Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Samsung Galaxy A57 Disorot! Upgrade Minim Tapi Tetap Diburu, Apakah Masih Layak Dibeli di 2026?

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Selasa, 5 Mei 2026 | 16:08 WIB
Samsung Galaxy A57 jadi sorotan, upgrade minim tapi tetap laris. Apakah masih layak dibeli di 2026?(Pinterest)
Samsung Galaxy A57 jadi sorotan, upgrade minim tapi tetap laris. Apakah masih layak dibeli di 2026?(Pinterest)

Trenggalek - Samsung Galaxy A57 kembali jadi sorotan di pasar smartphone midrange. Meski banyak pesaing bermunculan dengan spesifikasi agresif, HP terbaru Samsung ini tetap ramai dicari. Fenomena ini mempertegas posisi Samsung yang masih kuat di segmen menengah, meski inovasi yang dibawa dinilai tidak terlalu signifikan.

Popularitas Samsung Galaxy A57 tidak lepas dari loyalitas pengguna. Banyak konsumen tetap memilih Samsung karena faktor kenyamanan dan kepercayaan merek. Bahkan di tengah gempuran brand lain seperti Poco, Xiaomi, hingga Realme, nama Samsung masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pengguna.

Namun, di balik popularitas tersebut, Samsung Galaxy A57 juga menuai kritik. Sejumlah pengamat menilai peningkatan yang diberikan tidak cukup menggairahkan dibanding generasi sebelumnya. Hal ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Galaxy A57 benar-benar layak dibeli?

Desain Lebih Ringan dan Premium Jadi Daya Tarik

Samsung Galaxy A57 membawa sejumlah peningkatan di sektor desain. Bobotnya kini hanya sekitar 180 gram, lebih ringan dibanding pendahulunya. Selain itu, bodinya juga lebih tipis dengan ketebalan sekitar 6,9 mm, memberikan kenyamanan lebih saat digenggam.

Material premium tetap dipertahankan dengan penggunaan Gorilla Glass Victus Plus di bagian depan dan belakang serta frame aluminium. Peningkatan juga hadir pada sertifikasi ketahanan air yang kini mencapai IP68, lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Bezel layar yang semakin tipis turut memberikan tampilan lebih modern. Secara keseluruhan, perubahan desain menjadi salah satu upgrade paling terasa pada Samsung Galaxy A57.

Performa Naik, Tapi Tidak Signifikan

Di sektor dapur pacu, Samsung Galaxy A57 menggunakan chipset Exynos 1680. Secara teknis, ini merupakan peningkatan dari generasi sebelumnya, namun tidak membawa perubahan besar.

Benchmark menunjukkan peningkatan performa, terutama pada multitasking. Namun, untuk gaming, performanya masih tergolong standar di kelasnya. Game populer seperti Mobile Legends belum stabil di 120 FPS, sementara game berat seperti Genshin Impact hanya berjalan di kisaran 40 FPS.

Selain itu, suhu perangkat juga cenderung meningkat saat digunakan dalam beban berat. Meski sistem pendingin diklaim lebih besar, peningkatan ini belum terasa signifikan dalam penggunaan nyata.

Kamera dan Baterai Masih Stagnan

Samsung Galaxy A57 masih mempertahankan konfigurasi kamera yang sama seperti generasi sebelumnya, yakni kamera utama 50 MP, ultrawide 13 MP, dan makro 5 MP. Hasil foto tetap konsisten dengan karakter khas Samsung, cerah namun sedikit flat.

Di sektor video, terdapat peningkatan pada transisi zoom yang lebih halus. Kamera depan juga mampu menghasilkan video selfie yang stabil dengan dynamic range yang baik.

Baca Juga: Rekomendasi HP Oppo Terbaru 2026: Baterai 7000 mAh dan Tahan Air IP69, Ini 6 Pilihan Terbaik di Semua Harga!

Sementara itu, kapasitas baterai tetap di angka 5000 mAh. Daya tahan tergolong standar untuk penggunaan harian. Pengisian cepat 45 watt mampu mengisi hingga lebih dari 60 persen dalam 30 menit, namun pengisian penuh membutuhkan waktu lebih dari satu jam.

Harga Jadi Penentu Utama

Salah satu faktor krusial dalam menilai Samsung Galaxy A57 adalah harga. Secara resmi, perangkat ini dibanderol hingga Rp8 jutaan, yang dinilai terlalu tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan yang diberikan.

Namun, di pasar saat ini, harga Galaxy A57 mulai turun ke kisaran Rp6,8 juta hingga Rp7 jutaan. Pada rentang harga ini, perangkat mulai terasa lebih masuk akal, terutama bagi pengguna yang mengutamakan desain dan ekosistem Samsung.

Meski begitu, dengan selisih harga yang tidak jauh, beberapa alternatif seperti seri flagship “FE” atau brand lain menawarkan spesifikasi yang lebih unggul, termasuk performa dan fitur tambahan.

Layak Dibeli atau Tidak?

Samsung Galaxy A57 tetap menjadi pilihan aman bagi pengguna yang setia pada brand Samsung. Desain premium, build quality solid, dan dukungan software hingga enam tahun menjadi nilai tambah yang sulit disaingi.

Namun, bagi pengguna yang mencari peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya, Galaxy A57 mungkin terasa kurang menarik. Banyak kompetitor di kelas harga yang sama menawarkan spesifikasi lebih agresif.

Kesimpulannya, Samsung Galaxy A57 cocok bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan dan kepercayaan merek. Namun, untuk pemburu performa dan fitur terbaik, ada banyak opsi lain yang lebih menggoda di tahun 2026.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#Rekomendasi Hp Samsung #review hp samsung #hp samsung murah