Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Samsung Galaxy S22 Masih Layak Dibeli 2026? Ini Review Jujur Flagship Compact yang Harganya Turun

M. Helmi Nurhisam • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:12 WIB
Samsung Galaxy S22 masih layak dibeli 2026? Simak review lengkap performa, kamera, dan baterai flagship compact ini.(Pinterest)
Samsung Galaxy S22 masih layak dibeli 2026? Simak review lengkap performa, kamera, dan baterai flagship compact ini.(Pinterest)

Trenggalek Njenggelek – Samsung Galaxy S22 kembali jadi perbincangan di awal 2026. Banyak pengguna mulai melirik Samsung Galaxy S22 karena harganya yang sudah turun drastis, terutama di pasar second. Namun pertanyaannya, apakah HP flagship compact ini masih layak digunakan di tahun sekarang?

Sebagai salah satu flagship rilisan 2022, Samsung Galaxy S22 menawarkan kombinasi desain premium, performa tinggi, dan kamera mumpuni. Meski usianya sudah lebih dari tiga tahun, perangkat ini masih dianggap relevan untuk kebutuhan harian hingga semi-profesional.

Dari sisi desain, Samsung Galaxy S22 mengusung bodi compact dengan ukuran layar 6,1 inci. Dimensi kecil ini menjadi daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang tidak nyaman dengan smartphone berukuran besar. Materialnya juga premium, menggunakan frame metal dan backdoor kaca yang memberikan kesan flagship saat digenggam.

Baca Juga: Menimbang Efektivitas: Kebijakan Penanganan Banjir di Surabaya

Desain Compact dan Layar Masih Tajam

Layar menjadi salah satu keunggulan utama perangkat ini. Samsung membekali S22 dengan panel Dynamic AMOLED 2X beresolusi Full HD Plus, refresh rate 120 Hz, serta dukungan HDR. Hasilnya, tampilan layar tetap tajam, warna vivid, dan nyaman digunakan untuk scrolling maupun menonton.

Selain itu, layar sudah dilindungi Gorilla Glass Victus Plus dan dilengkapi fitur Always On Display serta fingerprint ultrasonic yang responsif. Namun, beberapa pengguna melaporkan potensi masalah “green line” pada layar, meskipun tidak semua unit mengalaminya.

Baca Juga: Profil Megawati Hangestri Pertiwi, Bintang Voli Indonesia di Liga Korea Selatan: Karier, Pendidikan, Prestasi hingga Gaji Fantastis

Performa Masih Kuat, Tapi Cepat Panas

Di sektor performa, Samsung Galaxy S22 ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 1 dengan RAM 8 GB dan storage UFS 3.1. Untuk penggunaan harian seperti media sosial, multitasking, hingga editing video ringan, performanya masih sangat lancar di 2026.

Untuk gaming, perangkat ini masih mampu menjalankan game populer seperti PUBG Mobile, Mobile Legends, hingga eFootball dengan setting tinggi. Frame rate relatif stabil, namun suhu perangkat cenderung cepat meningkat, terutama saat digunakan dalam waktu lama atau di luar ruangan.

Masalah panas ini memang menjadi salah satu kelemahan utama chipset Snapdragon 8 Gen 1, terlebih pada bodi compact seperti S22 yang memiliki ruang pendinginan terbatas.

Kamera Masih Andal untuk Konten

Di sektor kamera, S22 dibekali konfigurasi triple camera: 50 MP (utama), 12 MP (ultrawide), dan 10 MP (telephoto). Hasil foto di kondisi terang masih sangat baik dengan detail tajam dan dynamic range luas.

Untuk low light, kamera utama dan selfie masih bisa diandalkan, meskipun kamera ultrawide dan telephoto mulai menunjukkan penurunan kualitas. Perekaman video juga tetap solid dengan stabilisasi yang baik dan warna yang akurat.

Fitur Pro Mode menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin eksplorasi fotografi lebih lanjut, terutama untuk kebutuhan konten kreator.

Software Masih Dapat Update, Tapi Terbatas

Dari sisi software, Samsung Galaxy S22 saat ini sudah menjalankan One UI 7 berbasis Android 15 dan dipastikan hanya mendapat satu update besar lagi ke Android 16.

Meski demikian, pengalaman penggunaan tetap mulus tanpa bug berarti. Fitur khas Samsung seperti Galaxy AI, Samsung DeX, serta kustomisasi melalui Good Lock masih tersedia dan berjalan optimal.

Baterai Jadi Kelemahan Utama

Kapasitas baterai 3.700 mAh menjadi salah satu kekurangan terbesar. Untuk penggunaan ringan, screen-on-time hanya berkisar 3 jam, dan bisa turun drastis jika digunakan untuk merekam video atau gaming.

Pengisian daya 25 watt tergolong standar, dengan waktu sekitar 1 jam lebih untuk penuh. Untungnya, fitur wireless charging dan reverse wireless charging masih tersedia.

Masih Worth It, Tapi Ada Catatan

Dengan harga bekas yang kini berada di kisaran Rp3–4 jutaan, Samsung Galaxy S22 masih menjadi pilihan menarik, terutama bagi pencari HP flagship compact.

Namun, calon pembeli perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti potensi overheat, daya tahan baterai yang terbatas, serta risiko membeli unit second.

Jika kebutuhan utama adalah performa, kamera, dan desain premium dalam ukuran ringkas, S22 masih layak dipertimbangkan di 2026.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#HP compact terbaik #Samsung Galaxy S22 #review Samsung S22 #harga Samsung S22 #HP Flagship 2026