Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Guru SMKN 1 Suruh Masuk 10 Nominasi Terbaik Program PROTEG Jawa Timur

Gunawan Awan • Jumat, 22 Mei 2026 | 11:16 WIB
Agustine Martha, guru SMKN 1 Suruh, masuk 10 nominasi terbaik PROTEG tingkat Jawa Timur tahun ini. (DOK.PRIBADI UNTUK RADAR TRENGGALEK)
Agustine Martha, guru SMKN 1 Suruh, masuk 10 nominasi terbaik PROTEG tingkat Jawa Timur tahun ini. (DOK.PRIBADI UNTUK RADAR TRENGGALEK)

SURUH, Radar Trenggalek - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh guru dari SMK Negeri 1 Suruh. Agustine Martha Suwandari, S.Pd., guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia, berhasil masuk dalam 10 nominasi terbaik Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG) dari total 150 peserta se-Provinsi Jawa Timur.

 Program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Agustine mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkembang dalam dunia pendidikan dan kewirausahaan digital.

“Saya sangat bersyukur bisa masuk dalam 10 nominasi terbaik dari 150 peserta yang berasal dari berbagai cabang dinas wilayah Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Program PROTEG sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam membangun ekosistem bisnis digital melalui pemanfaatan marketplace, media sosial, hingga teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). 

Baca Juga: Sosok Perempuan Inspiratif Asal Trenggalek, Ari Ardani, Konsisten Berkarya di Dunia Rias

Agustine menilai program tersebut sangat relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.

Motivasi utama dirinya mengikuti program tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam penerapan bisnis digital yang nantinya dapat diterapkan kepada peserta didik maupun masyarakat sekitar. 

Ia ingin membuktikan bahwa guru tidak hanya mampu mengajar di kelas, tetapi juga dapat menjadi pelopor inovasi ekonomi kreatif berbasis digital.

Dalam proses persiapan mengikuti program, Agustine melakukan berbagai langkah penting. Mulai dari memantapkan niat berwirausaha, menyiapkan waktu mengikuti pelatihan terapan, hingga merancang bahan presentasi yang akan dipaparkan di hadapan dosen ITS, pendamping UMKM Provinsi Jawa Timur, serta ahli IT. Selain itu, ia juga membuka diri untuk terus belajar dan mengadopsi perkembangan ekosistem bisnis digital.

“Tantangan paling sulit adalah meluangkan waktu untuk mengikuti kelas online yang dilaksanakan setiap akhir pekan. Namun semuanya kembali lagi pada niat dan komitmen untuk belajar,” katanya.

Dalam program tersebut, Agustine menampilkan karya berupa pemanfaatan akar simbar yang menempel pada pohon di hutan sebagai media tanam platycerium atau tanaman tanduk rusa.

Produk tersebut dikembangkan menjadi hiasan dinding alami bernilai estetika tinggi dan dipasarkan melalui marketplace digital sehingga memiliki potensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Menurut Agustine, potensi usaha yang dimiliki guru sebenarnya sangat besar. Hal ini didukung oleh kemampuan komunikasi yang baik, kreativitas tinggi, jaringan luas, serta kedekatan dengan komunitas pendidikan.

Dengan kemampuan tersebut, guru dinilai mampu mengembangkan usaha sekaligus memberikan contoh nyata kepada siswa tentang pentingnya kreativitas dan kemandirian ekonomi.

Baca Juga: Shireen Talita Putri, Percaya Diri dari Meniti Dunia Modeling

Pencapaian ini juga membawa dampak positif bagi SMK Negeri 1 Suruh. Agustine berharap ilmu yang diperoleh dapat diimbaskan kepada rekan sejawat dan para siswa.

Ia ingin para murid mampu memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif demi meningkatkan kualitas hidup di masa depan. Saat ini, siswa mulai termotivasi belajar membuat desain poster produk yang menarik agar mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Selain itu, mereka juga semakin terdorong memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk. Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan siap terjun langsung ke dunia kerja maupun dunia usaha setelah menyelesaikan pendidikan.

Ke depan, Agustine berharap sekolah dapat melahirkan lulusan yang mampu memanfaatkan media sosial dan menguasai berbagai aplikasi AI di era digital.

Dengan keterampilan tersebut, siswa diharapkan mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka di masa mendatang.(gun)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Trenggalek. #Agustine Martha Suwandari #SMK Negeri 1 Suruh #Program PROTEG