningkatan signifikan terutama di sektor ketahanan. Smartphone ini sudah mengusung sertifikasi IP68, lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Chipset Exynos 1480 yang digunakan mampu mencetak skor AnTuTu hingga 900 ribuan poin. Selain itu, Galaxy A37 juga dilengkapi fitur AI seperti object eraser dan edit suggestion yang semakin memudahkan pengguna dalam mengolah foto.
Harga Galaxy A37 kini turun dari Rp6,6 juta menjadi sekitar Rp5,8 jutaan, menjadikannya salah satu opsi menarik di kelas menengah.
Galaxy A57: Performa Tertinggi di Kelasnya
Di posisi teratas, Galaxy A57 hadir dengan desain lebih tipis dan ringan dibanding pendahulunya. Smartphone ini juga menggunakan layar Super AMOLED Plus 120 Hz dengan bezel yang lebih tipis.
Dari sisi performa, Galaxy A57 ditenagai chipset Exynos 1680 dengan skor AnTuTu mencapai 1,3 juta poin, menjadikannya salah satu yang paling kencang di kelasnya.
Meski sempat dirilis dengan harga tinggi, kini Galaxy A57 mengalami penurunan harga dari sekitar Rp7 jutaan menjadi Rp6,8 jutaan.
Dengan berbagai penurunan harga ini, Samsung Galaxy A Series semakin menarik untuk dipertimbangkan. Konsumen tinggal menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan, baik dari segi performa, kamera, maupun fitur tambahan seperti ketahanan air dan dukungan AI.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh