JAKARTA - Produk terlaris TikTok Affiliate menjadi topik yang paling banyak dicari para kreator konten dan pebisnis online yang ingin meningkatkan penjualan lewat platform TikTok Shop. Banyak pengguna penasaran produk apa yang sebenarnya paling laku dijual agar komisi affiliate bisa terus meningkat.
Namun, sebuah video tutorial terbaru justru mengungkap fakta menarik bahwa produk terlaris TikTok Affiliate ternyata tidak sama di setiap akun. Produk yang laku di satu akun belum tentu berhasil dijual di akun lainnya karena algoritma TikTok bekerja berdasarkan minat audiens masing-masing kreator.
Penjelasan ini langsung menarik perhatian pengguna TikTok, terutama para affiliate pemula yang sering bingung menentukan produk jualan paling potensial. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa TikTok sebenarnya sudah menyediakan fitur khusus untuk melihat produk rekomendasi yang paling disukai audiens setiap akun.
Produk Terlaris Tidak Selalu Sama
Dalam video tutorial itu, kreator menjelaskan bahwa banyak orang salah memahami konsep produk terlaris di TikTok Shop. Banyak pengguna mengira ada satu jenis produk yang pasti laku untuk semua akun, misalnya skincare, handphone, atau fashion.
Padahal menurutnya, jika memang hanya ada satu produk paling laris, seharusnya semua seller dan affiliate akan menjual produk yang sama.
“Kalau skincare paling laris, kenapa masih ada yang jualan handphone, tas, jam tangan, atau jilbab?” jelas kreator dalam videonya.
Baca Juga: Tokopedia dan TikTok Shop Tarik Biaya Rp1.250: Receh di Mata Platform, Nyawa di Mata UMKM
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap akun TikTok memiliki karakter audiens yang berbeda. Karena itu, produk yang cocok dipromosikan juga akan berbeda tergantung minat followers masing-masing.
Cara Melihat Produk Pasti Laku di TikTok Affiliate
Dalam tutorial tersebut, pengguna dijelaskan langkah mudah untuk melihat produk rekomendasi langsung dari sistem TikTok. Caranya dimulai dengan membuka aplikasi TikTok lalu masuk ke profil akun.
Setelah itu, pengguna diminta membuka menu keranjang dan masuk ke Pusat Afiliasi. Di bagian tersebut terdapat fitur Data Performa yang berisi informasi mengenai audiens akun.
Pengguna kemudian cukup scroll ke bagian Audience untuk melihat kategori produk yang paling disukai followers mereka.
Menurut kreator, data tersebut sangat penting karena berasal langsung dari algoritma TikTok berdasarkan perilaku penonton akun.
“Ini adalah produk yang disukai oleh target market kalian,” jelasnya.
Dengan memahami data tersebut, affiliate bisa lebih mudah menentukan produk yang berpotensi menghasilkan penjualan tinggi.
Baca Juga: Sosok Tiktoker Tim Terobos Mitos, Orang Pertama Temukan Jasad Siswa SMPN 26 Bandung di Kampung Gajah
Algoritma TikTok Menentukan Produk Rekomendasi
Dalam contoh yang diperlihatkan pada video, salah satu akun mendapatkan rekomendasi produk berupa gantungan kunci atau keychain. Bahkan, hampir seluruh produk “pasti laku” yang muncul di marketplace akun tersebut masih berkaitan dengan gantungan kunci dan aksesoris kecil.
Hal ini menunjukkan bahwa audiens akun tersebut memang lebih tertarik pada kategori produk aksesoris sederhana dibanding produk lain.
Namun ketika membuka akun berbeda, rekomendasi produknya berubah total. Pada akun lain muncul produk seperti gadget sanitizer, sepatu, dan tas.
Perbedaan tersebut membuktikan bahwa algoritma TikTok membaca kebiasaan penonton setiap akun sebelum memberikan rekomendasi produk affiliate.
Baca Juga: Belanja Lewat Live Shopping? Ini Platform Paling Sering Dipakai Gen Z
Karena itu, kreator menegaskan bahwa pengguna tidak bisa sekadar meniru produk viral dari akun lain tanpa melihat kecocokan dengan audiens sendiri.
Jangan Asal Ikut Produk Viral
Fenomena produk viral di TikTok memang sering membuat banyak affiliate langsung ikut menjual barang yang sama. Namun strategi tersebut belum tentu berhasil apabila target audiens akun berbeda.
Menurut tutorial tersebut, langkah paling efektif adalah memahami karakter followers terlebih dahulu lalu memilih produk yang relevan dengan minat mereka.
Jika audiens lebih menyukai fashion, maka produk seperti tas, sepatu, atau aksesoris kemungkinan akan lebih mudah terjual. Sebaliknya, akun dengan audiens teknologi mungkin lebih cocok mempromosikan gadget atau elektronik.
Strategi ini dianggap lebih efektif dibanding sekadar mengikuti tren tanpa analisis data.
TikTok Affiliate Semakin Diminati
Program TikTok Affiliate kini semakin populer karena dianggap mampu menghasilkan pendapatan tambahan hanya dengan membuat konten promosi produk. Banyak pengguna mulai memanfaatkan fitur keranjang kuning untuk menjual produk tanpa harus memiliki stok barang sendiri.
Baca Juga: Tren Konsumsi Masyarakat di Trenggalek dan Perubahan Pola Belanja
Dengan memahami fitur rekomendasi produk dari TikTok, affiliate pemula kini memiliki peluang lebih besar untuk menemukan produk yang benar-benar sesuai dengan target market mereka.
Cara ini dinilai dapat membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperbesar peluang mendapatkan komisi dari TikTok Shop secara lebih konsisten.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari