TRENGGALEK NJENGGELEK - Samsung Galaxy A57 5G akhirnya mulai banyak dibahas setelah muncul dalam ulasan panjang dari kanal teknologi Project Review.
Smartphone kelas menengah terbaru Samsung ini langsung mencuri perhatian karena disebut hadir dengan desain lebih tipis, ringan, dan modern dibanding generasi sebelumnya.
Samsung Galaxy A57 5G menjadi salah satu seri yang paling ditunggu tiap tahun di kelas midrange.
Tidak sedikit pengguna yang puas dengan lini Galaxy A sebelumnya seperti Galaxy A55 dan Galaxy A56.
Karena itu, kemunculan Galaxy A57 5G otomatis memunculkan ekspektasi tinggi dari penggemar Samsung.
Menariknya, harga Samsung Galaxy A57 5G disebut cukup kompetitif. Dalam ulasan tersebut, perangkat ini bahkan disebut dibanderol di bawah Rp 7 jutaan setelah promo dan upgrade storage dari Samsung.
Desain Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu perubahan paling terasa di Samsung Galaxy A57 5G ada pada sektor desain.
Samsung membuat bodi perangkat lebih tipis dan ringan dibanding Galaxy A56 5G.
Perubahan ini membuat pengalaman penggunaan sehari-hari terasa lebih nyaman, terutama bagi pengguna yang aktif menggunakan smartphone dalam waktu lama. Bezel layar juga dibuat lebih tipis sehingga tampilan depan terlihat lebih modern.
Samsung juga meningkatkan sertifikasi ketahanan air dan debu dari IP67 menjadi IP68. Artinya, Galaxy A57 5G kini lebih tahan saat terkena air dibanding generasi sebelumnya.
Di bagian layar, Samsung menggunakan panel Super AMOLED Plus yang lebih tipis dan ringan. Meski kualitas visualnya masih mirip dengan generasi sebelumnya, layar tetap dinilai nyaman untuk multimedia karena warna yang vivid dan kontras tinggi.
Performa Galaxy A57 5G Naik, Tapi Tidak Signifikan
Samsung Galaxy A57 5G dibekali chipset Exynos 1680 dengan RAM 8 GB dan storage 256 GB pada varian yang diuji.
Samsung mengklaim peningkatan cukup besar pada sektor NPU hingga 42 persen.
Namun untuk CPU dan GPU, peningkatannya hanya sekitar belasan persen. Hal itu membuat performa sehari-hari memang terasa lebih mulus, tetapi tidak terlalu jauh dibanding Galaxy A56.
Dalam pengujian benchmark seperti Antutu dan Geekbench, peningkatan skor memang ada, tetapi masih tergolong tipis.
Untuk aktivitas harian seperti media sosial, multitasking, hingga editing ringan di CapCut, Galaxy A57 5G masih sangat nyaman digunakan. Namun saat dipakai rendering video 4K atau bermain game berat, performanya mulai terasa terbatas.
Game Mobile Legends masih bisa berjalan dengan setting tinggi hingga 90 FPS. Tetapi untuk game berat seperti Zenless Zone Zero, pengguna harus menurunkan setting ke medium atau low agar gameplay tetap stabil di kisaran 30 FPS.
Kamera Masih Jadi Andalan, Tapi Minim Perubahan
Di sektor kamera, Samsung Galaxy A57 5G tetap mempertahankan konfigurasi kamera utama, ultrawide, dan lensa tambahan tanpa telefoto.
Hal ini justru menjadi kritik dalam review tersebut. Pasalnya, beberapa kompetitor di kelas midrange mulai menghadirkan lensa telefoto untuk pengalaman fotografi lebih fleksibel.
Meski begitu, hasil foto Galaxy A57 5G tetap dinilai bagus. Dynamic range disebut sedikit lebih luas dibanding Galaxy A56, terutama untuk kondisi siang hari dan perekaman video.
Perpindahan antar lensa juga kini terasa lebih smooth dibanding generasi sebelumnya.
Samsung bahkan menghadirkan fitur perekaman langsung ke SSD eksternal yang sebelumnya belum tersedia.
Untuk video, Galaxy A57 5G mampu merekam hingga resolusi 4K 30 FPS baik kamera depan maupun belakang. Hasil video outdoor dan low light dinilai masih sangat aman untuk ukuran smartphone midrange.
Fitur AI Masih Belum Maksimal
Meski mengalami peningkatan NPU cukup besar, fitur AI di Samsung Galaxy A57 5G dianggap belum terlalu istimewa.
Samsung masih menghadirkan fitur seperti Object Eraser, Best Face, AI Select, hingga Voice Transcription.
Namun fitur-fitur tersebut belum masuk kategori Galaxy AI seperti di seri flagship Samsung.
Salah satu fitur yang cukup menarik adalah Circle to Search yang kini mampu mengenali elemen lebih detail dalam gambar, termasuk pakaian dan objek tertentu.
Layak Dibeli atau Tidak ?
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 5G disebut sebagai upgrade tipis dibanding Galaxy A56.
Perubahan paling terasa ada pada desain yang lebih ringan, tipis, dan modern.
Namun dari sisi performa, kamera, hingga baterai 5000 mAh, peningkatannya belum terlalu signifikan. Karena itu, Galaxy A56 masih dianggap cukup layak dipilih jika selisih harganya jauh lebih murah.
Meski demikian, loyalitas pengguna Samsung disebut masih menjadi kekuatan utama Galaxy A57 5G. Banyak pengguna memilih Samsung karena dianggap aman, nyaman, dan sudah familiar digunakan sehari-hari.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan