JAKARTA - Pengalaman memakai motor listrik selama satu tahun penuh akhirnya dibagikan oleh seorang pengguna Polytron Fox R. Dalam ulasan tersebut, ia membeberkan suka duka menggunakan motor listrik ini untuk aktivitas harian hingga touring jarak jauh, termasuk biaya operasional, performa, hingga layanan after sales yang sempat menuai keluhan.
Motor listrik Polytron Fox R disebut telah digunakan selama setahun dengan total jarak tempuh mencapai 18.342 kilometer per 27 Oktober 2024. Angka tersebut tergolong tinggi untuk penggunaan harian dan touring, terutama karena motor ini dipakai secara rutin untuk mobilitas sehari-hari.
Awalnya, saat masih tinggal di Depok, penggunaan motor hanya sekitar 30 hingga 50 kilometer per hari. Namun setelah pindah ke wilayah timur Cibubur, jarak tempuh meningkat menjadi 60 hingga 80 kilometer per hari. Selain itu, motor juga sering dipakai touring ke berbagai daerah, sesuatu yang sebelumnya jarang dilakukan saat masih menggunakan motor bensin.
Biaya Operasional Polytron Fox R Jauh Lebih Hemat
Salah satu hal paling menarik dari penggunaan Polytron Fox R adalah efisiensi biaya operasionalnya. Dalam satu tahun penggunaan sejauh 18 ribu kilometer lebih, total listrik rumah yang dipakai untuk pengisian daya mencapai 600 kWh.
Jika dikonversi ke biaya token listrik, totalnya hanya sekitar Rp870 ribu. Ditambah biaya sewa baterai sebesar Rp2,4 juta per tahun, maka total pengeluaran hanya sekitar Rp3,2 juta tanpa biaya servis rutin alias maintenance free.
Angka ini jauh lebih murah dibanding motor bensin sebelumnya yang digunakan, yakni Yamaha NMAX NMAX. Dengan konsumsi rata-rata sekitar 40 km per liter, untuk jarak 18.342 kilometer dibutuhkan sekitar 458 liter Pertamax.
Jika harga Pertamax dihitung, total biaya bahan bakar mencapai sekitar Rp5,5 juta, belum termasuk ganti oli, servis rutin, dan biaya perawatan lainnya.
“Motor listrik ini bikin saya jadi semangat touring karena unik. Harus hitung charging dulu, mapping tempat charging, jadi ada sensasi tersendiri,” ungkapnya.
Fast Charging Jadi Nilai Plus
Dari sisi performa dan fitur, pemilik mengaku sangat puas dengan Polytron Fox R. Salah satu fitur favoritnya adalah kemampuan fast charging bawaan pabrikan yang dinilai unggul dibanding kompetitor.
Menurutnya, fast charging milik Polytron mampu mencapai 40 ampere, sementara banyak merek lain rata-rata hanya mentok di 15 ampere.
“Mana ada motor bawaan brand bisa fast charging secepat ini. Buat saya itu nilai plus besar,” jelasnya.
Meski motornya masih terlihat standar dan jauh dari kata hedon modifikasi, beberapa ubahan tetap dilakukan untuk menunjang kenyamanan berkendara seperti lampu DRL depan, rem belakang, ban, stang, hingga onboard charger.
After Sales Sempat Bikin Frustrasi
Meski puas dengan performa motor, persoalan after sales justru menjadi bagian paling banyak disorot. Salah satu pengalaman paling menyulitkan adalah saat mengajukan klaim garansi baterai.
Ia mengaku proses klaim baterai sempat sangat rumit dan berbeda-beda tergantung service center. Setelah mencari service center terbaik, masalah akhirnya terselesaikan.
Namun setelah itu, ia mengapresiasi adanya perubahan cepat dari pihak after sales, terutama untuk urusan klaim baterai yang dinilai menjadi lebih mudah bagi pengguna lain.
Selain itu, ia juga sempat mengalami masalah selang rem yang terkikis. Meski tidak ada recall resmi, klaim berhasil diajukan di service center Pondok Indah dan masalah selesai.
Throttle error juga sempat terjadi, namun penanganannya di service center Bogor disebut sangat cepat tanpa drama.
Yang paling mengejutkan adalah saat ia ingin membeli body motor yang pecah. Permintaan dilakukan pada November 2023, tetapi stok baru tersedia pada Mei 2024 atau hampir tujuh bulan kemudian.
“Beli loh, bukan klaim garansi. Tapi nunggu sampai hampir selamatan tujuh bulanan,” ujarnya sambil bercanda.
Kebijakan Speed Limit Mendadak Dinilai Berbahaya
Keluhan terbaru yang masih menjadi sorotan adalah perubahan kebijakan jatuh tempo pembayaran baterai yang dilakukan secara sepihak. Dampaknya, motor langsung terkena speed limit tanpa pemberitahuan yang memadai.
Menurutnya, kondisi ini cukup berbahaya karena bisa terjadi saat pengguna sedang menyalip atau berkendara dalam kecepatan tinggi.
Ia berharap pihak Polytron memberikan informasi lebih jelas melalui aplikasi, WhatsApp, atau SMS agar pengguna bisa mengantisipasi perubahan kebijakan lebih awal.
Secara keseluruhan, ia menyimpulkan Polytron Fox R tetap menjadi motor listrik yang nyaman, keren, dan hemat untuk penggunaan harian maupun touring. Namun, perbaikan layanan after sales masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi pabrikan
Editor : Dyah Wulandari