JAKARTA - Tanaman liar yang bisa dimakan ternyata banyak tumbuh di sekitar rumah tanpa disadari masyarakat. Mulai dari sawah, kebun kosong, pinggir jalan hingga area lembap di sekitar pemukiman, berbagai tanaman yang sering dianggap gulma justru memiliki kandungan gizi tinggi dan sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan tradisional.
Pembahasan mengenai tanaman liar yang bisa dimakan kembali menarik perhatian setelah kanal YouTube The Daunan mengulas 21 jenis tumbuhan liar yang aman dikonsumsi dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain menjadi alternatif pangan alami, beberapa tanaman tersebut juga dikenal memiliki manfaat kesehatan.
Tanaman liar yang bisa dimakan itu antara lain genjer, pegagan, semanggi, krokot, daun talas, hingga bunga kecombrang. Sebagian besar sudah lama digunakan masyarakat pedesaan sebagai sayuran, lalapan, maupun bahan pengobatan tradisional.
Baca Juga: iPhone 14 Masih Worth It Dibeli di 2026? Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Wajib Dipertimbangkan
Genjer hingga Pegagan Jadi Favorit
Genjer menjadi salah satu tanaman liar paling populer di area persawahan dan rawa dangkal. Tanaman air ini memiliki daun lebar dengan batang lembut yang biasa diolah menjadi tumisan, pecel, hingga sayur santan.
Meski memiliki rasa sedikit pahit, genjer dikenal gurih dan cocok disantap bersama sambal. Selain itu, tanaman ini mengandung serat, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh.
Pegagan juga termasuk tanaman liar yang cukup dikenal masyarakat. Tanaman kecil yang tumbuh merambat di tanah lembap ini dipercaya membantu meningkatkan daya ingat dan menjaga kesehatan tubuh.
Daun pegagan biasa dijadikan lalapan, campuran salad, hingga minuman herbal. Dalam pengobatan tradisional, pegagan telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman herbal alami.
Kemudian ada semanggi yang tumbuh di area basah dan lembap. Di Surabaya, semanggi bahkan menjadi makanan khas berupa pecel semanggi dengan siraman bumbu kacang kental.
Sementara itu, krokot yang sering dianggap gulma ternyata memiliki kandungan omega-3 cukup tinggi. Daunnya yang kecil dan tebal dapat dimakan mentah sebagai lalapan atau dimasak seperti sayuran hijau lainnya.
Baca Juga: Unboxing iPhone 14 di 2026, Masih Worth It Dibeli? Harga Rp8,5 Juta Jadi Sorotan
Daun Talas hingga Takokak Banyak Dikonsumsi
Daun talas liar juga termasuk tanaman yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Tanaman ini biasanya tumbuh di pinggir sungai dan sawah dengan daun besar berbentuk hati.
Batang dan daunnya dapat dimasak setelah melalui proses khusus untuk menghilangkan getah. Di sejumlah daerah, daun talas sering diolah menggunakan santan dan rempah-rempah.
Selain itu, ciplukan menjadi tanaman liar lain yang cukup populer. Buah kecil yang terbungkus kelopak menyerupai lentera ini memiliki rasa manis sedikit asam dan biasa dimakan langsung saat matang.
Baca Juga: iPhone 14 Masih Layak Dibeli di 2026? Harga Turun Drastis, Tapi Ada Kekurangan yang Mulai Terasa
Takokak juga sering ditemukan di kebun liar dan ladang. Buah kecil berwarna hijau ini populer sebagai lalapan maupun campuran sambal khas Sunda dengan cita rasa sedikit pahit namun segar.
Pakis hutan atau paku sayur menjadi tanaman liar lain yang cukup digemari. Pucuk mudanya yang menggulung sering dimasak menjadi tumisan maupun sayur santan dengan tekstur renyah khas.
Kelor hingga Kecombrang Kaya Manfaat
Daun kelor semakin populer karena disebut sebagai superfood alami. Tanaman yang sering tumbuh liar di pedesaan ini kaya vitamin, mineral, dan antioksidan sehingga banyak diolah menjadi sayur bening maupun tumisan.
Baca Juga: Transformasi Pola Kerja ASN Melalui Penerapan WFH di Kabupaten Sidoarjo
Kemudian ada bunga turi yang memiliki rasa khas sedikit pahit. Bunga ini sering dijadikan bahan sayur lodeh, pecel, atau tumisan tradisional.
Daun singkong dan bayam liar juga termasuk tanaman yang mudah ditemukan di kebun maupun tanah kosong. Keduanya kaya zat besi dan protein nabati sehingga menjadi sumber pangan alternatif masyarakat.
Selain itu, daun pepaya, beluntas, daun katuk, dan kenikir juga banyak dikonsumsi sebagai lalapan maupun sayuran rumahan. Daun katuk sendiri terkenal membantu meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui.
Tanaman lain yang mulai dikenal adalah daun cahaya atau daun pepaya Jepang. Meski harus dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi, daun ini memiliki kandungan gizi tinggi dan rasa yang lembut.
Kangkung air juga masih menjadi salah satu sayuran favorit masyarakat Indonesia karena mudah tumbuh di area berair dan cocok diolah menjadi tumisan.
Sementara itu, dandelion yang identik dengan bunga kuning ternyata hampir seluruh bagiannya bisa dimakan, mulai dari daun hingga akarnya yang sering dijadikan minuman herbal.
Baca Juga: Transformasi Pola Kerja ASN Melalui Penerapan WFH di Kabupaten Sidoarjo
Terakhir, bunga kecombrang menjadi tanaman khas daerah tropis yang memiliki aroma kuat dan rasa sedikit asam. Bunga ini biasa digunakan dalam sambal, masakan ikan, hingga sayur tradisional.
Keberadaan tanaman liar yang bisa dimakan ini menunjukkan bahwa alam menyediakan banyak sumber pangan alami yang sering diabaikan masyarakat. Namun sebelum mengonsumsinya, masyarakat tetap diingatkan untuk memastikan jenis tanaman dikenali dengan benar agar aman dikonsumsi.
Editor : Novica Satya Nadianti