Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Polytron Fox 350 Dibawa ke Puncak Bogor dengan Beban 180 Kg, Tanjakan Panjang Dilibas Tanpa Drama Meski Muncul Indikator Panas

Dyah Wulandari • Selasa, 2 Juni 2026 | 21:03 WIB
Polytron Fox 350 sukses menaklukkan tanjakan Puncak Bogor dengan beban 180 kg. Performa tetap kuat meski indikator panas sempat muncul.
(screenshot pinterest)
Polytron Fox 350 sukses menaklukkan tanjakan Puncak Bogor dengan beban 180 kg. Performa tetap kuat meski indikator panas sempat muncul. (screenshot pinterest)

JAKARTAPolytron Fox 350 kembali membuktikan kemampuannya di medan berat setelah diuji menaklukkan jalur menuju Puncak Bogor dengan total beban mencapai 180 kilogram. Pengujian ini dilakukan oleh kreator otomotif Muhammad Rizki yang membawa istrinya sebagai pembonceng untuk mensimulasikan penggunaan nyata saat touring jarak jauh.

Perjalanan dimulai dari kawasan Bogor menuju Puncak dengan jarak sekitar 50 kilometer. Motor listrik Polytron Fox 350 yang digunakan masih dalam kondisi standar dengan baterai terisi penuh 100 persen dan odometer menunjukkan jarak tempuh sekitar 400 kilometer.

Uji coba ini menarik perhatian karena dilakukan dengan bobot gabungan pengendara dan barang yang mencapai sekitar 180 kilogram. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat jalur menuju Puncak dikenal memiliki tanjakan panjang, tikungan berkelok, serta kemacetan yang dapat menguras daya baterai lebih cepat.

Baca Juga: Samsung Galaxy A06 5G Resmi Hadir di Indonesia, HP 5G Termurah Samsung 2025 dengan One UI 7 dan Update Android 4 Tahun

Baterai Terkuras Cepat Saat Membawa Beban Berat

Setelah menempuh perjalanan sekitar 32 kilometer hingga kawasan Gadok, kapasitas baterai tersisa 57 persen. Angka tersebut menunjukkan konsumsi daya yang cukup besar dibandingkan penggunaan normal.

Menurut penguji, faktor utama yang membuat baterai lebih cepat berkurang adalah kombinasi antara bobot kendaraan yang berat dan karakter jalan yang didominasi tanjakan. Meski demikian, performa motor masih dinilai cukup baik karena seluruh perjalanan awal dilakukan menggunakan Mode D yang lebih hemat energi.

Baca Juga: DPRD Trenggalek Setujui Penyertaan Modal BPR Jwalita, Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Ketika memasuki jalur tanjakan menuju Puncak, penguji mulai beralih ke Mode S atau Sport Mode. Mode ini dipilih karena mampu memberikan tenaga tambahan yang lebih responsif dibandingkan Mode D.

Mode S Jadi Kunci Menaklukkan Tanjakan

Selama pengujian, perbedaan karakter antara Mode D dan Mode S terasa cukup signifikan. Saat menggunakan Mode D, tenaga motor cenderung cepat mencapai batas sehingga laju kendaraan terasa tertahan ketika menghadapi tanjakan panjang.

Baca Juga: Jajanan Khas Jawa Timur Ini Masih Jadi Buruan hingga Sekarang, Rasanya Legendaris dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

Sebaliknya, ketika beralih ke Mode S, tenaga motor terasa lebih terbuka dan mampu mempertahankan kecepatan dengan lebih baik. Bahkan dengan bobot mencapai 180 kilogram, Polytron Fox 350 masih sanggup melaju stabil di sejumlah tanjakan yang menjadi ikon jalur Puncak.

Penguji juga mencoba fitur cruise control saat melintasi tanjakan. Hasilnya cukup mengejutkan karena motor tetap mampu mempertahankan kecepatan tanpa perlu membuka throttle secara terus-menerus.

