Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

15 Tanaman Liar di Sawah yang Bisa Dimakan, Gratis, Bergizi Tinggi dan Banyak Dianggap Gulma

Novica Satya Nadianti • Minggu, 10 Mei 2026 | 12:08 WIB
15 tanaman liar di sawah yang bisa dimakan ternyata kaya gizi, gratis, dan banyak dianggap gulma oleh masyarakat.(pinterest.com)
15 tanaman liar di sawah yang bisa dimakan ternyata kaya gizi, gratis, dan banyak dianggap gulma oleh masyarakat.(pinterest.com)

 

JAKARTA - Tanaman liar di sawah yang bisa dimakan ternyata semakin menarik perhatian masyarakat, terutama di tengah tren makanan alami dan gaya hidup sehat. Banyak tumbuhan yang selama ini dianggap gulma ternyata menyimpan kandungan nutrisi tinggi dan dapat diolah menjadi sayuran hingga sumber karbohidrat alami.

Berbagai tanaman liar di sawah yang bisa dimakan ini tumbuh tanpa perlu perawatan khusus. Selain mudah ditemukan di area persawahan dan lahan lembap, tanaman-tanaman tersebut juga menjadi alternatif pangan gratis yang mulai kembali dilirik masyarakat.

Mulai dari genjer, krokot, semanggi hingga ubi liar, semuanya memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya bahkan sudah lama dimanfaatkan masyarakat pedesaan sebagai bahan makanan tradisional sehari-hari.

Baca Juga: Unboxing iPhone 14 di 2026, Masih Worth It Dibeli? Harga Rp8,5 Juta Jadi Sorotan

Genjer dan Bayam Duri Kaya Nutrisi

Genjer menjadi salah satu tanaman liar paling populer yang tumbuh di area sawah berair dangkal. Meski sering dianggap gulma, daun dan batang genjer ternyata dapat diolah menjadi tumisan maupun lalapan.

Tanaman ini mengandung vitamin C, zat besi, kalsium, dan beta karoten yang baik untuk menjaga kesehatan mata, tulang, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Rasanya yang renyah membuat genjer masih banyak dicari sebagai sayuran tradisional.

Selain genjer, ada pula bayam duri yang tumbuh liar di pinggir sawah hingga tepi jalan. Walau memiliki batang berduri, daun mudanya aman dikonsumsi setelah dimasak menjadi sayur bening atau tumisan.

Baca Juga: iPhone 14 Masih Layak Dibeli di 2026? Harga Turun Drastis, Tapi Ada Kekurangan yang Mulai Terasa

Bayam duri dikenal kaya serat dan mineral alami yang membantu melancarkan pencernaan. Karena tumbuh liar tanpa biaya, tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai alternatif sayuran saat harga bahan pangan naik.

Krokot atau purslane juga termasuk tanaman liar yang cukup populer. Daunnya kecil dan lembut dengan rasa segar sehingga cocok dimasak bersama bawang putih atau bumbu sederhana lainnya.

Selain enak dimakan, krokot memiliki kandungan vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Banyak orang yang baru mencoba sayuran ini mengaku terkejut karena rasanya mirip sayur hijau pada umumnya.

Baca Juga: Perbandingan iPhone 13 vs iPhone 13 Pro di 2026, Selisih Kata “Pro” Ternyata Bikin Pengalaman Jauh Berbeda

Semanggi hingga Sambung Nyawa Banyak Dimanfaatkan

Semanggi menjadi tanaman liar lain yang sering ditemukan di area sawah lembap. Daunnya berbentuk khas dan biasa dijadikan lalapan maupun campuran salad tradisional.

Di beberapa daerah di Indonesia, semanggi sudah lama dimanfaatkan sebagai bagian dari hidangan lokal. Tanaman ini mudah tumbuh tanpa perlu perawatan sehingga menjadi sumber pangan alami yang praktis.

Kemudian ada sambung nyawa yang tumbuh merambat di area terbuka dan persawahan. Daun mudanya bisa direbus atau ditumis menjadi sayuran harian dengan rasa ringan dan tekstur lembut.

Baca Juga: iPhone 13 Masih Rekomen Dibeli di 2026? Begini Kelebihan, Kekurangan, dan Alasan Mending Pilih Bekas

Masyarakat tradisional juga mengenal sambung nyawa sebagai tanaman herbal yang memiliki manfaat kesehatan. Karena tumbuh liar, tanaman ini sering dijadikan pilihan sayur gratis ketika stok sayuran di pasar terbatas.

Meniran juga termasuk tanaman liar yang cukup dikenal. Tumbuhan kecil ini biasa tumbuh di sawah dan lahan terbuka dengan daun hijau mungil yang dapat dijadikan lalapan atau campuran sayur.

Selain sebagai bahan makanan, meniran juga dikenal dalam pengobatan tradisional. Kandungan alami di dalamnya dipercaya membantu menjaga kesehatan tubuh jika dikonsumsi dengan benar.

Baca Juga: iPhone 13 Masih Rekomen Dibeli di 2026? Begini Kelebihan, Kekurangan, dan Alasan Mending Pilih Bekas

Rumput Teki hingga Ubi Liar Bisa Jadi Sumber Energi

Tak hanya daun dan batang, beberapa tanaman liar juga memiliki umbi yang bisa dimakan. Salah satunya rumput teki yang biasanya dianggap tanaman pengganggu di sawah.

Umbi rumput teki dapat direbus hingga lunak sebelum dikonsumsi. Teksturnya kenyal dengan rasa netral sehingga cocok dipadukan dengan santan atau bumbu sederhana lainnya.

Selain itu, ubi liar juga menjadi sumber pangan alternatif yang tumbuh alami di lahan kosong dan area sawah. Umbinya bisa direbus atau dipanggang sebagai sumber karbohidrat yang mengenyangkan.

Baca Juga: iPhone 13 Masih Rekomen Dibeli di 2026? Begini Kelebihan, Kekurangan, dan Alasan Mending Pilih Bekas

Beberapa tanaman lain yang juga dapat dimakan antara lain sirih Cina, anting-anting, patikan kebo, sawi langit, ulam raja, lembayung, hingga binahong.

Binahong misalnya, dikenal sebagai tanaman herbal yang batang muda dan daunnya dapat dimasak menjadi tumisan sehat. Sementara ulam raja memiliki aroma khas yang sering dijadikan lalapan segar.

Keberadaan tanaman liar di sawah yang bisa dimakan ini menunjukkan bahwa alam menyediakan banyak sumber pangan bergizi yang sering diabaikan. Selain membantu menghemat pengeluaran dapur, tanaman liar juga dapat menjadi bagian dari ketahanan pangan berbasis sumber daya alam lokal.

Editor : Novica Satya Nadianti
#tanaman liar di sawah #genjer #semanggi #sayuran liar bergizi #Krokot