Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Jujur Indomobil E-Motor Tirano Setelah 5.000 Km, Cocok Buat Harian tapi Kurang Asyik Diajak Touring?

Maylanni Diana Fitri • Sabtu, 9 Mei 2026 | 20:16 WIB
Review jujur Indomobil E-Motor Tirano setelah 5.000 km, ternyata lebih cocok buat harian daripada touring jauh.(pinterest)
Review jujur Indomobil E-Motor Tirano setelah 5.000 km, ternyata lebih cocok buat harian daripada touring jauh.(pinterest)

Trenggalek Njenggelek- Motor listrik Indomobil E-Motor Tirano belakangan menjadi salah satu model yang cukup menarik perhatian pecinta kendaraan listrik di Indonesia. Desain bergaya adventure dan tampang touring membuat motor listrik ini banyak dilirik pengguna yang ingin tampil beda di jalan.

Namun bagaimana rasanya setelah dipakai ribuan kilometer? Seorang pengguna sekaligus YouTuber otomotif membagikan pengalaman jujurnya setelah menggunakan Indomobil E-Motor Tirano selama sekitar delapan bulan dengan jarak tempuh lebih dari 5.000 kilometer.

Dalam pengakuannya, motor listrik Indomobil E-Motor Tirano ternyata memiliki karakter yang cukup berbeda dibanding ekspektasi awal. Meski tampilannya terlihat siap diajak touring jarak jauh, kenyataannya motor ini justru dinilai lebih cocok digunakan sebagai kendaraan harian.

Pengguna mengaku membeli motor tersebut menggunakan uang pribadi dan bukan unit sponsor. Selama pemakaian, motor sudah mengalami banyak modifikasi untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.

Banyak Modifikasi demi Kenyamanan

Beberapa bagian yang diubah antara lain jok yang ditinggikan sekitar empat sentimeter menggunakan busa medium density agar posisi duduk lebih nyaman. Selain itu, stang juga dipasangi raiser model pivot supaya posisi berkendara terasa lebih ergonomis.

Baca Juga: Mobil Bekas Murah Terbaik di Indonesia, Ini Pilihan Paling Irit dan Bandel untuk Keluarga

Di sektor kaki-kaki, suspensi belakang diganti memakai KTC Razor Pro milik Honda PCX 160 dengan panjang 365 mm. Sementara suspensi depan menggunakan KYB Zeto milik Yamaha NMAX karena dianggap lebih nyaman dibanding suspensi bawaan Tirano.

“Shock bawaan Tirano itu sudah enggak bisa diselamatkan. Mau disetting seperti apa tetap susah nyaman,” ujarnya.

Velg depan juga diganti memakai ukuran 14 inci milik Yamaha Aerox yang dipadukan dengan ban FDR Hover demi meningkatkan kestabilan sekaligus kenyamanan saat melibas jalan rusak.

Pernah Touring Hampir 2.000 Kilometer

Motor listrik Tirano ini sempat dipakai untuk aktivitas harian hingga touring lintas kota. Salah satu perjalanan terjauh dilakukan dari Tangerang menuju Madiun pulang pergi dengan total jarak mencapai 1.883 kilometer.

Baca Juga: 7 Mobil Irit BBM Terbaik 2026 yang Paling Hemat dan Layak Dibeli di Indonesia

Rutenya pun cukup ekstrem. Saat berangkat melewati jalur Pantura hingga Semarang dan Salatiga, sedangkan perjalanan pulang mengambil jalur selatan melalui Ponorogo, Pacitan, Gunungkidul, Pangandaran, hingga Sumedang.

Selama touring, motor menggunakan baterai tambahan dan charger adjustable agar lebih fleksibel saat mengisi daya di warung atau tempat sederhana dengan daya listrik terbatas.

Meski berhasil menempuh perjalanan jauh, pengalaman tersebut justru membuat pemilik menyimpulkan bahwa Tirano kurang cocok dipakai touring berat.

Desain Adventure, Karakter Harian

Secara tampilan, Indomobil E-Motor Tirano memang sangat menggoda. Motor ini sudah dibekali bracket side bag, dudukan top box, crash bar, hingga headlamp guard yang identik dengan motor adventure touring.

Desain tersebut membuat banyak pecinta touring tertarik meminang motor listrik ini. Namun menurut pengalaman pengguna, karakter berkendaranya lebih nyaman untuk kebutuhan sehari-hari dibanding perjalanan jarak jauh.

“Kalau modelnya memang motor adventure buat touring, tapi rasa penggunaannya lebih cocok buat motor harian,” katanya.

Motor ini memiliki kecepatan maksimum sekitar 85 km/jam dan jarak tempuh sekitar 80 kilometer dalam kondisi standar. Angka tersebut dianggap cukup untuk mobilitas harian di dalam kota.

Selain itu, biaya perawatan juga sangat minim. Pengguna mengaku hampir tidak melakukan perawatan khusus selain pembenahan komstir. Tidak ada penggantian oli maupun servis rutin seperti motor bensin pada umumnya.

Kurang Cocok Buat Upgrade Kecepatan Tinggi

Salah satu kekurangan yang paling disorot adalah bagian rangka utama yang dinilai kurang kokoh saat motor dipacu dalam kecepatan tinggi.

Menurut pengguna, motor mulai terasa bergetar ketika dipakai terlalu kencang atau setelah dilakukan upgrade controller dan baterai untuk meningkatkan performa.

Karena itu, Tirano dinilai kurang ideal bagi pengguna yang ingin memodifikasi motor listrik menjadi lebih ekstrem dengan kecepatan di atas 100 km/jam.

“Kalau dipakai kencang ada getaran. Main frame-nya kurang kokoh,” ungkapnya.

Meski begitu, dari sisi keandalan harian motor ini tetap mendapat nilai positif. Selama delapan bulan penggunaan, motor disebut minim masalah dan aman digunakan saat melewati genangan maupun banjir.

Ditambah lagi, Indomobil memberikan garansi baterai hingga tiga tahun yang menjadi nilai tambah bagi konsumen motor listrik pemula.

Dengan desain adventure, fitur modern, dan biaya operasional murah, Indomobil E-Motor Tirano masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari motor listrik untuk aktivitas sehari-hari, bukan untuk touring ekstrem atau modifikasi balap.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#review Tirano #Indomobil E-Motor Tirano #touring motor listrik #Motor listrik harian #Motor Listrik Tirano