(screenshot youtube)
JAKARTA - Review Polytron Fox R kembali menjadi sorotan pecinta kendaraan listrik di Indonesia. Motor listrik bergaya maxi scooter ini ramai dibicarakan karena menawarkan harga murah di kelasnya, namun tetap punya performa yang cukup menarik untuk penggunaan harian.
Dalam ulasan terbaru kanal Automotive TV, Polytron Fox R disebut sebagai salah satu motor listrik paling menarik di segmen Rp20 jutaan. Dengan desain besar ala skutik premium, motor ini menawarkan top speed hingga 97 km/jam dan jarak tempuh lebih dari 100 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Meski begitu, review Polytron Fox R juga mengungkap sejumlah kekurangan yang cukup mengganggu, terutama pada karakter tenaga dan posisi berkendaranya. Hal inilah yang membuat motor listrik Polytron tersebut ramai diperbincangkan di kalangan pengguna roda dua.
Performa Polytron Fox R Cukup Kencang
Polytron Fox R dibekali dua mode berkendara, yakni Drive dan Sport. Pada mode Drive, motor listrik ini mampu melaju hingga 64 km/jam. Sementara dalam mode Sport, top speed-nya mencapai 97 km/jam di panel speedometer.
Untuk kebutuhan harian di perkotaan, performa tersebut dinilai sudah sangat cukup. Akselerasinya juga tergolong responsif dengan catatan 0-60 km/jam dalam waktu sekitar 7,76 detik.
Namun, reviewer menemukan satu kelemahan utama pada penyaluran tenaga motor. Saat pengendara menutup gas lalu kembali menarik throttle, terdapat jeda sebelum tenaga kembali muncul.
Efek “jedug” ini dianggap cukup mengganggu, terutama ketika berkendara di jalan padat atau saat keluar tikungan. Sistem cut off ketika rem disentuh juga membuat respons throttle terasa kurang natural dibanding motor listrik lain.
Jarak Tempuh Tembus 100 Kilometer
Salah satu keunggulan terbesar Polytron Fox R adalah efisiensi baterainya. Motor ini menggunakan baterai 3,7 kWh dengan jarak tempuh mencapai 101,3 kilometer dalam pengujian nyata pada mode Drive.
Angka tersebut diperoleh dengan gaya berkendara cukup agresif di kecepatan sekitar 60 km/jam. Sementara klaim resmi Polytron menyebut motor ini bisa menempuh hingga 130 kilometer dalam kondisi ideal.
Pengisian daya dari nol hingga penuh membutuhkan waktu sekitar lima jam. Charger bawaan memiliki daya sekitar 840 watt dan menggunakan sistem onboard charging, sehingga pengguna tinggal mencolok kabel langsung ke motor.
Dalam mode Sport, jarak tempuh otomatis menurun ke kisaran 70 kilometer karena performa motor lebih tinggi.
Sistem Sewa Baterai Jadi Pertimbangan
Harga murah Polytron Fox R ternyata didukung sistem sewa baterai. Di wilayah Jabodetabek, motor ini dijual sekitar Rp20,5 juta off the road, namun baterainya harus disewa Rp200 ribu per bulan.
Skema ini dianggap cocok bagi pengguna aktif seperti ojek online, kurir, atau pekerja dengan mobilitas tinggi. Sebab, garansi baterai berlaku selama masa sewa sehingga pengguna tidak perlu khawatir soal biaya penggantian baterai.
Namun untuk pemakaian sesekali, biaya sewa bulanan dinilai kurang ekonomis. Dalam jangka panjang, total biaya sewa baterai bahkan bisa menyamai harga motornya sendiri.
Posisi Duduk Jadi Sorotan
Selain soal tenaga, reviewer juga mengkritik posisi duduk Polytron Fox R. Jarak antara jok dan deck dianggap terlalu dekat sehingga posisi kaki terasa menekuk seperti jongkok.
Untuk perjalanan jauh, posisi berkendara ini dinilai cepat membuat pegal di area paha, betis, hingga pinggang. Banyak pengguna bahkan disebut menambahkan footstep aftermarket agar posisi kaki lebih nyaman.
Meski demikian, jok motor terasa empuk dan setangnya cukup ergonomis. Handling motor juga stabil berkat wheelbase panjang dan penggunaan pelek depan lebar 3,5 inci.
Fitur Sederhana tapi Fungsional
Dari sisi fitur, Polytron Fox R tergolong sederhana. Lampu utama sudah LED, tersedia mode reverse, U
Namun beberapa detail masih mendapat kritik, mulai dari lampu utama yang terlalu menunduk, sein belakang yang masih bohlam, hingga panel speedometer yang minim informasi.
Kualitas finishing bodi juga belum sepenuhnya rapi. Meski begitu, reviewer menilai hal tersebut masih bisa dimaklumi mengingat harga motor yang cukup murah.
Secara keseluruhan, Polytron Fox R dianggap cocok untuk pengguna yang mencari motor listrik murah dengan jarak tempuh jauh dan biaya operasional rendah. Apalagi biaya listriknya hanya sekitar Rp56 per kilometer, jauh lebih hemat dibanding motor bensin.
Meski punya sejumlah kekurangan, motor listrik ini tetap menjadi pilihan menarik di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di Indonesia.
Editor : Dyah Wulandari