Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mantan Raja Flagship Terlupakan, Huawei Mate 50 Pro hingga Vivo X80 Pro Kini Anjlok Rp5 Jutaan tapi Kameranya Masih Bikin Midrange Minder

Gita Dwi Nuraini • Selasa, 26 Mei 2026 | 14:56 WIB
HP flagship bekas 2026 seperti Huawei Mate 50 Pro, Asus Zenfone 9, dan Vivo X80 Pro kini turun Rp5 jutaan tapi masih sangat gahar.(Gemini AI)
HP flagship bekas 2026 seperti Huawei Mate 50 Pro, Asus Zenfone 9, dan Vivo X80 Pro kini turun Rp5 jutaan tapi masih sangat gahar.(Gemini AI)

 

TRENGGALEK NJENGGALEK - Tren membeli HP flagship bekas kembali ramai pada 2026. Di tengah menjamurnya ponsel midrange baru harga Rp3 jutaan, sejumlah mantan flagship premium seperti Huawei Mate 50 Pro, Asus Zenfone 9, hingga Vivo X80 Pro justru diburu karena menawarkan kamera dan performa kelas atas dengan harga yang sudah turun drastis hingga Rp5 jutaan.

Fenomena ini dibahas kanal YouTube teknologi yang mengulas tiga “mantan raja flagship” yang kini dianggap masih layak dipakai untuk kebutuhan fotografi, videografi, hingga konten kreator. Meski begitu, ada sejumlah kekurangan yang wajib diperhatikan sebelum membeli unit bekas tersebut.

Ketiga HP flagship lawas ini disebut masih mampu menyaingi banyak HP midrange terbaru, terutama dari sisi kualitas kamera, material bodi premium, dan performa chipset flagship yang belum benar-benar usang.

Baca Juga: Longsor Susulan Mengancam KM 16, Kondisi Tebing Belum Stabil Terapkan Sistem Buka Tutup

Huawei Mate 50 Pro Jadi HP Kamera Favorit, Tapi Google Jadi Masalah Besar

Pilihan pertama jatuh pada Huawei Mate 50 Pro yang pertama kali dirilis pada 2022 dengan harga sekitar Rp16 juta. Kini, harga bekasnya di marketplace turun drastis menjadi sekitar Rp5-6 jutaan.

Keunggulan utama HP ini ada pada sektor kamera. Huawei membekali Mate 50 Pro dengan kamera utama 50 MP yang memiliki fitur ultra aperture mekanik fisik dengan bukaan f/1.4 sampai f/4.0. Teknologi ini memungkinkan pengguna mendapatkan hasil foto malam yang terang minim noise dan efek blur natural ala kamera DSLR.

Selain itu, material bodinya juga premium dengan balutan kulit sintetis, frame aluminium, layar OLED 120 Hz, serta perlindungan Kunlun Glass yang terkenal kuat.

Namun, kelemahan terbesar HP ini adalah absennya layanan Google. Pengguna harus memakai emulator atau alternatif aplikasi pihak ketiga untuk mengakses Gmail, Google Maps, hingga Play Store. Risiko notifikasi terlambat hingga aplikasi mobile banking yang tidak kompatibel juga menjadi masalah serius.

“Kalau dijadikan HP utama jelas tidak disarankan. Tapi kalau untuk alat tempur fotografi dan videografi, masih sangat worth it,” ujar narator dalam video tersebut.

Sebelum membeli, calon pembeli diminta mengecek kondisi bukaan lensa mekanik, status IMEI resmi, burn in layar OLED, hingga kesehatan baterai yang disebut mulai boros setelah empat tahun pemakaian.

Baca Juga: Terminal Surondakan Jalani Perbaikan Fasilitas

Asus Zenfone 9 Unggul di Video Stabil, Cocok untuk Vlogger

Di posisi kedua ada Asus Zenfone 9 yang dikenal sebagai flagship compact dengan kemampuan stabilisasi video terbaik di kelasnya.

Saat rilis pada 2022, HP ini dibanderol sekitar Rp12 juta. Kini harga bekasnya turun menjadi Rp3,5-4 jutaan. Ukuran bodinya yang ringkas dengan layar AMOLED 5,9 inci membuat Zenfone 9 nyaman dipakai satu tangan.

Kelebihan utamanya ada pada kamera 50 MP yang dibekali teknologi 6-axis hybrid gimbal stabilizer. Teknologi tersebut memungkinkan video tetap stabil meski digunakan sambil berjalan, berlari, bahkan dipasang di motor.

Karena itu, HP ini dianggap cocok untuk vlogger, motovlogger, dan kreator konten yang membutuhkan hasil video stabil tanpa harus membeli gimbal tambahan.

Sayangnya, ukuran bodi compact membuat manajemen panas kurang optimal. Chipset Snapdragon 8+ Gen 1 yang dipakai Zenfone 9 mudah mengalami thermal throttling saat dipakai merekam video 4K atau bermain game berat terlalu lama.

Selain itu, masalah lain datang dari ketersediaan sparepart. Service center Asus dinilai tidak sebanyak merek lain sehingga pengguna bisa kesulitan mencari layar atau baterai original jika terjadi kerusakan.

Baca Juga: ChatGPT 5.5 Diklaim Jago Finansial dan Excel, Uji Coba Bikin Model Keuangan Startup Ini Hasilnya Bikin Kaget

Vivo X80 Pro Disebut Raja Flagship Bekas Paling Worth It

Posisi puncak ditempati Vivo X80 Pro yang disebut sebagai mantan flagship paling layak dibeli pada 2026.

HP yang meluncur dengan harga Rp16 jutaan ini kini bisa didapatkan sekitar Rp5,5-6 jutaan. Keunggulan utamanya terletak pada sistem kamera hasil kolaborasi dengan Zeiss serta chip imaging khusus Vivo V1+ ISP.

Kamera utamanya 50 MP dengan lapisan Zeiss T* coating yang mampu mengurangi flare lampu saat merekam video malam. Hasil videonya disebut lebih sinematik dan minim noise dibanding banyak HP midrange baru.

Selain itu, Vivo X80 Pro juga memiliki layar AMOLED E5 2K seluas 6,78 inci yang tajam dan memanjakan mata untuk menonton maupun editing video.

Namun, HP ini juga punya kelemahan serius di sektor suhu. Snapdragon 8 Gen 1 buatan Samsung dikenal panas dan boros daya. Baterai 4.700 mAh miliknya disebut cepat habis saat dipakai merekam video 4K atau gaming berat.

Meski begitu, fitur fast charging 80 watt menjadi penolong karena mampu mengisi daya penuh dalam waktu sekitar 30 menit.

Video tersebut menyimpulkan bahwa HP flagship bekas tetap menarik untuk pengguna yang mengutamakan kamera dan performa premium. Namun, untuk kebutuhan harian yang mengandalkan efisiensi baterai, update software panjang, dan jaringan stabil, HP midrange terbaru masih dianggap lebih aman.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#rekomendasi HP flagship murah #HP flagship bekas 2026 #Vivo X80 Pro #Huawei Mate 50 Pro #Asus Zenfone 9