TRENGGALEK NJENGGELEK - Motorola G06 Power menjadi salah satu smartphone murah yang mulai mencuri perhatian di Indonesia pada awal 2026. Dibanderol mulai Rp1,4 jutaan, smartphone ini menawarkan baterai jumbo 7.000 mAh, fitur NFC, hingga desain premium ala kulit sintetis yang jarang ditemukan di kelas harga entry level. Namun, di balik kelebihannya, ada sejumlah kekurangan yang membuat Motorola G06 Power belum tentu cocok untuk semua pengguna.
Smartphone terbaru Motorola ini ramai diperbincangkan setelah sejumlah reviewer teknologi menilai perangkat tersebut punya value unik dibanding rival di kelas Rp1 jutaan. Motorola yang kembali masuk pasar Indonesia juga membawa identitas desain berbeda dari kebanyakan brand Tiongkok dan Korea Selatan.
Dengan harga di bawah Rp1,5 juta, Motorola G06 Power dinilai cocok untuk pengguna yang membutuhkan smartphone tahan lama untuk komunikasi, media sosial, hingga kebutuhan kerja lapangan seperti ojek online dan kurir.
Motorola G06 Power Tawarkan Desain Unik dan Baterai Jumbo
Motorola G06 Power hadir dengan pendekatan berbeda dibanding smartphone entry level lain. Bagian belakang perangkat menggunakan finishing berbahan kulit sintetis yang memberikan kesan premium meski harganya murah.
Pilihan warna yang dihadirkan juga disebut lebih berani dan tidak pasaran. Motorola bahkan tidak menghadirkan warna hitam klasik seperti kebanyakan smartphone Android lain.
Selain desain, daya tarik utama Motorola G06 Power ada pada kapasitas baterai 7.000 mAh. Kapasitas tersebut tergolong sangat besar untuk kelas harga Rp1 jutaan.
Dalam penggunaan normal, baterai diklaim mampu bertahan hingga dua hari pemakaian. Hal ini membuat perangkat cocok digunakan pekerja lapangan yang membutuhkan smartphone awet tanpa sering mencari colokan listrik.
Baca Juga: Review Moto G06 Power: HP 1 Jutaan dengan Baterai 7.000 mAh, Tapi Kenapa Kurang Cocok Buat Ojol?
Motorola juga membekali perangkat ini dengan sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan debu dan cipratan air. Layarnya pun sudah dilindungi Corning Gorilla Glass 3 untuk mengurangi risiko goresan saat dipakai harian.
“Kalau dipakai kerja ini cukup tangguh dan enggak bikin repot,” ujar reviewer dalam ulasannya.
Fitur NFC juga menjadi nilai tambah yang cukup langka di kelas harga tersebut. Pengguna bisa memanfaatkan NFC untuk cek saldo dan top up kartu e-toll langsung dari smartphone.
Performa Motorola G06 Power Dinilai Cukup untuk Pemakaian Harian
Di sektor performa, Motorola G06 Power menggunakan chipset Helio G81 Ultra dengan RAM 4 GB dan RAM virtual hingga 8 GB. Untuk penggunaan ringan seperti media sosial, chatting, dan browsing, performanya masih dianggap cukup nyaman.
Speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos juga menjadi nilai jual tambahan yang jarang ditemui di kelas entry level. Audio yang dihasilkan disebut cukup baik untuk menonton video maupun mendengarkan musik.
Namun, performa multitasking menjadi salah satu kelemahan utama smartphone ini. RAM 4 GB dianggap sudah mulai tertinggal untuk standar smartphone tahun 2026.
Saat digunakan membuka tiga hingga empat aplikasi media sosial sekaligus, aplikasi yang sebelumnya dibuka sering tertutup otomatis dan harus memuat ulang.
Motorola G06 Power juga dinilai kurang ideal untuk gaming. Meski PUBG Mobile masih bisa dimainkan pada setting Smooth Ultra, gameplay disebut belum benar-benar stabil karena frame drop cukup sering terjadi.
“Kalau butuh performa multitasking, tentu ini bukan pilihan yang paling ideal,” ungkap reviewer tersebut.
Di sisi lain, absennya sensor gyro dan kompas menjadi catatan penting. Pengguna tidak bisa memainkan game berbasis gyro controller, menggunakan VR 360 derajat, hingga memanfaatkan fitur arah kiblat dan kompas digital.
Kamera Standar dan Fast Charging Lambat Jadi Kekurangan
Meski unggul di baterai, Motorola G06 Power masih memiliki kelemahan pada sektor pengisian daya. Smartphone ini hanya mendukung fast charging 18 watt meski charger bawaan sudah 20 watt.
Pengisian baterai dari nol hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Durasi tersebut dianggap cukup lama mengingat kapasitas baterainya mencapai 7.000 mAh.
Pengguna yang tidak sabar menunggu pengisian daya disarankan mengisi baterai saat malam hari atau ketika smartphone sedang tidak digunakan.
Di sektor kamera, Motorola G06 Power hadir dengan kamera utama 50 MP. Namun, fitur kameranya tergolong standar tanpa lensa ultrawide maupun makro.
Perekaman video juga mentok di resolusi 1080p 30 fps. Hasil foto disebut cukup untuk kebutuhan dokumentasi ringan, tetapi tidak menawarkan kemampuan fotografi yang istimewa.
Meski begitu, Motorola dinilai cukup serius membangun layanan purnajual di Indonesia. Brand ini bekerja sama dengan Click Care yang sudah memiliki banyak cabang di kota besar Indonesia dan juga menangani servis Infinix, Tecno, serta Itel.
Secara keseluruhan, Motorola G06 Power dianggap layak dipertimbangkan bagi pengguna yang mengutamakan baterai awet, NFC, desain unik, dan ketahanan fisik. Namun, bagi yang membutuhkan performa multitasking tinggi, pengisian daya cepat, dan sensor lengkap, smartphone ini kemungkinan bukan pilihan terbaik di kelasnya.
Editor : Dinar Ananda Putri