TULUNGAGUNG – Proyek prestisius Jalur Lintas Selatan (JLS) kini benar-benar mengubah wajah pesisir selatan Jawa Timur. Salah satu rute yang paling mencuri perhatian adalah jalur lintas selatan dari Tulungagung menuju Blitar. Jalur ini tidak hanya menawarkan aksesibilitas yang mulus dan lebar, tetapi juga menyuguhkan deretan pemandangan magis yang membuat siapapun merasa sedang melintasi jalan pribadi di tengah surga tropis.
Perjalanan menelusuri jalur lintas selatan dari Tulungagung menuju Blitar dimulai dari area JLS Pantai Cinet, Tulungagung. Memasuki wilayah ini, pengendara langsung disambut dengan aspal halus yang membelah perbukitan. Salah satu titik yang paling ikonik adalah Perempatan Makkah. Lokasi ini menjadi viral lantaran posisinya yang strategis di ketinggian, memungkinkan wisatawan menikmati pandangan 360 derajat ke arah laut lepas dan perbukitan hijau yang berundak-undak.
Bagi para pelancong, menyusuri jalur lintas selatan dari Tulungagung menuju Blitar memberikan pengalaman layaknya berada di sirkuit balap internasional. Banyak warga lokal menyebut area di sekitar Perempatan Makkah sebagai "Mandalikanya Tulungagung" karena kelokan jalannya yang dramatis dan latar belakang pemandangan yang epik. Akses ini juga menjadi gerbang utama menuju destinasi populer seperti Pantai Kedung Tumpang, Pantai Molang, dan Pantai Pacar.
Pesona Tebing dan Lorong Perbukitan
Memasuki perbatasan Kabupaten Blitar, tepatnya di Kecamatan Bakung, suasana perjalanan mulai berubah. Jika di wilayah Tulungagung tebing-tebingnya didominasi warna terang, maka di sisi Blitar tebing pengerukan jalan terlihat lebih gelap dan kokoh. Jalur ini seolah membelah gunung, menciptakan sensasi berkendara di dalam lorong perbukitan yang sangat tinggi.
Salah satu daya tarik utama di rute ini adalah keberadaan telaga alami yang tersembunyi di balik perbukitan teletabis khas Blitar Selatan. Meskipun berada di pinggir jalan raya, telaga ini menawarkan ketenangan luar biasa bagi pengendara yang ingin beristirahat sejenak. Akses yang semakin terbuka ini pun menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur di pesisir selatan sangat berdampak pada mobilitas dan ekonomi warga lokal.
Gerbang Wisata Pantai Tambakrejo
Semakin mendekati titik akhir di Pantai Tambakrejo, pemandangan laut biru mulai terlihat jelas dari atas ketinggian Bukit Gayasan. Di sini, warung-warung kuliner milik warga mulai berjajar, menawarkan tempat bersantai yang sempurna untuk menikmati momen matahari terbenam (sunset) sambil menyantap jajanan lokal. Garis pantai yang terpecah oleh perbukitan memberikan karakter unik yang membedakan Blitar Selatan dengan wilayah lainnya.
Perjalanan berakhir di perempatan JLS Pantai Tambakrejo yang merupakan titik pertemuan strategis. Dari sini, wisatawan bisa memilih untuk masuk ke area wisata pantai, kembali ke arah Kota Blitar, atau melanjutkan petualangan menuju JLS Malang yang kini pengerjaannya terus dikebut.
Tips Riding Aman di JLS
Meskipun kondisi jalan sangat mulus, para pengendara tetap diimbau untuk selalu waspada. Kontur jalan yang naik turun serta tikungan tajam memerlukan kondisi kendaraan yang prima. Selain itu, karena jalur ini membelah tebing yang masih baru dikeruk, pengendara disarankan untuk memperhatikan potensi batuan jatuh, terutama saat cuaca mendung atau hujan deras.
Kehadiran JLS Tulungagung-Blitar ini membuktikan bahwa potensi wisata pesisir selatan Jawa Timur masih sangat luas untuk dieksplorasi. Bukan sekadar jalan raya, jalur ini adalah aset masa depan yang menghubungkan keindahan alam dengan kemajuan ekonomi masyarakat pesisir.
Editor : Natasha Eka Safrina