TULUNGAGUNG – Memasuki pertengahan tahun 2026, kebutuhan akan ponsel pintar dengan koneksi cepat dan fitur fungsional semakin meningkat. Menggunakan HP saat ini tidak cukup hanya mengandalkan sinyal kencang saja. Banyak masyarakat mulai sadar bahwa fitur kecil seperti NFC (Near Field Communication) justru sangat krusial untuk mengecek saldo e-money, transaksi ATM, hingga pembayaran harian yang praktis.
Dulu, kombinasi teknologi 5G dan fitur NFC identik dengan perangkat kelas atas berharga mahal. Namun, saat ini peta persaingan gadget telah berubah drastis. Sudah banyak pilihan HP 5G murah yang sudah mendukung fitur keduanya, menjadikannya opsi paling worth it bagi konsumen yang memiliki anggaran terbatas namun menginginkan teknologi masa depan.
Bagi warga Blitar, Tulungagung, dan sekitarnya yang sedang mencari referensi gadget baru menjelang musim liburan, berikut adalah rangkuman tujuh perangkat pilihan yang menawarkan keseimbangan antara harga dan performa. Pilihan HP 5G murah ini tidak hanya unggul di sektor konektivitas, tetapi juga membawa spesifikasi layar dan baterai yang mumpuni untuk penggunaan jangka panjang.
Dominasi Chipset Tangguh di Segmen Entry-Level
Daftar ini dibuka oleh Nubia A76 5G. Ponsel yang dibanderol mulai Rp2,2 jutaan ini ditenagai chipset Unisoc T8300 dengan RAM 8/128 GB. Menariknya, layar 6,75 inci miliknya memiliki fitur Live Island 2.0, sebuah poni interaktif dinamis yang sekilas mirip dengan Dynamic Island pada iPhone. Dengan skor Antutu mencapai 479.000 poin, ponsel ini menjadi salah satu yang termurah namun tetap bertenaga.
Tak mau kalah, Realme 14T 5G hadir dengan peningkatan signifikan di sektor pengisian daya. Mengandalkan MediaTek Dimensity 6300 dan baterai jumbo 6000 mAh, Realme menyematkan fitur fast charging 45 watt. Layar AMOLED-nya juga sangat terang dengan tingkat kecerahan hingga 2.100 nits, sangat nyaman digunakan di bawah terik matahari. Varian terendahnya dipasarkan mulai Rp2,8 jutaan.
Performa Gaming dan Layar AMOLED 120Hz
Bagi pecinta game, Nubia Neo 3 5G dan Infinix Note 50 X 5G Plus adalah dua kontender kuat. Nubia Neo 3 menawarkan layar AMOLED 6,8 inci dengan refresh rate 120Hz yang sangat mulus. Sementara itu, Infinix Note 50 X tampil perkasa dengan chipset Dimensity 7300 Ultimate yang mampu mencetak skor Antutu versi 10 hingga 720.000 poin. Dengan harga di kisaran Rp2,8 jutaan, Infinix memposisikan diri sebagai salah satu smartphone tercepat di segmen menengah.
Inovasi juga datang dari Techno Pova 5G yang mengusung layar lengkung (curved display) berpanel AMOLED 144Hz. Dilindungi Gorilla Glass 5 dan kamera utama 64 MP dengan sensor Sony IMX682, Techno Pova menjadi pilihan mewah di harga Rp2,9 jutaan bagi mereka yang mengutamakan estetika dan kualitas fotografi.
Pilihan Stabil dari Vivo dan Poco
Vivo juga meramaikan persaingan melalui Vivo Y19 S GT 5G. Meskipun pengisian dayanya hanya 15 watt, Vivo menawarkan kapasitas penyimpanan besar 8/256 GB yang dibanderol sekitar Rp2,7 jutaan. Ponsel ini cocok bagi pengguna yang membutuhkan ruang simpan luas untuk foto dan dokumen tanpa harus sering menghapus data.
Baca Juga: Daftar HP Realme Terbaru 2026 Lengkap! Dari 1 Jutaan hingga Flagship 8000 mAh, Ini Harga dan Speknya
Terakhir, Poco M7 Pro 5G menutup daftar ini dengan spesifikasi yang sangat seimbang. Menggunakan Dimensity 7025 Ultra, Poco menyertakan kamera 50 MP yang sudah dilengkapi OIS (Optical Image Stabilization). Kehadiran OIS di harga Rp2,9 jutaan adalah nilai plus yang jarang ditemukan, memastikan rekaman video dan tangkapan foto lebih stabil dari guncangan.
Kesimpulan dan Tips Memilih
Memilih HP 5G murah dengan fitur NFC di tahun 2026 memerlukan ketelitian dalam melihat detail spesifikasi pendukung lainnya seperti jenis layar (AMOLED vs IPS) dan kecepatan pengisian daya. Jika Anda mengutamakan performa mesin, Infinix dan Techno adalah jawabannya. Namun, jika Anda mencari ketahanan baterai dan kecerahan layar, Realme dan Poco bisa menjadi pertimbangan utama. Seluruh daftar di atas telah membuktikan bahwa teknologi canggih kini semakin terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Editor : Natasha Eka Safrina