JAKARTA - Sayur liar yang tumbuh di kebun, sawah, hingga semak-semak ternyata memiliki nilai konsumsi yang tinggi bagi masyarakat kampung. Tanaman yang selama ini dianggap gulma dan sering dibuang, justru disebut bisa diolah menjadi lauk sederhana dengan cita rasa khas pedesaan.
Fenomena berburu sayur liar itu terlihat dalam sebuah video YouTube yang memperlihatkan seorang warga mencari aneka tanaman liar yang bisa dimakan di area kebun dan semak belukar. Aktivitas tersebut menarik perhatian karena memperlihatkan banyak jenis rumput dan daun liar yang ternyata umum dikonsumsi masyarakat desa.
Dalam video tersebut, pembuat konten menjelaskan bahwa beberapa tanaman liar yang tumbuh alami di kebun tidak perlu dicabut atau dibuang begitu saja. Menurutnya, sebagian besar tanaman itu bisa diolah menjadi sayur kampung yang lezat dan hemat biaya.
“Kalau ketemu jenis seperti ini jangan dicabut, ini sayur kampung semua,” ujarnya dalam video.
Aktivitas mencari sayur liar itu dilakukan dengan berjalan masuk ke area semak yang jarang dijamah. Ia mengaku masyarakat kampung sudah terbiasa memanfaatkan tanaman sekitar sebagai bahan makanan sehari-hari, terutama ketika ingin memasak menu sederhana tanpa harus membeli sayur di pasar.
Sayur Liar Jadi Makanan Favorit Warga Kampung
Dalam penjelasannya, beberapa jenis rumput liar disebut cocok dimasak tumis dan dicampur ikan asin atau ikan teri. Kombinasi tersebut dianggap menghadirkan rasa gurih yang khas dan sering menjadi menu favorit masyarakat desa.
Baca Juga: iPhone 14 Pro Max Masih Jadi Incaran di 2026, Harga Turun 50 Persen Tapi Performanya Masih Gahar
Ia juga menunjukkan tanaman liar yang sudah mulai berbunga. Menurutnya, tanaman itu berkembang biak sangat cepat karena bijinya dapat beterbangan seperti kapas. Hal itulah yang membuat jenis rumput tersebut mudah ditemukan di berbagai tempat.
Meski dianggap rumput biasa, daun mudanya disebut tetap bisa dimakan. Namun, ia menyarankan memilih pucuk yang masih muda agar teksturnya lebih lembut ketika dimasak.
“Kalau ditumis dicampur ikan asin rasanya nyaman,” katanya.
Baca Juga: Transformasi Pola Kerja ASN Melalui Penerapan WFH di Kabupaten Sidoarjo
Selain rumput liar, ada pula tanaman lain yang memiliki aroma serupa tetapi bentuk daun berbeda. Ia menyebut tanaman tersebut masih satu jenis dan sama-sama dapat diolah menjadi makanan.
Penjelasan sederhana itu membuat banyak penonton mulai menyadari bahwa lingkungan sekitar sebenarnya menyimpan banyak sumber pangan alami yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Banyak Tanaman Liar Punya Nilai Konsumsi
Tidak hanya bagian daun, beberapa tanaman liar bahkan disebut dapat dimanfaatkan mulai dari batang, buah hingga akar mudanya. Dalam video itu, sang pemburu sayur juga memperlihatkan jenis akar rumput tertentu yang biasa dimasak bersama daging menggunakan bambu.
Baca Juga: Analisis Kebijakan Pembebasan Denda Pajak Daerah di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026
Cara memasak tradisional seperti itu masih ditemukan di sejumlah daerah pedesaan karena dianggap mampu menghasilkan aroma masakan yang lebih khas.
Ia juga menunjukkan pucuk tanaman yang bentuknya menyerupai daun timun. Tanaman tersebut kembali disebut aman dikonsumsi oleh masyarakat kampung sejak lama.
Fenomena memanfaatkan tanaman liar sebagai bahan makanan sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Banyak masyarakat desa yang terbiasa mengenali tanaman edible atau tanaman yang aman dimakan dari pengalaman turun-temurun.
Selain menghemat pengeluaran rumah tangga, kebiasaan mencari sayur liar juga menjadi bagian dari budaya hidup dekat dengan alam. Tidak sedikit warga yang menganggap aktivitas tersebut sebagai cara memanfaatkan sumber pangan alami tanpa perlu membeli bahan masakan mahal.
Gaya Hidup No Budget Mulai Dilirik
Dalam video itu, pembuat konten juga sempat menyebut istilah “no budget” ketika mencari sayur liar di kebun. Istilah tersebut menggambarkan kebiasaan memasak hemat dengan memanfaatkan bahan makanan yang tersedia di alam sekitar.
Menurutnya, orang yang rajin masuk ke area kebun dan semak biasanya akan menemukan banyak jenis sayur alami yang bisa dikonsumsi sehari-hari.
Pemandangan kebun yang dipenuhi tanaman hijau juga disebut memberikan suasana tenang dan indah. Di akhir video, ia memperlihatkan kondisi area perkebunan yang dipenuhi berbagai tanaman liar yang tumbuh subur tanpa ditanam secara khusus.
Video sederhana tentang berburu sayur kampung itu pun ramai menarik perhatian karena memperlihatkan sisi lain kehidupan masyarakat desa yang masih sangat dekat dengan alam. Banyak penonton menilai kebiasaan tersebut bukan hanya hemat, tetapi juga memperlihatkan pengetahuan tradisional tentang tanaman pangan lokal yang mulai jarang diketahui generasi muda.
Editor : Novica Satya Nadianti