Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Samsung Galaxy S26 Ultra 2026: Fitur Privacy Display Canggih, Tapi Harga dan Kameranya Bikin Debat

M. Helmi Nurhisam • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:16 WIB
Review Samsung Galaxy S26 Ultra 2026: fitur privacy display canggih, performa kencang, tapi harga dan kamera jadi sorotan. (Pinterest)
Review Samsung Galaxy S26 Ultra 2026: fitur privacy display canggih, performa kencang, tapi harga dan kamera jadi sorotan. (Pinterest)

Trenggalek Njenggelek – Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi salah satu flagship paling ramai dibicarakan di 2026. Bukan tanpa alasan, ponsel ini hadir dengan fitur baru yang disebut-sebut revolusioner, yakni privacy display. Namun di balik inovasi tersebut, ada sejumlah catatan yang membuat pengalaman pengguna terasa “campur aduk”.

Dalam penggunaan selama satu bulan, Samsung Galaxy S26 Ultra menunjukkan performa yang sangat solid sebagai flagship. Mulai dari aktivitas berat seperti gaming, fotografi, hingga penggunaan harian di berbagai kondisi, semuanya dapat dilibas tanpa kendala berarti.

Di sisi lain, beberapa keputusan Samsung justru memunculkan kritik, mulai dari strategi harga hingga minimnya peningkatan di sektor kamera.

Baca Juga: Gaji Megawati Hangestri di Pertamina Enduro Jelang Proliga 2026 Bikin Kaget, Nominalnya Disebut Capai Miliaran

Privacy Display Jadi Inovasi Utama

Salah satu fitur paling mencuri perhatian di Samsung Galaxy S26 Ultra adalah privacy display. Teknologi ini memungkinkan layar menjadi lebih gelap atau samar ketika dilihat dari sudut tertentu, sehingga isi layar hanya jelas bagi pengguna yang melihat secara langsung.

Fitur ini bisa diaktifkan secara manual maupun otomatis pada aplikasi tertentu seperti chatting atau mobile banking. Bahkan, pengguna dapat mengatur agar hanya notifikasi atau PIN yang disamarkan.

Secara konsep, fitur ini mirip dengan anti-spy screen protector, namun jauh lebih canggih karena terintegrasi langsung dengan layar. Ini menjadi salah satu inovasi yang belum banyak ditemui di smartphone lain.

Namun, teknologi ini tidak datang tanpa kompromi. Saat fitur dimatikan sekalipun, kualitas viewing angle dan tingkat kecerahan layar sedikit berada di bawah generasi sebelumnya.

Baca Juga: Gaji Megawati Hangestri di Liga Voli Turki Bikin Heboh, Bersama Manisa BBSK Disebut Bisa Tembus Rp4 Miliar

 

 

Harga Turun Drastis, Konsumen Diminta Waspada

Masalah lain yang cukup disorot adalah strategi harga. Saat peluncuran, Samsung Galaxy S26 Ultra dibanderol mulai Rp24,5 juta hingga Rp32 juta tergantung varian.

Namun hanya dalam waktu sekitar satu bulan, harga di pasaran sudah turun cukup jauh. Varian 512 GB bahkan ditemukan dijual di kisaran Rp23 jutaan, sementara versi 256 GB ada yang menyentuh Rp19 jutaan.

Penurunan ini membuat promo “free memory upgrade” yang ditawarkan saat awal rilis terasa kurang relevan. Konsumen pun disarankan lebih jeli sebelum membeli agar tidak terjebak harga awal yang lebih tinggi.

Performa Kencang, Charging Masih Tanggung

Dari sisi performa, Samsung Galaxy S26 Ultra ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang dipadukan dengan RAM hingga 16 GB dan storage UFS 4.0. Hasilnya, performa gaming maupun multitasking berjalan sangat lancar.

Suhu perangkat juga relatif stabil, berada di kisaran 42–44 derajat saat digunakan untuk aktivitas berat.

Untuk pengisian daya, Samsung kini menghadirkan fast charging 60 watt. Meski terlihat meningkat dari generasi sebelumnya, perbedaan kecepatan pengisian ternyata tidak terlalu signifikan dibanding charger 45 watt.

Selain itu, seperti tradisi Samsung, charger masih dijual terpisah, yang menjadi catatan tersendiri bagi pengguna.

 

Kamera Masih Bagus, Tapi Kurang Inovasi

Di sektor kamera, Samsung Galaxy S26 Ultra masih mengandalkan konfigurasi yang mirip dengan generasi sebelumnya. Peningkatan utama hanya terletak pada aperture yang lebih besar untuk meningkatkan performa low light.

Hasil foto dan video tetap tergolong sangat baik, dengan detail tajam dan dynamic range luas. Kamera zoom hingga 10x juga masih dapat diandalkan.

Namun jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Vivo, Oppo, atau bahkan iPhone, inovasi kamera Samsung terasa stagnan. Transisi zoom video juga dinilai masih kurang mulus.

Meski begitu, untuk kebutuhan sehari-hari hingga konten profesional, kamera S26 Ultra tetap mampu memberikan hasil memuaskan.

S Pen Masih Ada, Tapi Fitur Berkurang

Keunggulan lain yang masih dipertahankan adalah kehadiran S Pen. Stylus ini tetap menjadi nilai jual utama seri Ultra, terutama bagi pengguna yang membutuhkan produktivitas tinggi.

Namun, fitur Bluetooth pada S Pen yang sebelumnya memungkinkan penggunaan sebagai remote kamera kini tidak lagi tersedia. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa fungsi S Pen bisa semakin dikurangi di masa depan.

Kesimpulan: Tetap Layak, Tapi Tidak Sempurna

Secara keseluruhan, Samsung Galaxy S26 Ultra tetap menjadi salah satu flagship terbaik di 2026. Performa kencang, fitur inovatif seperti privacy display, serta ekosistem software yang matang menjadi nilai utama.

Namun, beberapa aspek seperti harga, inovasi kamera, dan baterai yang masih “main aman” membuatnya belum benar-benar sempurna.

Bagi pengguna yang mencari smartphone flagship dengan fitur lengkap dan pengalaman premium, perangkat ini tetap layak dipertimbangkan—asal dibeli di harga yang sudah turun.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#fitur smartphone terbaru #review hp samsung #HP Flagship 2026 #Samsung Galaxy S26 Ultra #samsung terbaru