Trenggalek Njenggelek- Tren food photography smartphone semakin diminati, terutama oleh pengguna media sosial yang ingin menghasilkan foto makanan estetik tanpa harus memakai kamera profesional. Lewat sebuah video tutorial, kreator konten bernama Waterpass membagikan berbagai tips sederhana agar hasil foto makanan menggunakan smartphone terlihat lebih menarik dan profesional.
Dalam video tersebut, ia menegaskan bahwa food photography smartphone sebenarnya bisa menghasilkan kualitas foto yang bagus selama pengguna memahami teknik dasar pengambilan gambar dan editing. Bahkan, hanya dengan bantuan aplikasi gratis seperti Lightroom, hasil foto makanan bisa tampak lebih dramatis dan layak diunggah ke Instagram.
Food photography smartphone kini memang menjadi solusi praktis bagi content creator pemula maupun pelaku UMKM kuliner yang ingin mempromosikan produknya secara visual tanpa modal besar. Dengan teknik yang tepat, foto dari ponsel tetap mampu menghasilkan detail dan warna yang menarik perhatian.
Gunakan Aplikasi Lightroom untuk Kamera Manual
Langkah pertama yang disarankan adalah mengunduh aplikasi Lightroom di smartphone. Menurutnya, fitur kamera manual pada Lightroom sangat membantu pengguna dalam mengatur pencahayaan secara lebih presisi.
Ia juga menyoroti fitur zebra yang ada di aplikasi tersebut. Fitur ini berguna untuk mendeteksi area foto yang mengalami over exposure atau pencahayaan berlebih. Dengan begitu, pengguna bisa mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki sebelum memotret.
Baca Juga: Mobil Irit BBM Terbaik 2026, Pilihan Paling Hemat untuk Harian dan Keluarga
Meski demikian, bagi pengguna smartphone keluaran terbaru yang sudah memiliki mode kamera manual bawaan, aplikasi tambahan sebenarnya tidak terlalu wajib digunakan.
Holder dan Tripod Jadi Peralatan Penting
Selain aplikasi, penggunaan holder dan tripod juga menjadi perlengkapan penting dalam food photography smartphone. Alat tersebut membantu menjaga posisi kamera tetap stabil sehingga hasil foto tidak blur akibat guncangan.
Waterpass menyarankan pengguna memakai timer saat mengambil gambar. Teknik ini bertujuan mengurangi getaran ketika tombol shutter ditekan.
Baca Juga: 5 MPV Murah Terbaik Keluarga Indonesia yang Nyaman, Irit, dan Layak Dibeli
“Kalau menggunakan timer, hasil fotonya jadi lebih stabil dan tajam,” jelasnya dalam video tutorial tersebut.
Angle Flat Lay Dinilai Paling Cocok
Dalam tutorial itu, ia mengungkapkan bahwa angle flat lay menjadi teknik yang paling cocok digunakan untuk food photography smartphone. Angle ini dilakukan dengan posisi kamera menghadap langsung ke objek dari atas.
Menurutnya, lensa smartphone memiliki karakter yang lebih optimal untuk pengambilan gambar dari sudut datar. Teknik flat lay juga membuat komposisi makanan terlihat lebih rapi dan estetik.
Namun, bagi pengguna smartphone flagship terbaru yang memiliki fitur kamera lebih lengkap, berbagai angle lain tetap bisa dicoba untuk menghasilkan variasi foto yang menarik.
Atur ISO Rendah agar Foto Tidak Noise
Salah satu poin penting dalam food photography smartphone adalah pengaturan ISO. Waterpass menyarankan pengguna memakai ISO serendah mungkin untuk meminimalkan noise atau bintik pada gambar.
Dalam videonya, ia menggunakan ISO 64 bahkan menurunkannya hingga ISO 32 agar hasil foto lebih bersih. Sementara shutter speed juga diatur lebih rendah untuk mendapatkan pencahayaan yang pas.
Selain itu, ia menggunakan rasio 16:9 untuk kebutuhan Instagram Story. Sedangkan untuk feed Instagram, rasio 4:3 dianggap lebih ideal karena proses crop menjadi lebih fleksibel.
Editing Lightroom Bikin Foto Lebih Dramatis
Setelah sesi pemotretan selesai, proses editing menjadi tahap yang tidak kalah penting. Waterpass memperlihatkan bagaimana ia mengedit hasil foto langsung di aplikasi Lightroom.
Beberapa langkah editing yang dilakukan antara lain mengatur exposure, shadow, texture, hingga color grading agar warna makanan terlihat lebih hidup. Ia juga memanfaatkan fitur noise reduction untuk mengurangi bintik pada foto smartphone.
Tak hanya itu, fitur radial filter digunakan untuk membuat area objek utama tampak lebih terang sementara bagian luar dibuat lebih gelap. Teknik ini memberi efek dramatis sekaligus mengarahkan fokus mata ke makanan.
Smartphone Cukup untuk Konten Media Sosial
Di akhir video, Waterpass mengakui bahwa kamera smartphone memang masih memiliki keterbatasan dibanding kamera profesional, terutama dari sisi ketajaman dan kedalaman warna.
Namun, menurutnya hasil food photography smartphone sudah sangat cukup untuk kebutuhan media sosial maupun konten harian.
“Kalau untuk sosial media sebenarnya sudah cukup bagus, apalagi kalau teknik dan editing-nya tepat,” ujarnya.
Tutorial tersebut pun mendapat perhatian banyak pengguna karena dinilai mudah dipraktikkan, terutama bagi pemula yang ingin belajar fotografi makanan tanpa harus membeli kamera mahal.
Editor : Maylanni Diana Fitri