Kondisi ini menunjukkan bahwa motor listrik tersebut tidak hanya memiliki tenaga yang memadai, tetapi juga menawarkan kenyamanan berkendara saat perjalanan jauh.

Baca Juga: Kuliner Tradisional Jawa Timur Tetap Eksis di Tengah Tren Modern, Cita Rasanya Disebut Tak Tergantikan oleh Pecinta Kuliner

Indikator Panas Muncul, Performa Tetap Stabil

Salah satu momen yang menarik selama pengujian terjadi ketika indikator huruf “M” berwarna merah mulai muncul di panel instrumen. Indikator tersebut diduga berkaitan dengan suhu motor penggerak atau sistem kontrol yang mulai meningkat akibat kerja berat saat menanjak.

Meski demikian, kemunculan indikator tersebut tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap performa kendaraan. Tidak ada gejala penurunan tenaga maupun pembatasan kecepatan selama perjalanan berlangsung.

Baca Juga: Kuliner Tradisional Jawa Timur Makin Diminati Generasi Muda, Makanan Khas Daerah Ini Jadi Buruan Saat Liburan

Motor tetap mampu melanjutkan perjalanan menanjak hingga mendekati kawasan Puncak Pass tanpa kendala berarti. Penguji menilai indikator tersebut lebih berfungsi sebagai peringatan dini bahwa sistem mulai bekerja pada suhu tinggi.

Berhasil Tiba di Puncak dengan Sisa Baterai Aman

Sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak, penguji sempat melakukan pengisian daya di kawasan Cipayung. Setelah sekitar dua jam pengisian, kapasitas baterai meningkat menjadi 88 persen.

Baca Juga: Bukan Hanya Rawon, Kuliner Tradisional Jawa Timur Ini Ternyata Masih Bertahan dan Jadi Favorit Pecinta Makanan Nusantara

Dari titik tersebut, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Puncak Pass. Setelah melewati berbagai tanjakan panjang, kondisi lalu lintas padat, serta cuaca berkabut dan hujan ringan, Polytron Fox 350 akhirnya berhasil mencapai tujuan.

Sesampainya di Puncak Pass, kapasitas baterai masih tersisa sekitar 41 persen. Hasil tersebut dinilai cukup impresif mengingat motor membawa beban 180 kilogram dan terus menghadapi tanjakan sepanjang perjalanan.

Regenerative Braking Tambah Efisiensi

Setelah melewati puncak dan memasuki jalur turunan menuju Cipanas, penguji juga menemukan manfaat fitur regenerative braking. Sistem ini memungkinkan energi yang dihasilkan saat pengereman atau deselerasi dikembalikan ke baterai.

Baca Juga: Kuliner Tradisional Jawa Timur Kian Diburu Wisatawan, Cita Rasa Khas dan Warisan Leluhur Jadi Daya Tarik Utama

Menurut pengamatan selama perjalanan, kapasitas baterai sempat bertambah sekitar satu persen ketika motor melaju di jalur menurun tanpa membuka throttle.

Fitur tersebut menjadi nilai tambah bagi Polytron Fox 350 karena membantu meningkatkan efisiensi energi saat digunakan di wilayah dengan kontur jalan naik-turun.

Berdasarkan keseluruhan pengujian, Polytron Fox 350 dinilai mampu menghadapi perjalanan menuju Puncak Bogor dengan sangat baik. Meski membawa beban hingga 180 kilogram dan beberapa kali memunculkan indikator suhu tinggi, motor tetap mampu menaklukkan tanjakan panjang tanpa kehilangan tenaga maupun mengalami gangguan performa yang berarti.

Baca Juga: Samsung Galaxy A06 5G Jadi HP Samsung Paling Laris? Harga Rp1 Jutaan, Spek Makin Gahar dan Mirip Flagship

Editor : Dyah Wulandari
#Tanjakan Puncak #puncak bogor #polytron fox 350 #motor listrik #baterai motor listrik