Trenggalek Njenggelek- Teknik komposisi fotografi kini menjadi salah satu hal penting yang wajib dipahami para pengguna smartphone yang ingin menghasilkan foto estetik dan menarik. Lewat sebuah video tutorial di YouTube, content creator Sofyan Pratama membagikan enam teknik komposisi fotografi pakai smartphone yang mudah dipraktikkan, bahkan hanya menggunakan kamera HP biasa.
Dalam video tersebut, Sofyan menjelaskan bahwa teknik komposisi fotografi bukan sekadar aturan saat mengambil gambar, tetapi juga cara melatih mata agar lebih peka terhadap framing, sudut pandang, hingga elemen visual di sekitar objek foto.
Menurutnya, banyak orang masih asal memotret tanpa memperhatikan susunan objek di dalam frame. Padahal, dengan teknik komposisi yang tepat, hasil foto bisa terlihat lebih estetik, memiliki cerita, dan nyaman dipandang.
“Intinya biar foto lebih aesthetically pleasing dan enggak asal jepret,” ujar Sofyan dalam videonya.
Video itu direkam di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, yang dinilai cocok untuk belajar fotografi karena memiliki banyak spot minimalis dengan bentuk arsitektur yang menarik.
Teknik Centered dan Symmetrical
Teknik pertama yang dijelaskan adalah centered position and symmetrical. Pada teknik ini, objek utama ditempatkan tepat di tengah frame dengan komposisi kanan-kiri dan atas-bawah yang seimbang.
Sofyan menyebut teknik ini sebagai salah satu komposisi paling dasar, tetapi tetap menjadi favorit banyak fotografer karena hasilnya terlihat rapi dan estetik.
Baca Juga: Review Mobil Murah Terbaik 2026, Irit BBM, Nyaman Dipakai, dan Cocok untuk Keluarga Indonesia
Ia juga memberikan contoh penggunaan refleksi air untuk menciptakan efek simetris. Dengan memanfaatkan pantulan objek di air, foto akan terlihat lebih artistik dan seimbang.
Rule of Thirds Masih Jadi Favorit
Teknik kedua adalah rule of thirds atau aturan sepertiga. Teknik ini memanfaatkan garis bantu atau grid lines pada kamera smartphone untuk membagi frame menjadi sembilan bagian.
Objek foto kemudian ditempatkan di titik pertemuan garis agar hasil foto terlihat lebih dinamis dan tidak monoton.
Menurut Sofyan, teknik ini sering digunakan untuk foto outfit, portrait, maupun konten media sosial karena memberikan sudut pandang berbeda dibanding objek yang selalu ditempatkan di tengah.
Baca Juga: 5 Review Mobil Murah Terbaik 2026 yang Paling Irit dan Layak Dibeli di Indonesia
“Rule of thirds bikin framing lebih hidup dan enggak boring,” jelasnya.
Leading Lines Bantu Fokus ke Objek
Selanjutnya ada teknik leading lines. Teknik ini memanfaatkan garis-garis alami seperti jalan, tembok, bayangan, atau pola bangunan untuk mengarahkan fokus mata penonton menuju objek utama.
Sofyan mengatakan teknik ini menjadi salah satu favoritnya karena mudah ditemukan di berbagai tempat.
Bahkan, garis melengkung seperti jalan berkelok juga bisa dimanfaatkan untuk menciptakan efek visual yang dramatis.
Dalam praktiknya, ia menunjukkan cara mengambil gambar menggunakan garis tembok dan bayangan matahari agar fokus foto langsung tertuju pada objek di tengah frame.
Framing Composition dan Negative Space
Teknik berikutnya adalah framing composition. Dalam teknik ini, objek utama dibingkai menggunakan elemen di sekitar seperti pintu, jendela, daun, atau lorong bangunan.
Tujuannya agar foto memiliki kesan lebih dalam dan bervolume.
“Framing bikin foto terasa lebih meaningful,” ujar Sofyan.
Selain framing, ia juga menjelaskan teknik negative space. Teknik ini memanfaatkan area kosong di sekitar objek agar fokus penonton tertuju pada satu titik utama.
Contohnya adalah memotret seseorang dengan latar langit biru luas atau tembok polos tanpa banyak distraksi.
Teknik negative space sering digunakan untuk menciptakan kesan minimalis dan clean pada foto smartphone.
Golden Ratio Jadi Teknik Paling Sulit
Teknik terakhir yang dibahas adalah golden ratio. Sofyan menyebut teknik ini sebagai versi lebih advanced dari rule of thirds.
Golden ratio memanfaatkan pola spiral alami untuk mengarahkan perhatian penonton ke objek utama.
Meski terlihat sederhana, teknik ini membutuhkan latihan karena fotografer harus jeli mencari pola atau bentuk melengkung yang sesuai.
“Golden ratio itu susah-susah gampang karena kita harus benar-benar ngelatih mata,” katanya.
Di akhir video, Sofyan menegaskan bahwa fotografi tidak selalu membutuhkan kamera mahal. Menurutnya, pengguna Android maupun iPhone tetap bisa menghasilkan foto menarik selama memahami teknik komposisi dan rutin berlatih.
Ia juga mengingatkan bahwa fotografi bukan hanya soal teknis, tetapi bagaimana seseorang menerjemahkan ide dan cerita ke dalam bentuk visual.
Dengan memahami teknik komposisi fotografi pakai smartphone, siapa pun kini bisa menghasilkan foto estetik hanya bermodal kamera HP dan kreativitas.
Editor : Maylanni Diana Fitri