TRENGGALEK- Motor listrik Yuwin Fly T3 Pro kembali mencuri perhatian setelah viral di kalangan pengguna kendaraan listrik murah di Indonesia. Dengan harga sekitar Rp10 juta, Yuwin Fly T3 Pro menawarkan konsep skuter bergaya Vespa modern dengan finishing matte yang jarang ditemui di kelasnya. Dalam uji pemakaian selama satu bulan, motor ini dipakai sebagai kendaraan operasional harian dan menjadi bahan pembicaraan karena performa akselerasinya yang mengejutkan namun juga menyimpan sejumlah catatan penting.
Yuwin Fly T3 Pro yang diuji memiliki spesifikasi motor 1200 watt dengan baterai 72 volt 20 Ah berbasis SLA, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 65 kilometer. Namun dalam pengujian lapangan, jarak realistisnya berada di kisaran 45 hingga 50 kilometer. Motor ini juga memiliki kecepatan maksimum klaim 60–70 km/jam, tetapi berdasarkan pengukuran GPS, angka sebenarnya lebih rendah dari itu. Dari sisi desain, Yuwin Fly T3 Pro mengadopsi gaya Vespa dengan lampu kotak dan bodi kecil serta tiga pilihan warna yaitu hijau, ungu, dan abu-abu hitam.
Pengalaman menggunakan Yuwin Fly T3 Pro selama satu bulan menunjukkan karakter tarikan awal yang cukup agresif untuk motor listrik di kelasnya. Tersedia tiga mode kecepatan yang membatasi laju sekitar 40 km/jam, 50 km/jam, hingga lebih dari 60 km/jam pada mode tertinggi. Dari sisi kenyamanan, suspensi dinilai cukup empuk meski bagian depan terasa agak keras. Selain itu, rem cakram ganda depan belakang memberikan rasa aman saat pengereman, sementara build quality dinilai cukup rapi untuk harga di bawah Rp10 juta.
Spesifikasi Yuwin Fly T3 Pro
Motor listrik ini memakai 1200 watt dengan baterai SLA 72V 20Ah. Pengisian belum mendukung fast charging sehingga waktu cas relatif lama. Klaim jarak 65 km, namun realita sekitar 45–50 km. Kapasitas angkut 150 kg, dalam uji bisa mendekati 200 kg. Fitur meliputi rem cakram depan belakang, ban lebih lebar, USB charger, keyless, dan bagasi belakang untuk kebutuhan harian.
Pengalaman Berkendara dan Performa
Pengalaman berkendara menunjukkan akselerasi awal cukup responsif sehingga terasa lincah di jalan kota. Namun terdapat selisih antara speedometer dan GPS yang cukup jauh, sehingga kecepatan aktual lebih rendah dari klaim. Motor ini stabil untuk rute pendek seperti komplek, pasar, atau antar anak sekolah. Mode kecepatan membantu membatasi laju di 40–60 km/jam sesuai kebutuhan.
Kekurangan dan Catatan Penting
Beberapa kekurangan muncul selama penggunaan. Lampu sein dinilai terlalu redup, jok terlalu empuk sehingga kurang stabil saat boncengan, serta suspensi depan terasa keras di jalan tidak rata. Perbedaan speedometer dan GPS juga cukup signifikan dan menjadi catatan penting. Selain itu, beberapa kasus mencatat charger mudah rusak meski masih dalam masa garansi.
Biaya Operasional dan After Sales
Dari sisi biaya, motor ini sangat hemat. Sekali pengisian penuh sekitar 3 kWh atau ±Rp5.000 untuk 50 km. Ini jauh lebih murah dibanding motor bensin. Namun pengguna perlu disiplin mengisi daya setiap hari karena jarak terbatas. Aftersales menyediakan garansi satu tahun dengan layanan cukup responsif. Dengan harga Rp10 juta, Yuwin Fly T3 Pro tetap menarik untuk mobilitas jarak dekat.
Editor : Izahra Nurrafidah