JAKARTA - Eceng sawah yang selama ini dianggap tanaman liar ternyata bisa diolah menjadi makanan lezat. Tanaman air yang tumbuh di area sawah dan rawa itu bahkan disebut memiliki tekstur lembut mirip bayam ketika dimasak menjadi urap pedas khas rumahan.
Hal tersebut terlihat dalam sebuah video memasak tanaman liar edible yang diburu langsung dari area persawahan. Dalam video itu, seorang ibu bersama keluarganya mencari eceng sawah muda untuk dijadikan lauk makan sore.
Awalnya mereka mengaku kesulitan menemukan bahan makanan di sekitar rumah. Namun, sang ibu kemudian mengajak mencari sayuran liar yang tumbuh di area sawah.
Baca Juga: 10 Tanaman Liar Berkhasiat untuk Kesehatan, dari Pegagan hingga Rumput Teki Ternyata Penuh Manfaat
“Nggak ada makanan, ya sudah cari sayuran liar saja,” ujarnya sambil menyusuri area persawahan.
Setelah berjalan cukup jauh, mereka akhirnya menemukan tanaman yang disebut sebagai eceng sawah. Tanaman itu disebut berbeda dengan eceng rawa atau eceng gondok yang biasa tumbuh di perairan luas.
Perbedaan Eceng Sawah dan Eceng Rawa
Dalam penjelasannya, eceng sawah memiliki ukuran daun lebih kecil dan tekstur lebih lunak dibanding eceng rawa. Tangkainya juga lebih ramping sehingga cocok dijadikan bahan masakan.
Baca Juga: 15 Tanaman Liar di Sawah yang Bisa Dimakan, Gratis, Bergizi Tinggi dan Banyak Dianggap Gulma
“Kalau yang ini eceng sawah, lebih empuk,” katanya.
Sementara eceng rawa disebut memiliki batang lebih besar dan tekstur agak keras. Karena itu, warga biasanya memilih pucuk eceng sawah yang masih muda agar hasil masakan lebih lembut dan enak dimakan.
Tidak hanya batang dan daun, bagian bunga muda tanaman tersebut juga disebut bisa dikonsumsi. Bahkan bunga yang masih kuncup dianggap memiliki rasa lebih nikmat saat dicampur ke dalam urap.
Dalam video itu, proses panen dilakukan dengan memetik pucuk muda dan memisahkan bagian batang yang terlalu tua. Setelah terkumpul, sayuran kemudian direbus selama sekitar 15 menit bersama bunga mudanya.
Baca Juga: iPhone 14 Masih Layak Dibeli di 2026? Harga Turun Drastis, Tapi Ada Kekurangan yang Mulai Terasa
Diolah Jadi Urap Pedas Campur Kelapa
Setelah direbus, eceng sawah diperas untuk mengurangi kandungan air sebelum dicampur dengan bumbu urap. Sang ibu menggunakan bumbu sederhana berupa cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, kencur, terasi bakar, garam dan gula merah.
Semua bahan kemudian diulek hingga halus sebelum dicampur dengan kelapa parut mentah.
“Bumbunya nggak ditumis, langsung dicampur biar lebih segar,” jelasnya.
Urap eceng sawah itu kemudian disajikan bersama ikan bakar untuk menu makan sore keluarga. Saat dicicipi, mereka menyebut rasa sayuran tersebut mirip daun bayam dan kangkung, namun memiliki tekstur lebih lembut.
Baca Juga: Analisis Kebijakan Pembebasan Denda Pajak Daerah di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026
“Mirip bayam, lembut banget,” katanya setelah mencoba masakan itu.
Bahkan bagian bunga mudanya juga disebut memiliki rasa enak dan segar ketika dimakan bersama sambal urap pedas.
Tanaman Liar Edible Mulai Banyak Dilirik
Fenomena memanfaatkan tanaman liar edible kini semakin populer di kalangan masyarakat pecinta kuliner tradisional dan gaya hidup alami. Banyak tanaman yang sebelumnya dianggap gulma ternyata dapat diolah menjadi makanan bergizi.
Baca Juga: iPhone 14 Masih Layak Dibeli di 2026? Harga Turun Drastis, Tapi Ada Kekurangan yang Mulai Terasa
Eceng sawah sendiri tumbuh liar di area persawahan dengan kondisi air dangkal. Tanaman ini mudah ditemukan saat musim hujan karena berkembang cepat di lahan berair.
Selain hemat biaya, memanfaatkan tanaman liar sebagai bahan makanan juga dianggap menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat pedesaan. Pengetahuan tentang tanaman yang aman dikonsumsi biasanya diwariskan secara turun-temurun.
Video memasak eceng sawah itu pun menarik perhatian karena memperlihatkan cara sederhana mengolah tanaman liar menjadi lauk rumahan yang menggugah selera.
Baca Juga: iPhone 14 Masih Layak Dibeli di 2026? Harga Turun Drastis, Tapi Ada Kekurangan yang Mulai Terasa
Menu urap pedas dengan campuran kelapa parut dan ikan bakar membuat hidangan sederhana tersebut terlihat semakin nikmat. Apalagi suasana makan sore bersama keluarga di area pedesaan menambah kesan hangat dan alami.
Di akhir video, sang ibu juga mengajak penonton untuk terus mengenal tanaman liar yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif di sekitar lingkungan rumah.
Editor : Novica Satya Nadianti