Trenggalek Njenggelek – Meski sudah tidak lagi diproduksi, popularitas Honda Jazz di pasar otomotif Indonesia ternyata belum surut. Bahkan, setelah resmi “disuntik mati” oleh Honda, minat terhadap mobil hatchback ini justru tetap tinggi, terutama di pasar mobil bekas.
Mobil yang dikenal dengan desain sporty dan performa responsif ini masih menjadi incaran, mulai dari generasi awal hingga generasi terakhir seperti Jazz GK5. Hal tersebut terlihat dari banyaknya unit yang masih beredar dan cepat terjual di showroom mobil bekas.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Honda Jazz masih memiliki tempat khusus di hati konsumen, terutama kalangan muda dan pecinta mobil kompak.
Harga Bekas Masih Stabil, Mulai Rp130 Jutaan
Di pasar mobil bekas, harga Honda Jazz bervariasi tergantung tahun dan kondisi unit. Untuk varian lama seperti tahun 2014 transmisi manual, harga ditawarkan mulai Rp130 jutaan.
Sementara itu, untuk unit tahun 2015 transmisi otomatis, harga berada di kisaran Rp160 jutaan. Kondisi kendaraan umumnya masih orisinal dengan catatan perawatan rutin dan pajak aktif.
Untuk model facelift tahun 2017 hingga 2019, harga bisa mencapai Rp230 juta hingga Rp270 jutaan, tergantung tipe dan kelengkapan. Salah satu yang cukup diminati adalah varian RS dengan tampilan two-tone (atap hitam) yang menjadi edisi terbatas.
Kondisi Unit Jadi Penentu Utama
Penjual mobil bekas umumnya menekankan pentingnya kondisi kendaraan. Unit yang dijual biasanya telah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan tidak ada riwayat kecelakaan, banjir, atau turun mesin.
Selain itu, riwayat servis di bengkel resmi Honda juga menjadi nilai tambah. Banyak konsumen lebih memilih unit dengan buku servis lengkap karena dianggap lebih terjamin dari sisi perawatan.
Kilometer rendah juga menjadi daya tarik tersendiri. Misalnya, unit tahun 2019 dengan jarak tempuh sekitar 46 ribu kilometer masih dianggap sangat layak dan bernilai tinggi.
Tetap Diminati Meski Sudah Tidak Diproduksi
Keputusan Honda menghentikan produksi Jazz di Indonesia sempat mengejutkan pasar. Model ini kemudian digantikan oleh City Hatchback RS.
Namun, karakter khas Jazz yang praktis, irit bahan bakar, serta handling yang lincah membuatnya sulit tergantikan. Hal ini yang membuat permintaan di pasar mobil bekas tetap tinggi hingga saat ini.
Selain itu, ketersediaan suku cadang yang masih melimpah juga menjadi alasan mengapa mobil ini tetap diminati. Konsumen tidak perlu khawatir soal perawatan jangka panjang.
Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan
Honda Jazz dikenal sebagai mobil yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari penggunaan harian, kendaraan pertama, hingga modifikasi.
Ruang kabin yang cukup lega di kelasnya serta fitur seperti AC digital, sistem audio modern, hingga desain interior ergonomis membuatnya tetap relevan di tahun 2026.
Tak heran jika banyak showroom menawarkan berbagai skema pembelian, mulai dari cash, kredit, hingga tukar tambah. Bahkan, harga yang ditawarkan masih bisa dinegosiasikan tergantung kondisi unit.
Kesimpulan: “Mati” di Produksi, Hidup di Pasar
Meski sudah tidak lagi diproduksi, Honda Jazz justru membuktikan diri sebagai salah satu mobil bekas paling stabil di Indonesia. Permintaan yang tinggi, harga yang relatif bertahan, serta reputasi yang baik membuatnya tetap menjadi pilihan menarik.
Bagi konsumen yang mencari mobil hatchback dengan performa seimbang dan nilai jual kembali yang kuat, Jazz masih layak dipertimbangkan, bahkan di tengah gempuran model-model baru.
Editor : M. Helmi Nurhisam