Trenggalek Njenggelek- Pasar motor listrik subsidi di Indonesia semakin ramai dengan hadirnya berbagai merek lokal maupun impor yang menawarkan harga terjangkau setelah mendapatkan insentif pemerintah sebesar Rp7 juta. Dalam ajang Periklindo Electric Vehicle Show 2024 di JIExpo Kemayoran, sejumlah produsen memamerkan motor listrik terbaru yang sudah menikmati subsidi karena memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Motor listrik subsidi menjadi perhatian masyarakat karena harga jualnya kini jauh lebih murah dibanding sebelumnya. Selain itu, sejumlah brand mulai menawarkan teknologi baterai yang bisa dilepas, home charging, hingga rencana pengembangan swap baterai untuk mempermudah konsumen.
Beberapa merek yang hadir dalam pameran tersebut antara lain VMove, Rakata, hingga Gesits. Ketiganya mengklaim produknya sudah dirakit lokal dan memenuhi syarat menerima subsidi pemerintah.
VMove Tawarkan Desain Futuristik dan Harga Terjangkau
VMove memperkenalkan dua model terbaru mereka yakni SRT5 dan Stardust. Motor listrik ini mengusung desain perpaduan futuristik dan klasik dengan tampilan unik menggunakan material fiber transparan pada bagian bodi tertentu.
Pihak VMove menyebut motor tersebut sudah memiliki kandungan lokal lebih dari 50 persen dan dirakit di Cibinong, Jawa Barat. Setelah mendapatkan subsidi pemerintah, harga VMove SRT5 dijual mulai Rp14 jutaan.
Selain model untuk penggunaan harian, VMove juga menghadirkan motor listrik khusus kebutuhan delivery atau kurir. Motor tersebut diklaim mampu membawa beban hingga 200 kilogram dengan tenaga motor 2.000 watt.
Menariknya, VMove menyediakan opsi baterai lithium maupun SLA. Untuk baterai lithium dapat dilepas dan diisi ulang di rumah menggunakan charger bawaan. Namun perusahaan belum menerapkan sistem swap baterai seperti beberapa merek lain.
Pihak VMove juga mengungkapkan proses pengajuan subsidi motor listrik masih membutuhkan waktu cukup lama. Rata-rata konsumen harus menunggu sekitar tiga hingga lima bulan hingga seluruh proses administrasi selesai.
Rakata Siapkan Model Mirip Skutik Premium
Sementara itu, Rakata Motorcycle menawarkan empat model motor listrik. Dua model yang sudah mendapatkan subsidi pemerintah adalah S9 dan X5.
Rakata S9 dijual sekitar Rp13 jutaan setelah subsidi dengan jarak tempuh mencapai 65 hingga 70 kilometer. Motor ini menggunakan sistem home charging dengan baterai yang dapat dilepas.
Sedangkan Rakata X5 memiliki jarak tempuh lebih jauh hingga 75 kilometer untuk satu baterai. Konsumen juga bisa menambah baterai kedua sehingga total jarak tempuh mencapai sekitar 150 kilometer.
Harga Rakata X5 setelah subsidi berada di kisaran Rp15 jutaan. Namun jika menggunakan dua baterai, konsumen perlu menambah biaya sekitar Rp7 jutaan.
Selain itu, Rakata juga memamerkan model NX3 yang desainnya mirip skutik premium seperti Yamaha NMax. Motor tersebut dijual sekitar Rp41 juta karena masih dalam proses TKDN sehingga belum menerima subsidi pemerintah.
Untuk model lain seperti motor bergaya naked bike, Rakata menyebut proses pengurusan TKDN masih berjalan agar nantinya bisa mendapatkan insentif pemerintah.
Gesits Bongkar Tantangan Infrastruktur Motor Listrik
Di sisi lain, Gesits menyoroti tantangan besar pengembangan motor listrik di Indonesia, terutama soal infrastruktur baterai dan charging station.
Direktur Marketing Gesits, Dodi, menjelaskan saat ini pihaknya memiliki empat model motor listrik, termasuk G1 dan Raya Garuda. Harga motor Gesits setelah subsidi berada di kisaran Rp21 jutaan.
Untuk satu baterai, motor Gesits mampu menempuh jarak sekitar 50 hingga 60 kilometer. Seluruh model juga bisa menggunakan dua baterai untuk meningkatkan daya jelajah.
Gesits saat ini masih mengandalkan sistem home charging. Namun perusahaan tengah bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation atau IBC guna mengembangkan ekosistem swap baterai di Indonesia.
IBC disebut sedang mengupayakan standarisasi konektor baterai agar berbagai merek motor listrik bisa menggunakan charging station dan swap station yang sama.
“Kalau konektornya sudah seragam, motor listrik bisa di-charge di mana saja,” ujar Dodi dalam wawancara tersebut.
Selain itu, Gesits juga mulai memperkenalkan konsep penyewaan baterai agar harga motor listrik lebih terjangkau. Nantinya konsumen cukup membeli unit motor, sedangkan baterai disediakan pihak ketiga melalui sistem rental.
Konsep tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk menekan harga pembelian awal sekaligus mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia. Meski begitu, tantangan utama tetap berada pada pembangunan infrastruktur dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Editor : Maylanni Diana Fitri