Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Polytron Fox 350: Motor Listrik Baru dengan Jarak Tempuh 140 Km, Tapi Suspensinya Masih Keras

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:18 WIB
Review Polytron Fox 350 terbaru, motor listrik Rp15 jutaan dengan jarak tempuh 140 km.(Pinterest)
Review Polytron Fox 350 terbaru, motor listrik Rp15 jutaan dengan jarak tempuh 140 km.(Pinterest)

Trenggalek - Persaingan motor listrik di Indonesia semakin ramai. Salah satu yang paling mencuri perhatian saat ini adalah Polytron Fox 350, motor listrik terbaru yang resmi menggantikan Fox Air di pasar nasional.

Polytron Fox 350 hadir membawa sejumlah peningkatan signifikan mulai dari desain ergonomi, performa, hingga fitur modern yang lebih lengkap. Motor listrik seharga Rp15 jutaan ini juga diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Kehadiran Polytron Fox 350 menjadi menarik karena motor ini mencoba menjawab berbagai keluhan pengguna Fox Air sebelumnya, terutama soal posisi duduk yang dianggap kurang nyaman.

Kini, desain deck kaki dibuat lebih rendah dan lebih lebar sehingga posisi berkendara terasa lebih rileks. Pengendara dengan tinggi badan di atas 170 cm disebut akan lebih nyaman karena kaki tidak lagi terlalu menekuk seperti saat menggunakan Fox Air.

Handling Lebih Stabil di Jalan Perkotaan

Dalam penggunaan sehari-hari di area perkotaan, Polytron Fox 350 tergolong cukup nyaman dikendarai. Motor ini masih lincah digunakan saat menghadapi kemacetan dan selap-selip di jalan raya.

Stang kemudi yang lebih lebar membuat pengendalian terasa lebih mantap. Namun di sisi lain, pengendara juga harus lebih waspada karena dimensi motor menjadi lebih besar dibanding pendahulunya.

Sayangnya, sektor suspensi masih menjadi kekurangan motor listrik ini. Jika dibandingkan dengan skutik premium seperti Yamaha NMAX atau Honda PCX, suspensi Polytron Fox 350 terasa lebih keras.

Saat melewati polisi tidur atau jalan bergelombang kecil, getaran masih cukup terasa hingga ke badan pengendara maupun penumpang belakang.

Rem Belum Konsisten

Selain suspensi, sistem pengereman juga masih mendapat catatan. Polytron Fox 350 memang sudah menggunakan rem cakram di roda depan dan belakang, tetapi karakter pengeremannya dinilai belum konsisten.

Baca Juga: Update Harga Samsung Galaxy A56 5G 2026: Spek Meningkat Drastis, Apakah Masih Dibanderol 6 Jutaan?

Dalam beberapa kondisi, tuas rem harus ditarik lebih dalam agar daya cengkeram terasa maksimal. Situasi tersebut membuat pengendara perlu beradaptasi lebih lama untuk menemukan feel pengereman yang tepat.

Meski begitu, dari sisi performa motor ini mengalami peningkatan dibanding Fox Air. Polytron Fox 350 memiliki dua mode berkendara yakni D dan S.

Mode D cocok digunakan untuk aktivitas harian karena karakter akselerasinya lebih halus dan hemat daya. Sedangkan mode S menawarkan performa lebih agresif dengan kecepatan maksimal hingga 90 km per jam.

Konsumsi Listrik Irit untuk Mobilitas Harian

Salah satu daya tarik utama Polytron Fox 350 adalah efisiensi baterainya. Berdasarkan hasil pengujian, konsumsi daya paling hemat berada di angka 25 Wh per km.

Pengujian tersebut dilakukan pada rute Bogor-Jakarta dengan dominasi penggunaan mode D dan memanfaatkan regenerative braking.

Dengan kapasitas baterai sebesar 3,7 kWh, motor ini bahkan bisa menempuh jarak sekitar 140 km dalam kondisi ideal.

Sementara dalam penggunaan campuran mode D dan S di area perkotaan, konsumsi dayanya berada di angka 33,8 Wh per km.

Fitur Modern Bantu Pengendara

Polytron Fox 350 juga hadir dengan berbagai fitur modern yang cukup membantu pengendara. Salah satunya cruise control yang memungkinkan motor tetap melaju pada kecepatan tertentu tanpa harus terus menarik gas.

Selain itu terdapat hill start assist yang menjaga motor tetap tertahan saat berada di tanjakan sehingga pengendara tidak perlu terus menekan rem.

Ada pula regenerative braking yang membantu mengisi ulang baterai saat deselerasi terjadi. Meski sistem regeneratifnya belum memiliki pengaturan level maupun indikator di speedometer, fitur tersebut tetap berguna untuk meningkatkan efisiensi energi.

Dari sisi kepraktisan, bagasi motor cukup luas dan dapat memuat helm half face serta jas hujan sekaligus. Area deck depan juga lebih lega untuk membawa barang bawaan seperti galon atau belanjaan pasar.

Meski masih memiliki beberapa kekurangan, Polytron Fox 350 tetap menjadi salah satu motor listrik menarik di kelas harga Rp15 jutaan berkat kombinasi kenyamanan, fitur modern, dan efisiensi daya.

 

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#jarak tempuh 140 km #motor listrik 15 jutaan #review Polytron Fox 350 #rekomendasi motor listrik