(screenshot marketplace facebook)
JAKARTA - Harga Toyota Rush bekas periode 2018 hingga 2023 kembali menarik perhatian pasar otomotif Indonesia pada Maret 2025. SUV 7-seater andalan Toyota ini masih menjadi salah satu mobil bekas paling banyak dicari karena terkenal tangguh, irit perawatan, dan cocok untuk kebutuhan keluarga.
Berdasarkan pantauan terbaru dari sejumlah penjual mobil bekas di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi hingga Semarang, harga Toyota Rush bekas kini mulai dari Rp150 jutaan tergantung tipe, tahun produksi, transmisi hingga kondisi kendaraan.
Varian Toyota Rush TRD Sportivo dan Gear Sport menjadi tipe yang paling banyak diminati karena tampilannya lebih sporty dan fitur lebih lengkap.
Toyota Rush 2018 Mulai Rp150 Jutaan
Untuk Toyota Rush tahun 2018, harga bekasnya kini berada di kisaran Rp150 juta hingga Rp161 jutaan.
Salah satu unit Toyota Rush 1.5 TRD Sportivo bensin matik warna putih tahun 2018 dijual dengan harga kredit Rp150 juta atau cash Rp160 juta. Mobil tersebut memiliki kilometer sekitar 93 ribu kilometer dengan pajak aktif hingga Maret 2025.
Baca Juga: Daftar HP Sejutaan Terbaik 2026 Paling Worth It! Spek Gahar, Baterai Badak, hingga AMOLED Murah
Selain itu, tersedia juga Toyota Rush 1.5 G bensin manual warna putih tahun 2018 yang dijual sekitar Rp161 jutaan dengan kondisi bebas banjir dan bebas tabrakan.
Toyota Rush 2019 Masih Jadi Favorit
Toyota Rush keluaran 2019 masih menjadi favorit konsumen karena desainnya lebih modern namun harga sudah mulai turun.
Baca Juga: Daftar HP Sejutaan Terbaik 2026 Paling Worth It! Spek Gahar, Baterai Badak, hingga AMOLED Murah
Varian TRD Sportivo bensin matik warna hitam tahun 2019 ditawarkan sekitar Rp196 juta untuk pembelian cash. Mobil tersebut memiliki kilometer 97 ribu kilometer dengan status tangan pertama dan pajak aktif hingga 2026.
Sementara Toyota Rush 1.5 G bensin manual hitam 2019 dijual mulai Rp170 jutaan dengan kondisi dokumen lengkap dan AC masih dingin.
Ada juga Toyota Rush bensin matic warna silver tahun 2019 yang dijual sekitar Rp172 juta dengan garansi mesin satu tahun.
Baca Juga: Infinix Note 30 Pro Jadi Raja HP 1 Jutaan? Spek Gahar, Ada Wireless Charging dan Kamera 108 MP!
Toyota Rush 2020-2021 Harga Mulai Rp175 Jutaan
Masuk ke tahun yang lebih muda, harga Toyota Rush bekas 2020 hingga 2021 mulai berada di rentang Rp175 juta sampai Rp178 jutaan.
Toyota Rush 1.5 G bensin matic hitam tahun 2020 dijual sekitar Rp175 juta dengan kilometer 69 ribu kilometer dan garansi mesin serta transmisi satu tahun.
Sedangkan Toyota Rush 1.5 TRD Sportivo bensin matic silver 2020 dibanderol sekitar Rp177 juta dengan bonus gratis jasa perawatan.
Untuk model 2021, tersedia Toyota Rush 1.5 G bensin manual warna silver dengan harga Rp175 juta. Mobil ini disebut masih full original dengan interior rapi, keyless entry, kamera mundur dan AC digital.
Sementara Toyota Rush 1.5 G bensin hitam 2021 ditawarkan sekitar Rp178 jutaan dengan status tangan pertama.
Gear Sport 2023 Tembus Rp210 Juta
Bagi konsumen yang mencari Toyota Rush generasi lebih baru, tersedia juga Toyota Rush 1.5 Gear Sport bensin manual warna hitam tahun 2023.
SUV tersebut dijual sekitar Rp210 jutaan dengan kilometer rendah sekitar 22 ribu kilometer dan pajak aktif hingga Maret 2026.
Kondisinya diklaim bebas tabrak dan banjir dengan dokumen lengkap atas nama perorangan.
Rush Bekas Masih Jadi Primadona
Toyota Rush bekas masih menjadi primadona pasar SUV karena menawarkan kombinasi desain gagah, kapasitas tujuh penumpang dan biaya perawatan yang relatif terjangkau.
Selain itu, jaringan bengkel Toyota yang luas membuat mobil ini masih diminati masyarakat di berbagai daerah.
Baca Juga: Terus Koleksi Prestasi Tiap Tahun
Varian matik menjadi tipe yang paling banyak dicari untuk penggunaan harian di perkotaan, sementara tipe manual masih diminati karena harga lebih murah dan konsumsi bahan bakar yang dianggap lebih irit.
Meski demikian, calon pembeli tetap disarankan memeriksa kondisi kendaraan secara detail sebelum transaksi, termasuk riwayat servis, kondisi kaki-kaki hingga keaslian kilometer kendaraan.
Editor : Dyah Wulandari