Trenggalek - Tingginya biaya operasional kendaraan membuat banyak masyarakat mulai melirik motor listrik sebagai solusi mobilitas harian. Salah satu yang kini ramai dibahas adalah Polytron Fox 350, motor listrik terbaru yang hadir menggantikan Fox Air.
Polytron Fox 350 tidak hanya menawarkan desain baru dan fitur modern, tetapi juga membawa efisiensi daya yang cukup impresif. Motor listrik ini bahkan diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.
Dengan harga di kisaran Rp15 jutaan, Polytron Fox 350 menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin mengurangi pengeluaran bahan bakar harian.
Dalam pengujian penggunaan normal di area perkotaan, konsumsi daya Polytron Fox 350 tercatat cukup hemat.
Konsumsi Daya Paling Hemat 25 Wh per Km
Berdasarkan hasil pengujian, Polytron Fox 350 mampu mencatat konsumsi daya paling efisien di angka 25 Wh per km.
Pengujian tersebut dilakukan pada rute Bogor menuju Jakarta dengan dominasi penggunaan mode D dan memanfaatkan fitur regenerative braking.
Dengan kapasitas baterai 3,7 kWh, hasil tersebut membuat motor listrik ini berpotensi menempuh jarak sekitar 140 kilometer.
Jarak tempuh itu bahkan melampaui klaim resmi Polytron yang menyebut Fox 350 mampu berjalan sejauh 130 kilometer.
Sementara itu, dalam penggunaan kombinasi mode D dan mode S di area perkotaan, konsumsi dayanya berada di angka 33,8 Wh per km.
Walaupun lebih boros, angka tersebut tetap tergolong efisien untuk motor listrik dengan performa yang cukup responsif.
Mode D dan S Punya Karakter Berbeda
Polytron Fox 350 memiliki dua mode berkendara utama yakni D dan S.
Mode D dirancang untuk penggunaan santai dan hemat daya. Dalam mode ini, kecepatan motor dibatasi di kisaran 60 km per jam.
Tarikan motor juga terasa lebih halus sehingga cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari di dalam kota.
Sementara mode S atau Sport menawarkan performa lebih agresif. Kecepatan maksimalnya dapat mencapai 90 km per jam.
Namun penggunaan mode Sport secara intensif tentu membuat konsumsi daya menjadi lebih besar dibanding mode D.
Regenerative Braking Jadi Kunci Efisiensi
Salah satu teknologi yang membantu Polytron Fox 350 lebih hemat adalah regenerative braking.
Fitur ini bekerja dengan mengubah energi saat deselerasi menjadi tenaga listrik untuk membantu mengisi ulang baterai.
Saat pengendara melepas gas, motor akan otomatis melakukan regenerasi energi meskipun efek perlambatannya tidak terlalu agresif.
Sayangnya, Polytron belum menyediakan pilihan level regenerative braking maupun indikator khusus di panel instrumen.
Meski begitu, fitur tersebut tetap efektif membantu meningkatkan efisiensi daya dalam penggunaan harian.
Nyaman untuk Mobilitas Perkotaan
Selain irit, Polytron Fox 350 juga menawarkan kenyamanan lebih baik dibanding Fox Air.
Deck kaki dibuat lebih rendah sehingga posisi berkendara terasa lebih ergonomis dan tidak membuat kaki terlalu menekuk.
Stang yang lebih lebar juga membuat handling motor terasa lebih stabil.
Bagasi motor cukup luas untuk menyimpan helm half face dan jas hujan sekaligus. Area deck depan pun lebih lega sehingga memudahkan pengguna membawa barang bawaan.
Namun motor ini masih memiliki beberapa catatan seperti suspensi yang terasa keras dan pengereman yang belum konsisten.
Walaupun demikian, dengan kombinasi efisiensi daya, fitur modern, dan harga yang kompetitif, Polytron Fox 350 tetap berpotensi menjadi salah satu motor listrik favorit masyarakat Indonesia.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh